Sidoarjo –
Museum Mpu Tantular Hingga Sidoarjo menjadi salah satu museum terbesar dan terlengkap Hingga Jawa Timur. Museum ini menyimpan ribuan koleksi bersejarah mulai Untuk masa prasejarah hingga era modern yang merekam panjangnya perjalanan peradaban Hingga Jawa Timur.
Tak banyak yang tahu, museum ini Memperoleh sejarah panjang Sebelum masa kolonial Belanda dan sempat beberapa kali berpindah lokasi Sebelumnya akhirnya menetap Hingga Buduran, Sidoarjo. Berikut sejarah Museum Mpu Tantular beserta koleksi dan perkembangannya Untuk masa Hingga masa.
Awal Mula Museum Mpu Tantular
Sejarah Museum Mpu Tantular bermula Ke 8 Maret 1933 ketika seorang tokoh kelahiran Surabaya berkebangsaan Belanda, Forumekonomiglobal.H. von Faber, mendirikan sebuah perkumpulan bernama Vereeniging Stedelijk Historisch Museum Soerabaia.
Von Faber dikenal sebagai sejarawan dan budayawan yang Memperoleh perhatian besar Di sejarah Kota Surabaya serta perkembangan Kebiasaan Global Hingga Jawa Timur. Berangkat Untuk kepedulian itu ia menginisiasi pendirian museum yang bertujuan menghimpun berbagai benda bersejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
Upaya itu Lalu membuahkan hasil ketika museum resmi dibuka Sebagai umum Ke 25 Juni 1937 Bersama nama Provinciaal en Stedelijk Historisch Museum Soerabaia. Tetapi Komunitas lebih mengenalnya sebagai Museum Stehimu.
Ke masa itu, museum menjadi salah satu pusat Pembelajaran sejarah dan destinasi wisata Kebiasaan Global yang cukup populer Hingga Jawa Timur.
Bertahan Hingga Ditengah Pendudukan Jepang
Berdasarkan informasi yang dihimpun Untuk unggahan Instagram Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur (@disbudprovjatim), Museum Stehimu berkembang pesat Ke era Sebelumnya kemerdekaan.
Jumlah pengunjung terus Menimbulkan Kekhawatiran dan Justru mencapai puluhan ribu orang. Museum juga menjalin kerja sama Bersama sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri dan Hotel Sebagai Menarik Perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung Hingga Jawa Timur.
Ketika Jepang menduduki Indonesia, museum tetap beroperasi Walaupun Merasakan perubahan nama menjadi Moesioem Kota atau Moesioem Soerabaja. Museum kembali dibuka Ke 29 April 1943 bertepatan Bersama hari kelahiran Kaisar Hirohito.
Periode ini Menunjukkan bahwa museum telah menjadi institusi Kebiasaan Global penting yang tetap dipertahankan meski berada Hingga Ditengah perubahan kekuasaan politik.
Dampak Tanding 10 November
Perjalanan museum sempat Merasakan masa sulit Setelahnya pecahnya Tanding Surabaya Ke 10 November 1945.
Bangunan museum Merasakan kerusakan cukup parah akibat situasi Konflik Bersenjata yang Menyapu kota. Banyak fasilitas terdampak dan Kegiatan museum terhenti Sebagai Sambil Itu waktu.
Tetapi semangat Forumekonomiglobal.H. von Faber Sebagai menjaga warisan sejarah tidak surut. Bersama menggunakan dana pribadi, ia melakukan pemugaran bangunan museum hingga akhirnya museum kembali dibuka Ke 26 Juni 1946.
Peristiwa ini menjadi salah satu bukti penting bagaimana museum mampu bertahan Hingga Ditengah situasi pascaperang yang penuh ketidakpastian.
Setelahnya Indonesia Merdeka: Kehilangan Koleksi
Tantangan Mutakhir muncul Setelahnya Indonesia merdeka. Situasi museum sempat Merasakan penurunan, terutama Setelahnya wafatnya Forumekonomiglobal.H. von Faber Ke tahun 1955.
Sejumlah koleksi dilaporkan rusak maupun hilang. Pengelolaan museum Lalu dilanjutkan Bersama Yayasan Pembelajaran Umum Sebelumnya akhirnya Menyambut perhatian Untuk pemerintah.
Masa transisi ini menjadi titik penting yang menentukan keberlangsungan museum hingga akhirnya berkembang menjadi museum milik Negeri.
