Surabaya –
Kabupaten Pasuruan kini Memiliki satu kebudayaan Mutakhir kebanggaan, yaitu baju Isyana. Busana khas ini langsung Memikat perhatian Lantaran tampil berbeda Bersama Pengganti seremonial biasa.
Bersama desain yang memadukan keanggunan modern dan sentuhan Kearifan Lokal, baju Isyana berhasil Memperkenalkan identitas Pasuruan Untuk bentuk nyata, Agar setiap orang yang melihatnya bisa merasakan nuansa sejarah dan Kearifan Lokal Global Area ini.
Uniknya, baju Isyana dirancang sendiri Dari Bupati Hingga-38 Pasuruan, HM Irsyad Yusuf (Gus Irsyad). Tidak hanya sekadar Pengganti resmi, setiap detail Bersama jubah hingga blangkon berkuncir dirancang Bersama cermat Sebagai merangkul unsur religius, sejarah, dan potensi ekonomi Area.
Bersama Cara Itu, baju ini bukan hanya simbol resmi pemerintah, tetapi juga representasi kekayaan Kearifan Lokal Global Pasuruan yang bisa dinikmati dan dikenang Komunitas luas. Berikut filosofi hingga motif baju Isyana khas Pasuruan.
Asal-usul dan Filosofi Baju Isyana
Untuk arsip pemberitaan detikNews, Gus Irsyad sengaja menamai busana ini “Isyana” Bersama merujuk Di jejak sejarah kerajaan Jawa. Nama tersebut diambil Bersama gelar Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa yang dipakai Mpu Sindok, raja pendiri Dinasti Isyana.
Menurut Gus Irsyad, pemilihan nama ini Sebagai mengaitkan identitas Kabupaten Pasuruan Bersama warisan sejarah tersebut, sekaligus memberi nuansa kebesaran lokal Di busana resmi Area. Secara visual, busana Isyana menonjolkan dua elemen yang mudah dikenali, blangkon dua kuncir dan jubah berwarna gelap.
Blangkon berkuncir melambangkan kearifan lokal sekaligus simbol Dinasti Isyana. Di Pada Yang Sama, jubah berwarna gelap dipilih Sebagai merepresentasikan mayoritas Komunitas Pasuruan yang lekat Bersama Kearifan Lokal pesantren-sebuah cara Chic membungkus modernitas pemerintahan Bersama nuansa religius khas Area.
Detail bordir Di jubah Bersama motif bunga sedap malam bukan sekadar hiasan. Motif itu mewakili kekayaan alam Pasuruan dan menunjuk Di kapasitas ekonomi kreatif Area, terutama usaha bordir khas Bangil yang sudah dikenal luas. Karenanya, busana Isyana juga berperan sebagai media promosi Untuk UKM lokal.
Di Balik Upaya Mematenkan Desain Baju Isyana
Dilansir Bersama laman resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, desain busana Isyana sudah didaftarkan Pemkab Pasuruan Hingga Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham Jawa Timur Sebelum 23 September 2016 Melewati Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan.
Proses pendaftaran itu menemui beberapa catatan revisi administratif yang harus dipenuhi, seperti permintaan agar kata “Khas” tidak dicantumkan Untuk pengajuan agar fokus Di desain industri, serta Syarat teknis yang Diberikan Sebagai pendaftaran adalah gambar Pengganti, bukan foto pemakai.
Proses perlindungan desain ini memang cenderung lebih lama dibandingkan pendaftaran merek dagang. Pemkab harus menjalani revisi administrasi dan menunggu pengumuman resmi yang diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun sesuai aturan yang berlaku Pada itu.
Langkah ini membuktikan keseriusan Pemkab Pasuruan Sebagai memastikan desain Isyana Menyambut pengakuan legal Sebelumnya dipromosikan lebih luas. Sejumlah pemberitaan Lalu mengeklaim busana Isyana sudah dipatenkan, terutama Setelahnya dikenakan Untuk Kegiatan resmi hari Dari Sebab Itu Kabupaten Pasuruan 2024.
Tetapi, ditelusuri detikJatim, belum ada dokumen publik yang Menunjukkan nomor pendaftaran atau surat keputusan resmi Bersama DJKI, Agar status hukum finalnya belum pernah dipublikasikan secara terbuka.
Bersama Upacara Resmi hingga Kemungkinan Ekonomi
Isyana tidak hanya berhenti sebagai rancangan Di atas Alattulis, tetapi juga benar-benar dipakai Untuk Kegiatan resmi. Di peringatan hari Dari Sebab Itu Kabupaten Pasuruan Hingga-1093 misalnya, Bupati Irsyad Yusuf mengenakan Pengganti Isyana Pada memimpin apel.
Pengganti serupa juga dikenakan wakil bupati, sekda, pimpinan DPRD, serta seluruh jajaran Forkopimda dan petugas apel. Penggunaan seragam Kearifan Lokal Global ini Untuk upacara kenegaraan memberi kesan bahwa busana Isyana mulai menjadi identitas visual pemerintahan Area.
Bersama sisi ekonomi, langkah pematenan dan pemakaian resmi membuka Kemungkinan besar. Desain yang dilindungi hukum memungkinkan Pemkab mengatur produksi, lisensi, atau menjalin kerja sama Bersama perajin lokal, Agar manfaat ekonomi langsung Datang Hingga pelaku Usaha Kecil Menengah bordir dan tekstil.
Motif sedap malam atau detail blangkon dapat diolah menjadi produk cenderamata, seragam birokrasi yang Memikat, atau koleksi Wisata Internasional Kearifan Lokal Global-tentu Bersama model yang menjaga Mutu dan hak intelektual.
Tetapi, adopsi busana Area sebagai Pengganti resmi juga Berusaha Mengatasi sejumlah tantangan. Penerimaan publik yang tidak otomatis, kebutuhan kapasitas produksi lokal agar bisa memenuhi permintaan tanpa menurunkan mutu, hingga tata hubungan pemasaran agar tidak menimbulkan klaim pihak lain.
Baju Isyana hadir sebagai perpaduan sejarah, religiusitas, dan ambisi ekonomi. Bersama inspirasi Dinasti Isyana hingga upaya melindungi desain lewat pendaftaran resmi, busana ini mencerminkan bagaimana pemerintah Area Melakukanupaya membangun identitas simbolik yang juga membawa nilai ekonomi.
Hingga Di, Sukses Isyana Akansegera sangat ditentukan Dari tata kelola perlindungan hak kekayaan intelektual, Pembuatan kapasitas Usaha Kecil Menengah bordir lokal, dan penerimaan Komunitas sebagai Pada Bersama identitas kolektif Pasuruan.
Artikel ini ditulis Muhammad Faishal Haq, peserta magang PRIMA Kemenag Di detikcom.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Baju Isyana Simbol Kebanggaan Kearifan Lokal Global Pasuruan











