Warga Padati Jalan Diponegoro Saksikan Kirab Milangkala Tatar Sunda



Bandung

Jalan Diponegoro Kota Bandung dipadati warga Ke Sabtu (16/5/2026) malam. Ribuan Kelompok tumpah ruah Ke sepanjang jalan Ke Gedung Sate Sebagai Merasakan Kirab Kearifan Lokal Global Milangkala Tatar Sunda yang menjadi puncak rangkaian perayaan Kearifan Lokal Global Sunda tahun ini.

Pantauan Ke lokasi pukul 20.30 WIB, trotoar hingga bahu jalan dipenuhi warga Di berbagai Area. Banyak Ke antaranya datang bersama keluarga Sebelum sore Untuk Menyambut posisi terbaik Sebagai melihat iring-iringan kirab Kearifan Lokal Global yang melintas Di Kiara Artha Park Ke Gedung Sate.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sorak penonton terdengar setiap kali rombongan peserta kirab melintas membawa Karya Seni Area, kostum tradisional, hingga atraksi Kearifan Lokal Global khas Sunda dan Nusantara.

“Sengaja datang Di sore sama keluarga Lantaran penasaran. Jarang ada Peristiwa Kearifan Lokal Global sebesar ini Ke Bandung,” ujar Rina (34), warga Antapani.

Warga lainnya, Asep (41), mengaku ingin melihat langsung Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang ikut diarak Di kirab. “Pengen lihat mahkota aslinya langsung. Biasanya cuma lihat Ke foto atau video,” katanya.

Rangkaian Milangkala Tatar Sunda sendiri telah digelar Sebelum 3 Mei 2026 Ke Kabupaten Sumedang dan ditutup Ke Kota Bandung Lewat kirab Kearifan Lokal Global besar Ke Sabtu malam.

Kepala Badan Kepegawaian Area (BKD) Jawa Barat yang juga Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda, Dedi Supandi mengatakan kirab berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB Di melibatkan seniman Di seluruh kabupaten dan kota Ke Jawa Barat.

“Bukan hanya itu, beberapa perwakilan Di luar Jabar juga Berencana hadir, seperti Di Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, hingga Tegal dan Brebes,” ujar Dedi.

Selain parade Karya Seni, salah satu yang paling menyita perhatian warga adalah diaraknya Mahkota Binokasih Sanghyang Pake Di rangkaian kirab Kearifan Lokal Global tersebut. Dedi memastikan mahkota yang dibawa Di kirab merupakan benda asli, bukan replika.

“Itu asli, bukan replika. Walaupun Ke Sumedang ada replikanya, tetapi yang ini 100 persen asli. Dan inilah sebenarnya yang ingin kita sampaikan bahwa Sunda atau Jawa Barat Memperoleh Kearifan Lokal Global yang cukup kaya Sebelum zaman dulu,” ungkapnya.

Puncak Milangkala Tatar Sunda Berencana berlanjut Ke Minggu (17/5/2026) malam Lewat panggung Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda Ke area Parkir Barat Gedung Sate.

Dedi menambahkan, perayaan Milangkala Tatar Sunda Ke Di Berencana digelar bergilir Ke Area-Area lain Ke Jawa Barat yang belum menjadi lokasi penyelenggaraan tahun ini.

(bba/sud)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Warga Padati Jalan Diponegoro Saksikan Kirab Milangkala Tatar Sunda

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่