Bandung –
Salah satu ciri khas Komunitas Sunda yang dikenal luas adalah Kearifan Lokal humor. Bersama humor tersebut, terdapat Kearifan Lokal Sebagai mencairkan suasana yang dikenal Bersama istilah ‘heureuy’ atau bersenda gurau. Salah satu bentuk heureuy yang paling legendaris dan tak lekang Dari zaman adalah tatarucingan.
Tatarucingan adalah permainan tradisional berupa teka-teki atau tebak-tebakan. Pertanyaannya dirancang sedemikian rupa Supaya jawabannya sulit ditebak. Tatarucingan ini sudah menjadi Kearifan Lokal Dunia yang populer Bersama Komunitas Sunda Lantaran sifatnya yang menghibur.
Pertanyaan yang muncul Bersama ‘tatarucingan’ ini berupa kata-kata kiasan Bersama balutan komedi dan terdapat juga makna Di dalamnya. Kata ‘tatarucingan’ berasal Bersama kata “tarucing” atau “turucing” yang berarti serangkaian kata yang harus dicari tahu maknanya. Tatarucingan juga merupakan permainan yang Merangsang orang Sebagai mengasah otak Lantaran harus memikirkan sambungan kata yang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip Bersama berbagai sumber, detikJabar menghimpun beberapa contoh tatarucingan Sunda yang bikin tongkrongan detikers makin seru.
30+ Tatarucingan Sunda Lengkap Bersama Artinya
1. Tarucing: Diragap aya dilieuk euweuh (Diraba ada dilirik tiada).
Jawaban: Ceuli (telinga).
2. Tarucing: Naon sababna ucing mun dibaledog sok ngalieuk? (Apa sebabnya kucing kalau dilempar suka melirik?).
Jawaban: Sabab ucing teu make kaca spion (Sebab kucing tidak memakai kaca spion).
3. Tarucing: Kunaon tukang baso nakolan Mangkok? (Kenapa tukang baso memukul mangkoknya?).
Jawaban: Ku Alat (Pakai Alat, plesetan kata ‘Kunaon’ yang bisa berarti ‘Kenapa’ atau ‘Pakai apa’),
4. Tarucing: Dicabak beye, ditakol ngabelentrang. Naon cik? (Dipegang lunak, dipukul berbunyi nyaring, Apa coba?).
Jawaban: Tai kotok napel dina tihang listrik (Tai ayam menempel Di tiang listrik).
5. Tarucing: Mun gajah Dari Sebab Itu hayam, kuda Dari Sebab Itu hayam, domba Dari Sebab Itu hayam, sapi Dari Sebab Itu hayam, terus hayam Dari Sebab Itu naon? (Kalau gajah Dari Sebab Itu ayam, kuda Dari Sebab Itu ayam, domba Dari Sebab Itu ayam, sapi Dari Sebab Itu ayam, terus ayam Dari Sebab Itu apa?).
Jawaban: Dari Sebab Itu loba atuh (Dari Sebab Itu banyak dong).
6. Tarucing: Sato naon anu sukuna dina sirah awakna dina sirah? (Hewan apa yang kakinya Di kepala badannya juga Di kepala?).
Jawaban: Kutu (Kutu rambut).
7. Tarucing: Kaca naon anu matak ngabeuratkeun? (Kaca apa yang bikin berat?).
Jawaban: Kacalikan gajah (Keduduk-an gajah).
8. Tarucing: Kapas 2 kg, batu 1 kg, lamun ditinggangkeun kana suku nyeri mana? (Kapas 2 kg, batu 1 kg, kalau ditimpa Di kaki lebih sakit yang mana?).
Jawaban: Nyeri sukuna (Lebih sakit kakinya).
9. Tarucing: Sapi naon anu bisa ngarayap dina tembok? (Sapi apa yang bisa merayap Di dinding?).
Jawaban: Sapiderman (Pelesetan Bersama Spiderman).
10. Tarucing: Tukang naon lamun digeroan sok lumpat ngajauhan? (Tukang apa kalau dipanggil malah Berlarilah menjauh?).
Jawaban: Tukang maok (Pencuri/Maling).
11. Tarucing: Sukuna hiji, panonna tilu. (Kakinya satu, matanya tiga).
Jawaban: Lampu setopan (Lampu lalu lintas).
12. Tarucing: Ka handap muka, ka luhur nutup. (Di bawah membuka, Di atas menutup).
Jawaban: Seleting (Ritsleting celana/baju).
13. Tarucing: Hayam naon anu sok diteangan ku jelema? (Ayam apa yang suka dicari Dari manusia?).
Jawaban: Hayam leungit (Ayam hilang).
14. Tarucing: Sirah botak loba kutu (Kepala botak banyak kutu?).
Jawaban: Onde-onde (Kue onde-onde).
15. Tarucing: Nuar cau kudu nu kumaha? (Menebang pisang harus yang bagaimana?).
Jawaban: Nu nangtung (yang tegak).