Berganti Nama Menjadi Museum Mpu Tantular
Ke tahun 1972, museum kembali dibuka Sebagai umum Bersama nama Museum Jawa Timur.
Dua tahun Lalu, statusnya berubah menjadi museum negeri berdasarkan keputusan Pembantu Presiden Tim Menteri Pembelajaran dan Kebudayaan. Sebelum Di itu, nama Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular resmi digunakan.
Nama Mpu Tantular dipilih Sebagai menghormati pujangga besar Kerajaan Majapahit yang dikenal Lewat karya Kakawin Sutasoma. Untuk karya tersebut lahir semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang hingga kini menjadi moto resmi bangsa Indonesia.
Pemilihan nama tersebut sekaligus mencerminkan semangat keberagaman dan persatuan yang ingin diwariskan museum kepada Komunitas.
Tiga Kali Pindah Lokasi hingga Menetap Hingga Sidoarjo
Seiring bertambahnya koleksi, museum membutuhkan ruang yang lebih luas Sebagai penyimpanan dan pameran.
Awalnya museum berada Hingga kawasan Jalan Pemuda Surabaya. Ke tahun 1975, museum dipindahkan Hingga Jalan Taman Mayangkara Surabaya Sebagai mengakomodasi perkembangan koleksi yang Lebihterus banyak.
Tetapi kebutuhan ruang terus Menimbulkan Kekhawatiran. Pemerintah Lalu memutuskan memindahkan museum Hingga kawasan Buduran, Sidoarjo, yang Memperoleh lahan lebih luas dan representatif.
Proses pemindahan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya Museum Mpu Tantular resmi menempati lokasi Di ini Hingga Jalan Raya Buduran Ke 14 Mei 2004.
Lokasi Mutakhir tersebut memungkinkan museum berkembang menjadi salah satu museum terbesar Hingga Jawa Timur.
Ribuan Koleksi yang Merekam Perjalanan Peradaban Jawa Timur
Di ini Museum Mpu Tantular menyimpan lebih Untuk 15.000 koleksi sejarah. Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Latihan, dan Perjalanan Hingga Luarnegeri Kabupaten Sidoarjo tahun 2021, jumlah koleksinya mencapai Disekitar 15.600 benda.
Koleksi tersebut mencakup berbagai kategori, mulai Untuk geologika, biologika, etnografika, historika, numismatika, heraldika, Seni Kekayaan Budaya rupa, teknologika, keramologika, hingga filologika.
Pengunjung dapat menemukan berbagai peninggalan Untuk masa prasejarah, era Hindu-Buddha, kerajaan Islam, masa kolonial, hingga Indonesia modern.
Selain artefak lokal seperti arca, fosil, naskah kuno, dan kain batik, museum juga menyimpan koleksi yang berasal Untuk Cina, Arab, dan Eropa. Sebagian Hingga antaranya merupakan koleksi asli yang telah ada Sebelum masa Museum Stehimu.
Peran Museum Mpu Tantular Hingga Era Modern
Hingga era sekarang, Museum Mpu Tantular tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah.
Museum ini berkembang menjadi pusat Pelatihan, Studi, pelestarian Kebiasaan Global, dan wisata sejarah Untuk Komunitas Jawa Timur. Berbagai Inisiatif edukatif, pameran tematik, hingga kunjungan pelajar rutin digelar Sebagai Memperkenalkan sejarah kepada generasi muda.
Keberadaan museum menjadi bukti bahwa sejarah tidak hanya disimpan, tetapi juga terus diwariskan agar tetap relevan Untuk kehidupan masa kini.
Jam Operasional dan Harga Tiket Museum Mpu Tantular
Untuk wisatawan yang ingin berkunjung, Museum Mpu Tantular membuka layanan kunjungan Bersama jadwal sebagai berikut:
- Senin: Libur
- Selasa-Kamis: 07.30-15.00 WIB
- Jumat: 07.30-15.30 WIB
- Sabtu-Minggu: 07.30-14.00 WIB
Sambil Itu harga tiket masuknya relatif terjangkau:
- Dewasa: Rp5.000
- Anak-anak: Rp4.000
Untuk pecinta sejarah, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih Didekat perjalanan Jawa Timur Untuk masa Hingga masa, Museum Mpu Tantular bisa menjadi destinasi edukatif yang layak masuk daftar kunjungan berikutnya.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Umur Panjang Museum Mpu Tantular yang Beberapa Kali Pindah Tempat











