Solo –
Selasa (16/6) malam hingga Rabu (17/6) dini hari tadi, Keraton Solo menghelat kirab malam 1 Suro. Dua kubu Alat Buwono (PB) XIV mempunyai tindakan berbeda soal pusaka keraton yang dikeluarkan Di kirab itu.
Kubu PB XIV Mangkubumi Keluarkan 14 Pusaka
Pantauan detikJateng, kirab pertama dilaksanakan kubu PB XIV Mangkubumi. Tepat Rabu (17/6/2026) pukul 00.00 WIB, rombongan keluar Bersama Kori Kamandungan. Tiga ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet diarak paling Di bersama sejumlah pusaka, diikuti abdi dalem dan peserta kirab.
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menuturkan, pelaksanaan kirab berjalan lancar. Ia juga Membeberkan berapa pusaka yang dikeluarkan Di kirab.
“(Kirab berjalan) Baik. Kita doakan semua sesuai Bersama Wacana. (Berapa pusaka?) 14 pusaka,” kata Tedjowulan, kepada awak media, Selasa (16/6).
Sambil Itu Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi, menerangkan pusaka-pusaka itu dikeluarkan atas perintah (dawuh) PB XIV Mangkubumi. Pasalnya, kubu PB XIV Purbaya memutuskan tidak Menerbitkan pusaka.
“Iya (yang Menerbitkan pusaka Bersama PB XIV Mangkubumi). Kemarin Di Di Pertemuan, yang Di sana tidak Menerbitkan, Supaya kita yang Menerbitkan. Walaupun kita tadinya juga siap, kalau mau sama-sama ya monggo. (Jumlahnya) 14 pusaka,” kata Eddy.
Kubu PB XIV Purbaya Tak Keluarkan Pusaka
Pengageng Paran Parakarsa PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat atau Kanjeng Dany, menjelaskan pihaknya memutuskan tidak Menerbitkan satu pusakapun Di kirab Di malam 1 Suro itu.
“Bersama pertimbangan berbagai macam hal, termasuk prioritas keselamatan pusaka dan lain hal, maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Alat Buwono XIV (Purbaya) memutuskan Sebagai tidak miyoskan (Menerbitkan) pusaka malam hari ini,” katanya kepada awak media Di Keraton Solo, Rabu (17/6) dini hari.
Dany mengatakan bahwa rangkaian peringatan Malam 1 Suro tidak hanya kirab saja. Melainkan banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya haul dalem Alat Buwono X.
“Upacara peringatan Malam 1 Suro itu bukan cuma kirab saja. Akansegera tetapi, ada khaul dalem Alat Buwono X, terus ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat Di Masjid Pujosono, terus ada juga doa Di Bandengan, dan lain sebagainya. Rangkaian upacaranya banyak sekali,” terangnya.
Di ditanya apakah batalnya kirab pusaka Sebab keduluan Bersama pihak PB XIV Mangkubumi, Kanjeng Dany menampik. Ia menegaskan perintah tersebut dikeluarkan PB XIV Purbaya Di momen-momen akhir.
“Kemarin Di Pertemuan disampaikan ada kemungkinan seperti itu. Ketika kita mengkaji lagi, lalu disampaikan kepada Sinuhun, lalu Sinuhun Bersama otoritas beliau, maka beliau menyampaikan dawuh Di last minute Sebagai tidak miyoskan pusaka. Itu kenapa beberapa jam yang lalu oncor (obor) kayak penerangan dan lain sebagainya ditarik kembali Di tempat penyimpanannya,” bebernya.
“(Keputusan pusaka tidak keluar ini bukan Sebab adanya pihak lain yang sudah melakukan kirab?) Tidak, tidak. Intinya otoritas pusaka keraton adalah otoritas Bersama Sinuhun yang bertakhta, SISKS Pakubuwono Di-14. Dibuktikan malam ini beliau ketika tidak miyoskan pusaka, Ndalem Ageng Di posisi terkunci dan aman pusakanya, dan lain sebagainya, seperti itu,” sambungnya.
Diketahui, dualisme raja Di Keraton Solo muncul Sebelum akhir tahun lalu. Kepuasan itu dipicu Dari wafatnya Raja Keraton Solo PB XIII Hangabehi Di November 2025.
Beberapa Di Lalu, putra bungsunya yang bernama Gusti Purbaya lantas mengukuhkan diri sebagai PB XIV. Tetapi, tak lama Lalu, kakaknya juga mengukuhkan diri sebagai PB XIV.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo, Beda Raja Beda Pusaka











