Denpasar –
Gubernur Bali Wayan Koster menceritakan keterlibatan dirinya merancang Undang-Undang (Perundang-Undangan) tentang Pemajuan Kebudayaan Di dirinya duduk Di Bangku Lembaga Legis Latif Di tahun 2017. Hal itu ia sampaikan Di pidato Di Peristiwa pembukaan Bulan Bahasa Bali Di-8 Di Art Center, Denpasar, Minggu (1/2/2026). Koster mengungkapkan dulu merancang Perundang-Undangan Kebudayaan itu sampai begadang ditemani semangkuk bakso.
Menurut Koster, inisiasi Perundang-Undangan Kebudayaan muncul Di Komisi 10 Sebab melihat kebudayaan Indonesia sudah mulai memudar. Padahal, Indonesia Memperoleh berbagai kekayaan adat, istiadat, Karyaseni, dan Kearifan Lokal Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun 2017 Di awal saya Merasakan inspirasi Untuk Merangsang undang-undang tentang kebudayaan. Dapat feelling yang bagus waktu itu, biasanya feelling bagus bisa jalan,” kata Koster.
Kala itu Dirjen Kementerian Pembelajaran dan Kebudayaan adalah Hilmar Farid yang menurut Koster sangat mengerti Didalam jalan pikirannya sebagai anggota dewan Di Komisi 10.
Koster melanjutkan, Di enam bulan rancangan undang-undang tersebut rampung. Koster mewakili legislatif menyusun redaksional rancangan itu bersama Hilmar Sebelumnya diparipurnakan.
“Cuma berdua, unsur pemerintah Pak Dirjen, unsur Lembaga Legis Latif saya. Di situlah mendetailkan seluruhnya materinya, sistematisnya, sampai tata bahasa, sambil makan bakso sampai jam 4 pagi, selesailah itu Terbaru besoknya diparipurnakan,” beber politikus PDIP itu.
Koster mengaku undang-undang ini menjadi modal awal Untuk dirinya Sebab Di Di itu namanya mulai muncul sebagai Kandidat Gubernur Bali.
“Itu lah pemicunya saya semangat Untuk membangun kebudayaan Bali. Didalam Sebab Itu ini feelling kayaknya saya Didalam Sebab Itu gubernur nih,” ungkap Koster sambil tertawa.
Walhasil, lahirlah berbagai Aturan mengenai kebudayaan Bali, salah satunya Bulan Bahasa Bali. Koster mengatakan ini menjadi dasar Untuk terus menjaga kebudayaan Bali.
“Didalam Sebab Itu harus punya senjata Untuk membangun Bali, Didalam Sebab Itu tidak kepala kosong,” tandasnya.
(hsa/hsa)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Cerita Koster Rancang Perundang-Undangan Kebudayaan Sambil Makan Bakso









