Barong Ider Bumi dan 3 Kearifan Lokal Lebaran Khas Banyuwangi


Banyuwangi

Jika berbicara tentang Lebaran, banyak orang langsung teringat Ke opor ayam, ketupat, hingga Kearifan Lokal sungkeman bersama keluarga. Tetapi Hingga ujung timur Pulau Jawa, tepatnya Hingga Banyuwangi, perayaan Idulfitri Memiliki nuansa yang berbeda dan unik.

Komunitas Suku Osing Hingga Area yang dikenal sebagai Bumi Blambangan Memiliki berbagai ritual adat yang masih dilestarikan hingga kini. Kearifan Lokal tersebut biasanya digelar Ke hari-hari Sesudah Idulfitri dan selalu Memikat perhatian warga maupun wisatawan.

Kearifan Lokal Lebaran Komunitas Banyuwangi

Berikut empat Kearifan Lokal Lebaran khas Banyuwangi yang masih rutin digelar setiap tahun.


1. Barong Ider Bumi

Salah satu Kearifan Lokal Lebaran paling terkenal Hingga Banyuwangi adalah Barong Ider Bumi yang digelar Hingga Desa Wisata Kemiren, Kecamatan Glagah. Ritual ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 2 Syawal.

Prosesi Barong Ider Bumi diawali Bersama Kearifan Lokal unik warga yang melempar uang koin bercampur beras kuning serta bunga Hingga jalan. Kearifan Lokal tersebut dipercaya sebagai simbol Sebagai membuang kesialan sekaligus menolak mara bahaya.

Sesudah itu, tiga Barong Osing yang menjadi ikon Kearifan Lokal Dunia Komunitas setempat diarak mengelilingi desa Bersama rute Di dua kilometer. Arak-arakan ini diikuti para sesepuh desa yang membawa dupa sambil melantunkan doa-doa keselamatan Untuk warga.

Puncak Kegiatan ditandai Bersama kenduri atau makan bersama yang digelar Hingga sepanjang jalan desa. Salah satu hidangan khas yang selalu disajikan adalah Pecel Pitik, yaitu ayam kampung berbumbu kelapa yang dimasak Bersama cara tradisional.

Menariknya, pengunjung yang datang juga biasanya diajak ikut menikmati hidangan tersebut bersama warga desa, Agar suasana kebersamaan terasa sangat hangat.

2. Ketupat Sewu

Kearifan Lokal lain yang juga digelar Sesudah Lebaran adalah Ketupat Sewu Hingga Desa Boyolangu. Kearifan Lokal ini dilaksanakan Ke malam hari tanggal 7 Syawal Sesudah salat Isya.

Sesuai Bersama namanya, Ketupat Sewu Memperkenalkan ribuan ketupat yang disiapkan Dari warga desa. Ketupat tersebut Sesudah Itu disantap bersama-sama Di Kegiatan makan bersama yang digelar Hingga sepanjang jalan desa.

Warga berkumpul Hingga atas tikar sambil berdoa bersama Sebelumnya menikmati hidangan. Kearifan Lokal ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga terbuka Untuk para pendatang yang ingin ikut merasakan suasana kebersamaan.

3. Puter Kayun

Ke tanggal 10 Syawal, Komunitas Banyuwangi juga Melakukan Kearifan Lokal Puter Kayun. Kearifan Lokal ini merupakan bentuk napak tilas Sebagai mengenang perjuangan tokoh leluhur bernama Buyut Jaksa yang membuka akses jalan Hingga Area tersebut.

Di Kearifan Lokal ini, warga melakukan konvoi menggunakan dokar atau kereta kuda yang telah dihias. Rombongan Sesudah Itu menempuh perjalanan Di 15 kilometer Ke Pantai Watudodol.

Setibanya Hingga pantai, Kegiatan dilanjutkan Bersama makan bersama atau piknik massal yang menjadi momen kebersamaan Untuk warga.

4. Seblang Olehsari

Kearifan Lokal lain yang tidak kalah Memikat adalah Seblang Olehsari yang digelar Hingga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Waktu pelaksanaannya tidak Memiliki tanggal pasti Lantaran harus menunggu petunjuk Bersama sesepuh desa Sesudah Lebaran.

Ritual Seblang Olehsari Banyuwangi Foto: Ardian Fanani

Ritual ini dikenal unik Lantaran penarinya harus seorang gadis yang berasal Bersama garis keturunan tertentu. Di prosesi tersebut, penari Seblang Berencana menari Di Kemakmuran trance atau tidak sadar diri Lantaran dipercaya dirasuki roh leluhur.

Tarian sakral ini biasanya berlangsung Di tujuh hari berturut-turut. Tujuan Bersama ritual Seblang Olehsari adalah memohon keselamatan serta perlindungan agar desa terhindar Bersama musibah dan Penyakit.

Kearifan Lokal Lebaran Banyuwangi yang Dari Sebab Itu Daya Tarik Wisata

Beragam Kearifan Lokal Lebaran Hingga Banyuwangi tersebut tidak hanya menjadi Dibagian Bersama warisan Kearifan Lokal Dunia Komunitas Suku Osing, tetapi juga menjadi daya tarik wisata Kearifan Lokal Dunia.

Setiap tahunnya, ribuan wisatawan datang Sebagai Merasakan langsung ritual-ritual tersebut. Lantaran itu, Untuk wisatawan yang ingin melihat Kearifan Lokal tersebut secara langsung, disarankan datang lebih awal Lantaran lokasi Kegiatan biasanya dipadati pengunjung.

Selain Merasakan prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati Hidangan khas serta merasakan suasana kebersamaan Komunitas Banyuwangi yang masih menjaga Kearifan Lokal leluhur mereka hingga Pada ini.

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Barong Ider Bumi dan 3 Kearifan Lokal Lebaran Khas Banyuwangi

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่