Koster Traktir Minuman Kafein-Babi Guling, Begini Makna Perayaan Tumpek Krulut Hingga Bali


Denpasar

Gubernur Bali Wayan Koster bakal mentraktir Minuman Kafein hingga babi guling Sebagai warga hari ini. Traktiran itu diklaim sebagai wujud kasih sayang kepada generasi muda Bali Untuk rangka perayaan Tumpek Krulut yang jatuh Ke Sabtu, 3 Januari 2026.

“Momentum ini, sebagai salah satu cara Menunjukkan rasa kasih sayang Gubernur Koster Pada sameton Bali,” tulis unggahan Hingga akun Instagram pemprov_bali Yang Terkait Di traktiran Minuman Kafein dan babi guling itu.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada tiga lokasi yang dapat dituju Sebagai menikmati Minuman Kafein dan hidangan gratis Di Gubernur Koster itu. Mulai Di Minuman Kafein Jenar (Jalan Kaliasem Denpasar), Tan-Panama Coffee (Veteran Denpasar), dan Babi Guling Men Wenci (Sangeh).

[Gambas:Instagram]

Ini bukan pertama kali Untuk Koster mentraktir Minuman Kafein Di Tumpek Krulut. Sebelumnya Itu, ia juga pernah melakukan hal yang sama Di perayaan Tumpek Krulut Ke 7 Juni 2025.

Lantas, apa makna perayaan Tumpek Krulut?

Makna Tumpek Krulut

Tumpek Krulut merupakan salah satu hari suci menurut Hindu Bali yang dirayakan setiap 210 hari Ke Sabtu (Saniscara) kliwon wuku krulut. Tumpek Krulut kerap diidentikkan sebagai perayaan hari kasih sayang (valentine) versi Bali.

Lontar Sundarigama menjelaskan Tumpek Krulut sebagai hari suci Sebagai melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Iswara sebagai manisfestasi Tuhan yang membidangi unsur Karya Seni dan keindahan. Tumpek Krulut disebut sebagai hari kasih sayang ala Bali Lantaran kegiatan berkesenian dapat memperhalus rasa dan menumbuhkan sikap welas asih.

Tumpek Krulut juga dikenal sebagai Tumpek Lulut. Kata lulut Untuk bahasa Bali berarti jalinan atau rangkaian dan welas asih. Perayaan ini dikaitkan Di taksu Karya Seni, khususnya gamelan, Supaya disebut pula sebagai odalan gong.

Taksu yang diturunkan Ke hari Tumpek Krulut dipercaya dapat mendatangkan Kejiwaan dan rasa kasih sayang. Taksu merupakan kekuatan spiritual yang menjiwai berbagai kegiatan Karya Seni yang dilakoni orang Bali.

Seseorang yang mendengarkan alunan Di gamelan juga secara tidak langsung Akansegera menikmati dan menimbulkan kesenangan atau Kejiwaan. Karena Itu, perayaan Tumpek Krulut bertujuan Sebagai menjalin hubungan harmonis antar sesama manusia dan taksu Hingga Untuk diri.

Luh Irma Susanthi Untuk salah satu artikelnya menjelaskan Tumpek Krulut bukan sekadar penghormatan Pada Karya Seni. Melainkan menjadi panggilan spiritual Sebagai mencintai, merawat, dan menyucikan kehidupan Lewat vibrasi nada yang harmoni.

Lontar Sundarigama menyebutkan:

Tumpek Krulut punika Sang Hyang Iswara mapan ring gamelan, gong, tabuh-tabuhan miwah pratima Ida Bhatara, punika pinaka angayunin rasa suci tresna ring sasabran jagat.

Nukilan tersebut memaknai Tumpek Krulut sebagai perayaan atas hasirnya manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa Untuk aspek suara suci (Nada Brahman) Lewat gamelan, alat Bunyi, dan lambang-lambang suci lainnya. Perayaan Tumpek Krulut bertujuan Sebagai menanamkan cinta kasih universal (tresna ring sasabran jagat).

Nilai Teo Estetis Untuk ajaran agama Hindu berkaitan Di estetika yang beriringan Di Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian), dan Sundaram (keindahan). Supaya, Tumpek Krulut Memperoleh nilai Teo Estetis, yakni keindahan Untuk aspek teologis.

Tumpek Krulut juga berhubungan Di aspek ketuhanan Untuk bentuk Karya Seni. Hingga Untuk alat gamelan terkandung nyasa (simbol) yang bersemayam para dewa yakni Dewa Iswara (Dang), Dewa Siwa (Ding), Dewa Brahma (Deng), Dewa Wisnu (Dung), dan Dewa Mahadewa (Dong).

Bersemayam juga para dewi-dewi Hingga dalamnya, yakni Dewi Mahadewi, Dewi Umadewi, Dewi Saraswati, Dewi Sri dan Dewi Gayatri. Alat-alat Karya Seni (gamelan) tetap tidak terlepas Di Prototipe Ketuhanan Di manifestasinya para dewi-dewi Hingga dalamnya.

Perayaan Tumpek Krulut

Rahina Tumpek Krulut dirayakan secara sekala dan niskala. Perayaan secara sekala Hingga antaranya dapat dilakukan Di pagelaran pertunjukan Karya Seni. Sedangkan, secara niskala dilakukan Di upacara penyucian gamelan atau alat Bunyi.

Secara ritual, Tumpek Krulut dirayakan Di mengupacarai gong atau gamelan yang digunakan sebagai pendamping upacara-upacara suci Hingga Bali. Upacara penyucian ini bertujuan Sebagai menghilangkan hal-hal buruk yang melekat Ke gamelan.

Lanjutnya, warga Hindu Bali mempersembahkan sajian berupa banten kepada Dewa Iswara. Jenis sesajen biasanya dilengkapi Di ketupat, ajuman, pengambean, hingga peras. Sesajen tersebut diletakkan Hingga Didekat alat Bunyi, diiringi doa agar alunan nada yang dihasilkan tetap indah dan Memperoleh taksu.

Hingga Samping Itu, Tumpek Krulut Hingga tingkat keluarga dapat dirayakan Di menghaturkan banten dan persembahyangan Hingga Rumah masing-masing. Banten merupakan media Sebagai Menunjukkan Sradha (keyakinan) dan Bhakti (persembahan tulus ikhlas) Pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

(iws/iws)





Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Koster Traktir Minuman Kafein-Babi Guling, Begini Makna Perayaan Tumpek Krulut Hingga Bali