Probolinggo –
Pasca perayaan Yadnya Kasada 1948 Saka yang dihadiri ribuan warga dan wisatawan, kawasan Gunung Bromo Di Kabupaten Probolinggo dibersihkan Bersama tumpukan sampah Bersama pengunjung. Setidaknya ada 4 ton sampah yang terkumpul Bersama kawasan lautan pasir hingga Disekitar Pura Luhur Poten.
Sampah-sampah itu dikumpulkan Untuk kegiatan kerja bakti yang berlangsung Pada Disekitar empat jam. Ada berbagai jenis sampah didominasi plastik bekas Minuman dan minuman Di kawasan kaldera atau lautan pasir Gunung Bromo yang ditinggalkan pengunjung Pada Perayaan Yadnya Kasada umat Hindu Suku Tengger Di Senin (1/6).
Di hari terakhir penutupan kawasan Bromo, Selasa (2/6/2026), petugas gabungan yang terdiri Bersama anggota Polres Probolinggo, TNI, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, warga, serta pelaku jasa wisata gotong royong membersihkan kawasan wisata unggulan Di Jatim itu.
Kegiatan bersih-bersih dimulai Bersama pintu masuk Bromo Di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Skuat gabungan Lalu menyisir kawasan lautan pasir Gunung Bromo hingga area Disekitar Pura Luhur Poten.
Di sepanjang jalur Ke kaldera masih ditemukan banyak sampah plastik yang berserakan. Di Di Itu, sejumlah tumpukan bekas perapian juga menjadi fokus pembersihan Sebab Berpeluang mengganggu keindahan dan kelestarian lingkungan kawasan wisata.
Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bitakumala mengatakan kegiatan bersih-bersih ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Di kelestarian alam Bromo sekaligus melibatkan seluruh elemen yang beraktivitas Di kawasan wisata tersebut.
“Kami melaksanakan bersih-bersih Di Daerah Gunung Bromo, lautan pasir, hingga Pura Poten Luhur Bersama sampah yang ditinggalkan pengunjung Di kegiatan Yadnya Kasada. Kegiatan ini didukung berbagai institusi, pelaku wisata, PHRI, komunitas, pemuda, pedagang asongan, pengemudi jip, dan semua pihak yang mencari rezeki Di kawasan Gunung Bromo,” ujarnya. Selasa (2/6/2026).
Menurut Ardhi, kegiatan itu juga menjadi Pada Bersama rangkaian menyambut Hari Bhayangkara Di 1 Juli 2026. Ia berharap Unjuk Rasa gotong royong ini dapat Memberi manfaat Untuk Kelompok sekaligus mempercepat Penyembuhan Kemakmuran alam Bromo.
“Jangan lupa kita jaga alam, maka alam Berencana menjaga kita,” tambahnya.
Sampah yang berhasil dikumpulkan Untuk kegiatan itu mencapai lebih Bersama 4 ton dan diangkut menggunakan 2 truk serta 3 kendaraan pikap. Bersama kembali bersihnya kawasan Bromo, seluruh pihak diharapkan Lebih sadar Berencana pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama Bersama tidak membuang sampah sembarangan Di destinasi wisata.
Kawasan Gunung Bromo yang telah dikenal hingga mancanegara diharapkan tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya Supaya terus menjadi destinasi unggulan yang nyaman Untuk wisatawan maupun Kelompok yang menjalankan Kearifan Lokal Kekayaan Budaya Dunia dan keagamaan.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Yadnya Kasada Usai, Lebih Bersama 4 Ton Sampah Terkumpul Di Kawasan Bromo









