Solo –
Setiap ibadah Di syariat Islam harus didasari niat. Tanpa niat, ibadah tidak ubahnya kegiatan biasa yang tak bernilai. Yaitu, ibadah menjadi sia-sia.
Menurut penjelasan Di Bacaan Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur’an dan Sunnah karangan Abu Abdillah Syahrul Fatwa dan Abu Ubaidah Yusuf, niat puasa Ramadan harus sudah ada Di hati Sebelumnya masuk waktu fajar. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: “Barang Dagangan siapa yang tidak meniatkan puasa Sebelumnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud no 2454, an-Nasa’i 4/196, Tirmidzi no 730, Ibnu Majah no 1700, dan seterusnya)
Letak asal niat adalah Di hati, mengucapkannya bukanlah suatu kewajiban. Adapun mengenai pelafalan, ada ulama yang menganggapnya tidak perlu, ada pula yang justru menganjurkannya.
Untuk detikers yang mengikuti pendapat melafalkan niat, berikut bacaan versi Jawa dan artinya.
Skor Utamanya:
- Niat puasa Ramadan bahasa Jawa adalah ‘Niat ingsun poso tutuko dina sesuk ingsun anekani ferdhune wulan Romadhon ing dalem sak jerone tahun iki, fardhu kerono lillahi Ta’ala.’
- Arti niat puasa Ramadan bahasa Jawa adalah “Saya berniat puasa esok hari Sebagai menunaikan kewajiban Di bulan Ramadan Di tahun ini, fardhu Sebab Allah Ta’ala.”
- Niat puasa boleh dibaca Didalam bahasa apa pun, termasuk Jawa.
Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa
Diambil Di laman resmi SMA Negeri 13 Semarang, niat puasa Ramadan Didalam bahasa Jawa adalah:
Niat ingsun poso tutuko dina sesuk ingsun anekani ferdhune wulan Romadhon ing dalem sak jerone tahun iki, fardhu kerono lillahi Ta’ala.
Artinya: “Saya berniat puasa esok hari Sebagai menunaikan kewajiban Di bulan Ramadan Di tahun ini, fardhu Sebab Allah Ta’ala.”
Apakah Boleh Mengucapkan Niat Bahasa Jawa?
Pertanyaan boleh tidaknya berniat Didalam bahasa Jawa Mungkin Saja terlintas Di benak detikers kala membaca tulisan ini. Didalam Sebab Itu, apakah boleh?
Buya Yahya, ketika ditanya kebolehan membaca niat Sebelumnya sholat Didalam bahasa selain Arab, menyebut hal tersebut diperbolehkan. Menurutnya, berniat Didalam bahasa apa saja hukumnya sah.
“Adapun Untuk orang yang ingin niat Sebelumnya takbir tadi, nggak hafal bahasa Arab, boleh. Bahasa Jepang boleh, bahasa Sunda boleh, bahasa Jawa boleh,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu, dikutip Di kanal YouTube Al-Bahjah TV Di Selasa (10/2/2026).
Di dasarnya, tidak ada riwayat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebut kesunnahan membaca niat Di bahasa apa pun. Karenanya, bila mengikuti pendapat ulama yang menganggap pembacaan niat sunnah, maka niat bahasa Jawa sah diucapkan.
Hal ini juga diperkuat Syarat syariat bahwasanya niat diwajibkan Di hati. Mengucapkannya bertujuan sebatas ‘mengingatkan’ anggota tubuh Akansegera suatu amalan, Di konteks ini puasa. Wallahu a’lam bish-shawab.
Niat Puasa Ramadan Bahasa Arab
Diambil Di Bacaan Praktis Ibadah tulisan Irwan dkk, bacaan niat puasa Ramadan bahasa Arab adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari Sebagai menunaikan kewajiban puasa Ramadan tahun ini Sebab Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh dan Hukumnya
Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan niat puasa Ramadan sebulan penuh. Di Di ulama yang menyokong kebolehan puasa sebulan penuh adalah Imam Malik dan Ishaq bin Rahawaih. Di sisi lain, Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad mengatakan niat harus setiap hari.
Terlepas Di polemik itu, Untuk detikers yang mengikuti pendapat bolehnya niat puasa Ramadan langsung sebulan penuh, begini bacaannya dilansir Bacaan Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah Di Bulan Suci Ramadan tulisan Alvian Iqbal Zahasfan:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihi lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya niat puasa bulan Ramadan sebulan penuh Sebab Allah Ta’ala.”
Demikian pembahasan ringkas mengenai niat puasa Ramadan bahasa Jawa dan artinya. Telah berlalu pula penjelasan mengenai hukum berniat Didalam bahasa Jawa. Semoga bermanfaat!
FAQ Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa
1. Apakah niat puasa Ramadan wajib dibaca?
Tidak. Yang wajib adalah niat Di Di hati. Mengucapkannya menurut sebagian ulama adalah hal yang tidak perlu. Sebagian ulama lain Mengungkapkan sunnah mengucapkan niat.
2. Apakah boleh niat puasa Ramadan Didalam bahasa Jawa?
Boleh. Niat puasa Ramadan boleh diucap Didalam bahasa Jawa Sebab hanya bertugas ‘membantu’ saja. Yang wajib tetaplah niat Di hati setiap pribadi.
3. Kapan niat puasa Ramadan dibaca?
Niat mesti ada Di Di hati Sebelumnya fajar menyingsing, tanda puasa dimulai. Batas waktu membacanya, teruntuk yang mengikuti pendapat sunnahnya membaca, juga sama.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Niat Insun Poso ing Dina Sesuk











