Bandung –
Kalau membaca Bacaan Pramoedya Ananta Toer berjudul ‘Jalan Raya Pos, Jalan Daendels’, Berencana terulas sepintas mengenai Area yang kini secara administratif berstatus sebagai kota Hingga Didekat Bandung, yakni Kota Cimahi.
Pram menggambarkan bahwa jalan yang dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda itu melintasi Area tersebut, yang ketika itu telah ditetapkan sebagai Area pemusatan militer.
Hingga kini, Hingga Cimahi terdapat berbagai markas dan pusat Belajar (Pusdik) ketentaraan serta Fasilitas Medis. Akan Tetapi, nama Cimahi Terbaru disandang Hingga Sesudah Itu hari. Sebelumnya, Area ini dikenal Bersama nama Cikolokot. Simak yuk kisahnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cikolokot atau Cilokotot?
Pramoedya Ananta Toer hanya memberi ulasan satu paragraf saja tentang Cimahi. Menurutnya, Sebelumnya tahun 1913, nama Area ini adalah Cikolokot.
Dikutip Di sumber lain, Cikolokot ditulis pula Cilokotot. Kata Di bahasa Sunda ini berarti air rawa atau eceng gondok. Menurut Pram, perubahan nama Di Cikolokot menjadi Cimahi terjadi Di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Joannes Benedictus van Heutsz (1851-1924).
“Hingga Cikolokot dibangun tangsi besar KNIL Bersama Fasilitas Medis militer yang juga besar. Mulai Di Di Itu Cimahi menjadi kota militer.” tulis Pram.
Nama Cikolokot sebagaimana ditulis Pram, ditulis Di sebuah dokumen Bersama tulisan Cilokotot. Hingga antaranya, seperti dikutip Di laman resmi lembaga kearsipan Pemerintah Kota Cimahi tentang surat pengangkatan wedana Cilokotot.
“Berdasarkan Besluit tanggal 23 April 1887 No. 13 Raden Padma Kusumah diangkat menjadi Wedana Cilokotot Bersama gaji f.200, Di besluit itu dilampirkan surat Direktur Binnenlandsch Bestuur (Di Negeri) tanggal 22 April 1887 No.5 tentang Usulan Raden Padma Kusumah sebagai Wedana Cilokotot,” tulis laman itu.
Nama Cimahi
Menurut asal-usul katanya, Cimahi tersusun Di dua kata, yaitu ‘ci’ yang berarti air, dan ‘mahi’ yang berarti cukup. ‘Air yang cukup’ merujuk Di Kebugaran geografis Area ini yang punya sumber air melimpah. Karenanya, air itu dapat mencukupi kebutuhan penduduknya.
Dikutip Di laman resmi Pemkot Cimahi, Di artikel berjudul ‘Sejarah Cimahi’, diuraikan perjalanan kota ini Ke Lokasi otonom berlangsung Lewat proses yang cukup panjang.
Awalnya, berdasarkan Staatsblad tahun 1935, Cimahi berstatus sebagai sebuah kecamatan. Seiring perkembangan Area dan meningkatnya Karya pemerintahan, Di tahun 1962 statusnya ditingkatkan menjadi Area setingkat kewedanaan yang membawahi empat kecamatan, yakni Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat.
Perkembangan Cimahi terus berlanjut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1975 tentang Pembentukan Kota Administratif, status Cimahi resmi ditingkatkan Di kecamatan menjadi Kota Administratif yang berada Hingga bawah Area Kabupaten Bandung.
Peresmian Kota Administratif Cimahi dilakukan Di 29 Januari 1976. Di itu, Cimahi tercatat sebagai kota administratif pertama Hingga Jawa Barat dan kota administratif ketiga Hingga Indonesia.
Pembentukan Kota Administratif Cimahi mengacu Di Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Hingga Lokasi dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1975. Di status tersebut, pemerintahan Cimahi dipimpin Bersama seorang Wali Kota Administratif yang bertanggung jawab kepada Bupati Bandung.
Area Kota Administratif Cimahi Memperoleh luas Disekitar 4.025,73 hektare dan merupakan Pada Di Kabupaten Bandung Utara sebagaimana diatur Di Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Lokasi-Lokasi Kabupaten Hingga Provinsi Jawa Barat.
Memasuki dekade 1990-an, Cimahi Merasakan perkembangan yang sangat pesat, baik Di sisi pembangunan maupun Kemajuan jumlah penduduk. Data Menunjukkan, jumlah penduduk Bersama rata-rata Kemajuan Disekitar 2,12 persen per tahun. Peningkatan tersebut berdampak Di Lebih besarnya beban penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta pelayanan kepada Komunitas.
Melihat pesatnya perkembangan Area dan meningkatnya kebutuhan pelayanan publik, pemerintah Sesudah Itu memandang perlu Meningkatkan status pemerintahan Cimahi. Upaya tersebut akhirnya terwujud Di tahun 2001, ketika Cimahi resmi ditetapkan sebagai kota otonom.
(orb/orb)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Asal-usul Nama Kota Cimahi











