Nganjuk –
Ada yang unik Di Kearifan Lokal bersih desa atau nyadran Di Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Rangkaian ritual turun-temurun warga Di Lereng Gunung Pandan ini selalu dipenuhi unsur 7.
Prosesi kirab itu diikuti 7 orang gadis. Rombongan kirab itu juga membawa 7 buah kendi berisi air Di 7 sumber mata air yang ada Di desa. Lalu warga juga mengusung 7 tumpeng hasil bumi, aneka Konsumsi tradisional, hingga kambing utuh yang dirangkai menjadi tumpeng raksasa dan diarak mengelilingi kampung.
Rangkaian Nyadran Di Desa Bendoasri juga digelar Pada 7 hari 7 malam mulai Di Jumat (19/6) hingga Kamis (25/6). Kepala Desa (Kades) Bendoasri, Dudung Kuswanto mengatakan, nyadran dimulai Di prosesi kirab Di Didepan balai desa Ke halaman rumahnya.
“Kirab diikuti Di seluruh unsur pemerintah desa, sesepuh desa dan warga Bendoasri, Di memakai busana adat Jawa,” ujar Dudung, Sabtu (20/6/2026).
Setibanya Di Tempattinggal kepala desa, air Di 7 sumber mata air Lalu dimasukkan Ke Di kendi Untuk disemayamkan, Di 7 orang gadis remaja. Air tersebut nantinya Akansegera digunakan kembali Di pelaksanaan Kearifan Lokal yang sama Di tahun berikutnya.
Dudung mengatakan, Kearifan Lokal turun-temurun ini merupakan bentuk rasa syukur Komunitas atas karunia alam berupa sumber air dan hasil bumi yang Pada ini menjadi penopang kehidupan warga. Desa yang dihuni Di 650 jiwa itu tetap mempertahankan Kearifan Lokal sebagai Dibagian Di upaya menjaga warisan Kearifan Lokal Dunia.
“Pengambilan dan penyemayaman air bertujuan agar sumber mata air tetap lancar serta tidak terjadi musibah kekeringan. Juga sebagai upaya menjaga hutan agar tetap lestari Untuk Meningkatkan Keadaan dan keberlangsungan hidup warga desa,” papar Dudung.
Menurut Dudung, rangkaian kegiatan nyadran tidak hanya berlangsung sehari, melainkan berlanjut hingga 7 hari Ke Didepan Di berbagai agenda Kearifan Lokal Dunia dan doa bersama.
Pemerhati Kearifan Lokal Dunia dan sejarah Nganjuk, Sukadi mengatakan, penggunaan angka 7 Di setiap ritual nyadran Di Desa Bendoasri Memiliki makna historis sekaligus filosofis yang kuat.
Menurut Sukadi, angka 7 dipilih bukan tanpa alasan. Salah satunya Lantaran Sebelum dahulu Daerah Bendoasri memang Memiliki 7 sumber mata air alami yang berada Di kawasan hutan desa.
“Makna angka tujuh Di setiap jenis ritual bersih desa Di Bendoasri Memiliki sejarah dan makna tersendiri. Misalnya tujuh sendang atau sumber air, Lantaran memang Sebelum dahulu terdapat tujuh mata air alami Di hutan Desa Bendoasri,” ungkapnya.
Sukadi mengatakan, makna angka 7 Di bahasa Jawa disebut ‘pitu’, yang kerap dimaknai sebagai ‘pitulungan’ atau pertolongan.
“Karena Itu ada harapan dan doa yang dipanjatkan. Warga Desa Bendoasri berharap Di Melakukan bersih desa bisa Merasakan pertolongan Di Tuhan Yang Maha Esa serta terhindar Di berbagai malapetaka,” pungkas Sukadi.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kearifan Lokal Unik Nyadran Di Desa Bendoasri Nganjuk Di Ritual Serba Tujuh