16. Tarucing: Buah dina tangkal, tangkal dina buah (Buah Di pohon, pohon Di buah).
Jawaban: Ganas (Nanas).
17. Tarucing: Kopeah hejo, baju bodas (Kopiah hijau, baju putih).
Jawaban: Toge (tauge).
18. Tarucing: Tanda baca naon nu bisa nyanyi? (Tanda baca apa yang bisa bernyanyi?).
Jawaban: Titik Puspa (Pelesetan nama Vokalis legendaris Titiek Puspa).
19. Tarucing: Asup tarik kaluar laun? (Masuk cepat dan Di Di keluar pelan-pelan?).
Jawaban: Leho (Ingus).
20. Tarucing: Oray hejo panonna loba? (Ular hijau yang matanya banyak?).
Jawaban: Peuteuy (Petay).
21. Tarucing: Hayam naon anu sukuna 1002? (Ayam apa yang kakinya 1002?).
Jawaban: Hayam nu keur gelut jeung titinggi (Ayam yang Lagi berkelahi Bersama luwing/kaki seribu).
22. Tarucing: Kasur naon anu matak nyeri? (Kasur apa yang bikin sakit?).
Jawaban: Kasura (Kulit yang tertusuk duri/serpihan kayu).
23. Tarucing: Alat Pukul naon anu bisa pidato? (Alat Pukul apa yang bisa pidato?).
Jawaban: Pa Lurah (Pak Lurah).
24. Tarucing: Akar Di luhur, pucuk Di handap? (Akar Di atas, pucuk Di bawah?).
Jawaban: Jenggot (Jenggot).
25. Tarucing: Diusap, diangkat, terus diasupkeun? (Dielus, diangkat, lalu dimasukkan?).
Jawaban: Kacamata (Orang memakai Kacamata).
26. Tarucing: Diudag anjing, lumpatna ka mana? (Dikejar anjing, larinya Di mana?).
Jawaban: Lumpatna ngos-ngosan (Larinya terengah-engah, bukan Di arah mana tetapi bagaimana larinya).
27. Tarucing: Di Di sawah aya naon? (Di Di sawah ada apa?).
Jawaban: Hurup W (Huruf W Di kata sa-W-ah).
28. Tarucing: Dicekék beuheungna, dikéleték beuteungna? (Dicekik lehernya, digelitik perutnya?).
Jawaban: Gitar.
29. Tarucing: Kaca naon anu nyeuri? (Kaca apa yang sakit?).
Jawaban: Kacabok (Tertampar).
30. Tarucing: Samara naon anu ngan sahuruf? (Bumbu apa yang cuma satu huruf?).
Jawaban: U-yah (Garam).
31. Tarucing: Setan naon anu bisa nangtungkeun sepedah? (Setan apa yang bisa membuat sepeda berdiri?).
Jawaban: Setandar (Standar sepeda).
32. Tarucing: Naon nu diudag lumpat, didagoan cicing? (Apa yang dikejar Berlarilah, ditunggu diam?).
Jawaban: Kalangkang (Bayangan).
33. Tarucing: Jalma meuli kasur keur naon? (Orang beli kasur buat apa?).
Jawaban: Keur beunta (Lagi melek/bangun, sebab Di beli kasur orangnya tidak tidur).
34. Tarucing: Tukang naon anu jejengkean? (Tukang apa yang jinjit-jinjit?).
Jawaban: Tukang teuing (Terlalu Dibelakang, sebab kalau terlalu Dibelakang pandangan didepannya tak terlihat Supaya harus jinjit).
35. Tarucing: Dicangcang ku nu boga lulumpatan, dileupaskeun cicing. (Diikat Dari pemiliknya Berlarilah-larian, dilepaskan malah diam).
Jawaban: Sapatu (Kasut).
Tips Tepat Di Tatarucingan
Perhatikan waktu yang tepat, lemparkan tebakan Di obrolan mulai hening (jeda canggung).
Di menyampaikan tatarucingan, gunakan intonasi khas Sunda yang ekspresif, jangan terburu-buru memberi jawaban.
Biarkan teman berpikir dulu sampai mereka menyerah, Mutakhir berikan jawaban Bersama nada penuh Kemenangannya.
Tatarucingan Sunda bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna. Di baliknya, terdapat Inovasi Komunitas Sunda yang mampu melihat sisi jenaka Bersama hal-hal sederhana Di Di mereka. Mulai Bersama binatang, benda mati, hingga logika sehari-hari, semua bisa diolah menjadi bahan tawa.
Bagi generasi muda, melontarkan tatarucingan receh ini adalah cara sederhana Akan Tetapi ampuh Sebagai merawat bahasa ibu agar tidak tergerus zaman, sekaligus menjadikan momen berkumpul lebih hangat dan bermakna.
Demikian beberapa contoh tatarucingan yang bisa detikers mainkan Di berada Di tongkrongan Supaya momen berkumpul menjadi lebih hangat dan bermakna.
(yum/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 30+ Tatarucingan Sunda Lucu Sebagai Menghangatkan Suasana Tongkrongan











