Tulungagung –
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia resmi menetapkan Karya Seni Jaranan Sentherewe sebagai warisan Adat Istiadat Dunia tak benda (WBTB). Karya Seni tersebut merupakan khas Tulungagung.
Penetapan Pembantu Ri Kebudayaan Fadli Zon tertuang Di piagam nomor 260/WB/KB.00.01/2025 tertanggal 15 Desember 2025.
“Penyerahan piagam dilakukan Dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Gatut Sunu Di Minggu (22/2/2026) kemarin,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Perjalanan Hingga Luarnegeri (Disbudpar) Tulungagung, Ardian Candra, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya pengusulan jaranan khas Tulungagung itu telah diajukan Hingga kementerian Sebelum 2024, Akan Tetapi Terbaru Merasakan titik terang Di akhir 2025. Pengajuan WBTB tidaklah mudah Lantaran minimal telah berusia minimal 50 tahun dan Memiliki histori yang jelas.
Didalam WBTB ini pihaknya mengaku bersyukur Lantaran Berencana memperkuat identitas Lokasi sekaligus Memberi semangat Untuk para seniman Tulungagung Di melestarikan Jaranan Sentherewe.
“Ini Berencana memperkuat identitas kekayaan Lokasi. Untuk itu penting sekali menjaga kelestarian Jaranan Sentherewe,” ujarnya.
Rencananya, pemerintah Lokasi Berencana menindaklanjuti penetapan itu Didalam berbagai strategi pelestarian, termasuk menampilkan Di berbagai kegiatan.
Berdasar Literatur Muqoddimah Ngrowo, Tutur Lisan Hingga Tulisan, Jaranan Sentherewe lahir Dukuh Sukorejo, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru Di tahun 1958.
Jaranan Sentherewe merupakan gabungan dsri Karya Seni jaranan dan ludruk. Tarian Sentherewe penggabungan gerak tari Ngremo dan jaranan. Gerak tari dinamis ini ibarat orang yang terkena Senthe atau tumbuhan talas dan Rewe atau Rawe.
Di Di Yang Sama Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo Di unggahannya Di Instagram mengatakan penetapan WBTB merupakan amanah Untuk Kelompok Tulungagung Untuk melestarikan Jaranan Sentherewe.
“Sebuah kebanggaan sekaligus amanah Untuk kita semua Untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan Adat Istiadat Dunia leluhur yang menjadi identitas dan kekayaan Lokasi,” kata Gatut.
Pihaknya berkomitmen Untuk mendukung upaya pelestarian Karya Seni tersebut serta regenerasi kepada para ssniman muda lainnya. Harapannya jaranan khas Tulungagung tetap berkembang dan Lebih dikenal luas Dari Kelompok.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Jaranan Sentherewe Tulungagung Resmi Dari Sebab Itu Warisan Adat Istiadat Dunia Tak Benda









