Ende –
Desa Adat Wologai merupakan kampung tradisional yang terletak Di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara turun-temurun, penduduk desa ini telah memelihara warisan Kebiasaan Global Suku Lio Di hampir 800 tahun lamanya.
Desa adat ini bertahan Bersama prinsip kebudayaan yang masih berakar kuat. Seperti halnya Bersama Rumah adat, Busana tradisional, hingga ukiran arsitektur yang Memperoleh nuansa sakral yang kental.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desa Wologai tersembunyi Di balik bukit hijau Bersama latar pemandangan Gunung Lepembusu yang megah yaitu Di ketinggian Di 1.045 meter Di atas permukaan laut (mdpl). Desa ini menjadi salah satu wisata Pelatihan yang cukup terkenal Di Flores Lantaran Memperkenalkan Pengalaman Hidup Kebiasaan Global autentik yang berkesan.
Untuk sekian banyak peninggalan budayanya yang bersejarah, berikut kearifan lokal Desa Adat Wologai seperti yang dirangkum detikBali Di bawah ini. Yuk, simak informasinya!
|
Pintu masuk Desa Adat Wologai Di Ende, NTT. (Dok. jadesta.kemenpar.go.id)
|
• Keunikan Bentuk Rumah Adat Wologai
Rumah adat Wologai disebut Sa’o Ria. Sekilas bentuk Rumah adat Wologai terlihat sama seperti Rumah adat Untuk suku-suku lain Di NTT. Setiap bangunan Rumah Di Desa Wologai Memperoleh atap berbentuk kerucut yang terbuat Untuk alang-alang alami. Arsitektur Rumah terbuat Untuk bahan kayu yang disusun berdasarkan tingkatan berbeda Untuk bebatuan ceper Di atas tanah sebagai penyangga. Semua Rumah adat Di Desa Wologai dibangun Untuk posisi melingkar yang terletak Di satu area pemukiman yang sama.
Pemukiman Komunitas ini dibangun mengelilingi Tubu Kanga yang Disorot sebagai tempat suci. Tubu Kanga digunakan sebagai tempat persembahan Di ritual Di pesta adat. yang melambangkan persatuan dan kesatuan Komunitas adat Di Area Suku Wologai.
Tidak hanya bentuk bangunannya yang unik, eksterior bangunan Rumah adatnya pun dipenuhi Dari filosofi dan syarat Akansegera makna sebagai Dibagian Untuk kepercayaan nenek moyang. Diantaranya terdapat ukiran bangunan yang menceritakan keseharian Komunitas adat seperti kegiatan bertani, ukiran hewan-hewan, dll. Di Samping Itu, terdapat dua ukiran Bersama bentuk payudara Di tiang Dibagian Di Rumah yang dipercayai sebagai simbol kehidupan.
• Keunikan Kebiasaan Suku Wologai
Untuk kepercayaan Komunitas Suku Wologai, kedudukan Sang Pencipta dan nenek moyang digunakan sebagai lambang kehidupan Bagi Komunitas adat. Mereka percaya bahwa nilai-nilai leluhur harus terus diamalkan Untuk setiap tahap kehidupan.
Hal ini terbukti Untuk satu bangunan yang ada Di kawasan Desa Adat Wologai. Bale adalah tempat penyimpanan Untuk sisa tulang belulang nenek moyang Suku Wologai Untuk delapan generasi yang lalu.
Komunitas setempat percaya bahwa Kebiasaan Global harus sejalan Bersama sisi spiritual yang digunakan sebagai bentuk penghormatan mereka Pada Tuhan dan juga leluhur. Segala sesuatu yang telah diatur Untuk peraturan adat Untuk beratus-ratus tahun lamanya masih disakralkan dan dijaga Bersama baik hingga kini.
Itulah ulasan mengenai kearifan lokal Kebiasaan Global yang ada Di Desa Adat Wologai, NTT. Semoga informasi Di atas bisa menambah pengetahuan Terbaru kalian ya. Tertarik Sebagai mengunjunginya, detikers?
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Keunikan Rumah Adat dan Kebiasaan Suku Lio











