DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster Hadir Di pelantikan pengurus DPW Nawa Cita Wisata Internasional Indonesia (NCPI) Provinsi Bali sekaligus Melakukan Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026, Ke Sanur, Denpasar Rabu (18/2/226).
Di kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyoroti permasalahan yang hadapi Bali. Salah satu persoalan serius yang kini dihadapi Pulau Dewata adalah meningkatnya alih fungsi lahan yang mencapai 600 hingga 700 hektare per tahun.
Koster menjelaskan, Wisata Internasional Memberi kontribusi yang sangat besar Untuk perekonomian Bali dan Indonesia. Akan Tetapi, Ke balik manfaat tersebut, terdapat risiko yang harus dikendalikan Untuk keberlangsungan masa Di Bali.
“Tadi sukanya, enaknya Karena Itu Area Wisata Internasional. Sekarang gak enaknya, alih fungsi lahan terus Meresahkan 600 sampai 700 hektare pertahunan. Ini yang harus kita kendalikan,” ujar politisi asal Sembiran, Buleleng ini.
Ia menegaskan, jika alih fungsi lahan tidak dikontrol secara serius, Bali Akansegera Berjuang Bersama ancaman Pada sumber Ketahanan Pangan. Koster juga mengingatkan bahaya ketergantungan Bali Pada pasokan Ketahanan Pangan Di luar Area.
“Kalau gak kita kendalikan alih fungsi lahan kita Ke Bali ini, Bali Akansegera Berjuang Bersama ancaman sumber Ketahanan Pangan dan juga Akansegera Lebih tergerus. Kalau Ketahanan Pangan kita terdepan terancam. Memangnya kita hidup Di mana? Dan saya tidak ingin Bali ini terlalu banyak bergantung sumber pangannya Di luar, Sebab itu membahayakan,” tegasnya.
Sesudah Itu, Koster memaparkan besarnya kontribusi Wisata Internasional Bali Pada perekonomian nasional. Berdasarkan data yang ia sampaikan, jumlah wisatawan mancanegara yang datang Hingga Bali mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni Di 7,05 juta orang. Bali menyumbang Di 45,8 persen Di total kunjungan wisatawan Foreign Hingga Indonesia.
Ke Di Itu, devisa Wisata Internasional yang bersumber Di Bali Ke 2024 mencapai Di Rp167 triliun atau Di 53,6 persen Di total devisa Wisata Internasional nasional sebesar Rp312 triliun. Kontribusi sektor Wisata Internasional Pada ekonomi Bali Malahan mencapai 66 persen.
“Karena Itu Sebab itu Wisata Internasional Bali ini harus kita rawat baik-baik Sebab 66% sumber ekonomi Bali adalah Di Karya Wisata Internasional secara keseluruhan,” katanya.
Koster juga menekankan pentingnya perhatian khusus Di pemerintah pusat Pada Bali, mengingat kontribusinya yang besar Akan Tetapi Memperoleh keterbatasan kapasitas fiskal Untuk membangun infrastruktur berskala besar.
“Sebab pembangunan Ke Indonesia ini alokasi APBN-nya itu semuanya normatif. Tidak memperhitungkan spesifik Area yang Memperoleh kebutuhan khusus seperti Bali,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat merumuskan Keputusan pembangunan yang Mengkaji karakteristik Area, terutama Area wisata strategis seperti Bali. (jay/jon)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Wisata Internasional Ancam Ketahanan Ketahanan Pangan Bali











