Daftar Isi
Denpasar –
Ke Bali terdapat sejumlah Kebiasaan menjelang Ramadhan. Ramadhan 1447 Hijriah Akansegera jatuh Ke Kamis (19/2/2026).
Kebiasaan-Kebiasaan ini menjadi sebuah kearifan lokal yang tidak hanya menjadi Pada Bersama kegiatan spiritual, tapi juga berfungsi Sebagai mempererat hubungan sosial. Kebiasaan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini hidup dan berkembang Ke Di Kelompok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai Negeri Bersama Penduduk Dunia muslim terbesar Ke dunia, umat Islam Ke seluruh Daerah Indonesia biasanya Melakukan beberapa Kebiasaan jelang Ramadhan. Adapun salah satu yang paling populer adalah pawai obor. Walaupun begitu, setiap Daerah pasti Memperoleh cara tersendiri Sebagai Menyusun diri Sebelumnya menjalankan ibadah puasa yang telah disesuaikan Bersama adat istiadat masing-masing.
Berikut serba-serbi Kebiasaan lokal yang dilakukan Kelompok jelang Ramadhan, seperti yang telah dirangkum Dari detikBali Ke bawah ini. Yuk, simak informasi selengkapnya ya!
3 Kebiasaan Sambut Ramadhan Ke Bali
Walaupun Pulau Bali didominasi Dari warga lokal yang menganut agama Hindu, Tetapi umat Islam Ke beberapa Daerah Disekitar Bali senantiasa tetap menjalani Kebiasaan lokal yang sarat Akansegera makna spiritual dan kebersamaan. Mulai Bersama ritual makan bersama hingga Melakukan pengajian akbar. Berikut tiga Kebiasaan jelang Ramadhan Ke Bali.
1. Kebiasaan Megengan
|
Kebiasaan megengan Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
|
Sebenarnya Kebiasaan Megengan bukan berasal Bersama Bali, melainkan Kebiasaan khas yang dilakukan Kelompok Jawa, khususnya Daerah Jawa Timur. Kebiasaan Megengan adalah sebuah bentuk akulturasi Kearifan Lokal Dunia Jawa dan Islam yang dilakukan guna menyambut bulan Ramadhan. Dilansir Bersama laman resmi Nahdlatul Ulama, Megengan Memperoleh arti menahan hawa nafsu, termasuk Bersama makan, minum, dan lainnya.
Umat Islam Ke beberapa titik Ke Daerah Bali, melaksanakan Kebiasaan Megengan ini Ke mushola dan masjid. Di praktiknya, Megengan dilakukan Setelahnya shalat Maghrib, Bersama kenduri atau selamatan akbar yang dihadiri Dari sanak saudara dan tetangga.
Sebelumnya Kebiasaan ini dimulai, biasanya warga diharuskan memberi sedekah Makanan Di bentuk nasi Wadah atau Makanan ringan, yang dikumpulkan kepada panitia Sebelum sore hari. Tidak lupa, mereka juga menuliskan nama-nama leluhur mereka Ke secarik Kertas Sebagai didoakan.
Ketika Kebiasaan ini dimulai, pembacaan doa dan tahlilan akbar dilakukan Sebagai memanjatkan doa kepada leluhur sekaligus memohon ampunan. Tidak lupa Bersama Peristiwa makan-makan bersama yang berjalan Bersama penuh kehangatan. Kebiasaan Megengan ini mengandung nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan yang kuat, dan masih terus dilakukan hingga Di ini.
2. Kebiasaan Megibung
Kebiasaan megibung Ke Baitul Makmur Monang Maning, Denpasar, Bali. Foto: Rizki Setyo Samudero/detikBali |
Kebiasaan Megibung merupakan salah satu kegiatan sosial yang masih terus dilestarikan Ke Di-Di Kelompok Bali, khususnya Ke Kabupaten Karangasem. Kebiasaan ini dilakukan Sebagai menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Bersama Melakukan Peristiwa makan bersama Di satu tempat atau wadah yang sama. Megibung sendiri berasal Bersama kata ‘gibung’ yang berarti sebuah kegiatan yang dilakukan banyak orang.
Kebiasaan Megibung umumnya dilakukan Sebelumnya dan Pada bulan puasa berlangsung. Kebiasaan ini dilakukan sebagai simbol kekeluargaan Untuk sesama umat Islam Ke Bali.
Biasanya ibu-ibu Bersama warga setempat melakukan kegiatan memasak bersama Sebagai membuat berbagai hidangan tradisional khas Bali, berupa olahan daging ayam atau sapi. Di praktiknya, Kebiasaan Megibung ini dilakukan Setelahnya shalat maghrib, dan seluruh jamaah yang datang Akansegera membentuk beberapa kelompok Sebagai duduk bersama sambil menikmati berbagai pilihan Makanan yang berbeda.
3. Kebiasaan Ngaminang
Warga Kampung Gelgel menikmati sagi Bersama cara ngaminang atau makan bersama, sambut Tahun Mutakhir Islam 1 Muharam 1445 H, Selasa (18/7/2023). (Foto : istimewa). |
Hampir sama seperti Megibung, Kebiasaan Ngaminang juga menonjolkan nilai-nilai kebersamaan Di perayaan makan-makan guna mempererat tali silaturahmi sesama umat Islam, khususnya Di menjelang bulan Ramadhan. Kebiasaan Ngaminang ini diketahui berasal Bersama Kampung Islam yang terletak Ke Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung. Kata ‘ngaminang’ sendiri Memperoleh arti mengamini.
Di praktiknya, ibu-ibu penduduk desa itu Akansegera membuat beberapa hidangan tertentu, yang Setelahnya Itu disedekahkan Ke masjid. Di Kebiasaan dimulai, tokoh agama setempat Akansegera memimpin dan membacakan doa-doa khusus Sebagai meminta keberkahan kepada Allah SWT. Ke waktu ini, seluruh jamaah yang datang, secara bersama-sama Akansegera menyerukan kata ‘aamiin’. Berikutnya, jamaah Akansegera duduk secara berkelompok Sebagai menyantap Makanan yang telah disajikan.
Demikian daftar Kebiasaan unik yang dijalani umat Islam Ke Bali jelang Ramadhan. Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 3 Kebiasaan Sambut Ramadhan Ke Bali: Megibung hingga Ngaminang













