Dua Desa Adat Ke Tabanan Ini Pantang Membuat Ogoh-Ogoh



Tabanan -

Sebagian besar sekaa teruna Ke Bali mulai sibuk menggarap ogoh-ogoh Sebagai menyambut Hari Raya Nyepi. Akan Tetapi, tak demikian Bersama sekaa teruna Ke Desa Adat Nyatnyatan dan Desa Adat Munduk Pakel, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

Dua desa adat tersebut Memperoleh pantangan membuat atau mengarak ogoh-ogoh Pada malam pengerupukan atau sehari Sebelumnya Nyepi. Larangan pembuatan ogoh-ogoh tersebut telah diterapkan Sebelum dua desa adat tersebut berdiri.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada larangan Ke Desa Nyatnyatan dan Desa Adat Munduk Pakel bahwa tidak diperbolehkan membuat ogoh-ogoh. Malahan ketika saya belum lahir, aturan ini sudah ada,” ungkap tokoh Komunitas Nyatnyatan yang juga mantan bendesa adat, I Nengah Lendra, Senin (2/3/2026).

Lendra menuturkan para tetua Ke desa adat tersebut menganggap ogoh-ogoh sakral Sebab dirangkai Bersama upacara yang disakralkan juga. Samping Itu, proses akhir atau lokasi pembakaran (pralina) ogoh-ogoh Ke kedua desa itu belum ada kepastian hingga kini.

Walhasil, para pengurus adat hingga pemangku Ke kedua desa adat tersebut Memberi imbauan agar tidak membuat ogoh-ogoh Pada menyambut Hari Raya Nyepi. Hingga kini, larangan tersebut masih dipatuhi.

“Kami tetap sarankan kepada pemuda-pemudi agar tetap menjalankan aturan yang sudah berjalan. Kalau dilanggar khawatir ada hal negatif. Hingga Pada ini, para pemuda tetap memegang teguh aturan tersebut,” imbuh Lendra.

Meski begitu, rangkaian menjelang Nyepi lainnya tetap dilaksanakan. Termasuk upacara Tawur Agung Kesanga sehari Sebelumnya Nyepi.


(iws/iws)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Dua Desa Adat Ke Tabanan Ini Pantang Membuat Ogoh-Ogoh

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่