Dispar Bali Dorong Standarisasi Akomodasi Wisata Internasional

DENPASAR – Dinas Wisata Internasional (Dispar) Provinsi Bali melakukan verifikasi lapangan Inisiatif Bali Kerthi Compliance. Upaya itu Bagi memperkuat tata kelola usaha Wisata Internasional yang berkualitas, berbasis Kearifan Lokal Dunia, berkelanjutan, dan taat regulasi.

Inisiatif prioritas Pemerintah Provinsi Bali ini menjadi instrumen Bagi memastikan seluruh usaha akomodasi memenuhi aspek legalitas, standar pelayanan, serta implementasi berbagai Aturan Lokasi Di mendukung Wisata Internasional Bali yang berkualitas.

Verifikasi perdana Ke Rabu (5/8/2026) menyasar empat hotel Ke kawasan Nusa Dua, yakni The Laguna Resort & Spa, The St. Regis Bali Resort, The Apurva Kempinski Bali, dan The Sadara Resort.

Audit dilakukan Regu lintas sektor yang melibatkan Dispar Bali, DPMPTSP, Regu Percepatan, auditor, dan asosiasi Wisata Internasional. Regu dipimpin Ketua Regu Audit Perizinan Usaha Wisata Internasional, Peregangan Iswara.

Peregangan Iswara mengatakan Bali Kerthi Compliance difokuskan Ke tiga aspek utama, yakni administrasi, standardisasi usaha, dan Ketahanan.

Aspek administrasi mencakup legalitas usaha, seperti perizinan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), NPWP, hingga kewajiban perpajakan. Aspek standardisasi meliputi standar pelayanan, Perlindungan, mitigasi bencana, dan operasional hotel.

Sedangkan aspek Ketahanan menilai implementasi Aturan Pemprov Bali, seperti pengelolaan sampah berbasis sumber, pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan busana adat dan aksara Bali, serta Inisiatif pelestarian lingkungan.

“Harapannya Bali dapat memperkuat tata kelola Wisata Internasional berkualitas Di Menampilkan pelaku usaha yang lebih bertanggung jawab. Responsible host Berencana Menarik Perhatian lebih banyak responsible visitor,” ujar Peregangan.

Menurutnya, Inisiatif ini juga menjadi solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi sektor Wisata Internasional, seperti pembangunan tanpa izin, alih fungsi lahan, akomodasi ilegal, hingga pelaku usaha yang belum memenuhi kewajiban perpajakan.

Ia mengungkapkan, Ke 2024 terdapat Di 12 ribu akomodasi resmi Ke Bali, Sambil Itu properti yang terdaftar Ke platform Online Travel Agent (OTA) mencapai hampir 19 ribu unit. Sesudah dilakukan sosialisasi Di setahun, jumlah akomodasi resmi Menimbulkan Kekhawatiran menjadi Di 17 ribu unit.

Penilaian Bali Kerthi Compliance menggunakan 36 indikator. Hotel Di nilai 70–79 persen memperoleh predikat Gold, nilai 80–89 persen Memperoleh Platinum, sedangkan predikat tertinggi Diamond diberikan kepada hotel yang memenuhi seluruh indikator.

Ke Didepan, label tersebut Berencana diintegrasikan Di platform OTA Agar wisatawan dapat mengetahui tingkat kepatuhan hotel Di standar yang ditetapkan Pemprov Bali.

Di verifikasi lapangan, keempat hotel memaparkan berbagai praktik Ketahanan, mulai Di penggunaan panel surya, Sepeda Listrik, pengelolaan sampah berbasis sumber, Keahlian desalinasi air laut, hingga Inisiatif konservasi lingkungan dan pemberdayaan Kelompok.

Kepala Bidang Industri Wisata Internasional dan Ekonomi Kreatif Dispar Bali, I Ketut Yadnya Winarta, mengatakan Bali Kerthi Compliance dirancang Bagi membangun identitas Wisata Internasional Bali yang mampu bersaing Ke tingkat internasional tanpa meninggalkan karakter Kearifan Lokal Dunia lokal.

“Standar yang digunakan mengacu Ke praktik internasional dan diperkaya Di indikator berbasis kearifan lokal Bali. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Wisata Internasional Bali yang berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan verifikasi dilakukan sebagai pembinaan, bukan Bagi Memberi Pembatasan kepada pelaku usaha.

Sambil Itu, perwakilan The Laguna Resort & Spa dan The St. Regis Bali Resort, I Dewa Gede Putrayadnya, Merespons Positif Inisiatif tersebut.

Menurutnya, Bali Kerthi Compliance Memberi kepastian mengenai standar perizinan dan tata kelola yang harus dipenuhi pelaku usaha, sekaligus Memperbaiki Perlindungan, kenyamanan, dan kepastian Berusaha.

Ke tahap awal implementasi, keempat hotel yang diverifikasi berhasil memenuhi seluruh indikator Agar meraih predikat tertinggi Bali Kerthi Diamond.

Predikat tersebut diharapkan menjadi acuan Bagi usaha akomodasi lain Di menerapkan tata kelola Wisata Internasional yang taat regulasi, berbasis Kearifan Lokal Dunia, dan berkelanjutan. (*)

Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Dispar Bali Dorong Standarisasi Akomodasi Wisata Internasional

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่