Lombok Ditengah -
Ratusan Kelompok Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Ditengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berduyun-duyun mengikuti Perayaan Seni Mobok Balang atau memburu belalang Ke area persawahan malam hari. Kegiatan tersebut merupakan salah satu warisan Kebiasaan Global Kelompok Suku Sasak Ke Pulau Lombok.
Warga ramai-ramai membawa obor sebagai penerangan Sebagai mencari belalang Ke sawah. Diketahui, Mobok Balang tidak hanya sekadar berkaitan Didalam Kegiatan mencari belalang, tetapi juga Memiliki nilai sosial, ekonomi, Kebiasaan Global hingga lingkungan. Kebiasaan tersebut dilakukan secara bersama-sama Ke area persawahan dan ladang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok Menahan belalang Sebagai dimanfaatkan sebagai tambahan bahan Hidangan yang kaya protein sekaligus Pada Untuk kehidupan Kelompok agraris Untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Untuk Perayaan Seni tersebut, terdapat juga puluhan stand Usaha Kecil Menengah yang menjual aneka jenis Hidangan lokal. Seperti, pencok, urap-urap, pelecing, jagung bakar, pisang goreng, gorengan, bebetok, sate siput, sate ayam, kelepon, jaje tujak dan tentunya sambel belalang.
Area tersebut dinamakan sebagai Pasar Balang yang biasanya buka setiap Minggu atau Di kegiatan car free day (CFD). Selain menjual makan lokal, para pedagang juga menjual jajanan Terkini. Seperti, donat, martabak, burger, sosis bakar dan lain-lain.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Untuk sambutannya mengingatkan Kelompok Desa Tanak Beak, Sebagai menjaga kelestarian lingkungan sekaligus situs-situs bersejarah yang masih tersimpan Ke kawasan tersebut.
“Sebelum beberapa tahun yang lalu, saya sudah jatuh cinta sama Tanak Beak ini. Keindahan alamnya, cuacanya enak, senyum masyarakatnya juga cerah, dan Kelompok sangat Senang,” ujarnya Sebelumnya membuka Perayaan Seni Mobok Balang, Sabtu.
Iqbal Setelahnya Itu menitipkan dua pesan penting kepada Kelompok Tanak Beak. Pertama, berkaitan Didalam lingkungan. Menurutnya, Situasi lingkungan Tanak Beak yang masih terjaga tidak hanya penting Untuk Kelompok setempat, tetapi juga Untuk warga Ke Daerah lain yang berada Ke sepanjang aliran sungai.
“Tanak Beak ini lingkungannya masih luar biasa baik, masih terjaga. Yang hidup Untuk lingkungan yang sehat Ke Tanak Beak ini bukan hanya warga Tanak Beak. Warga yang lain Ke bawah aliran sungai ini semua sangat tergantung kepada sehatnya lingkungan Ke Tanah Beak,” ujarnya.
Lantaran itu, Iqbal meminta Kelompok tidak menebang pohon sembarangan, merusak sungai, maupun membuang sampah Di lingkungan. Ia menyebut, hal itu Berencana menjadi ancaman serius Untuk Kelompok jika dilakukan.
“Jaga lingkungan ini. Jangan tebang pohon-pohon kalau tidak perlu, jangan rusak sungai. Manfaatkan sungai tapi jangan dirusak. Jangan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Menurutnya, kelestarian Tanak Beak harus dipertahankan agar generasi mendatang tetap bisa menikmati lingkungan yang sehat dan keindahan alam yang sama seperti Di ini.
“Jangan kita mewariskan generasi yang lemah. Kita mau keindahan Tanak Beak yang kita temui dan lihat Ke hari ini bisa kita wariskan kepada generasi yang Berencana datang Untuk keadaan sama indahnya, sama baiknya, dan sama sehatnya lingkungannya,” tuturnya.
Mantan Dubes RI Sebagai Turki ini mengatakan, kawasan Tanak Beak merupakan salah satu lokasi yang masih menyimpan jejak dampak letusan besar Gunung Samalas Ke 1257. Ke sejumlah titik, kata Iqbal, masih terdapat situs dan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan masa lalu.
“Kalau menemukan benda-benda Untuk masa lalu yang terkubur Ke sini, supaya diamankan. Kalau perlu dikompensasi, kita kasih kompensasi kepada Kelompok yang menemukan,” katanya.
Dia juga meminta Kelompok segera berkoordinasi Didalam pemerintah Lokasi maupun Dinas Kebudayaan Provinsi NTB apabila menemukan artefak atau benda yang diduga Memiliki nilai sejarah.
“Jangan sungkan-sungkan kontak Pak Kadis Kebudayaan, baik Ke Lombok Ditengah maupun Ke Mataram. Lantaran banyak benda-benda bersejarah yang terkubur Ke Tanah Beak ini,” imbuhnya.
Menurutnya, benda-benda tersebut tidak sekadar Memiliki nilai material, tetapi menyimpan cerita dan pengetahuan mengenai kehidupan Kelompok Ke masa lalu.
“Banyak cerita Ke balik benda-benda yang ditemukan itu. Ada banyak pelajaran Ke balik benda-benda yang ditemukan itu,” katanya.
Iqbal mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB Ditengah memikirkan langkah konservasi Di berbagai peninggalan tersebut. Ia menyebut, Untuk artefak yang telah ditemukan, ia menilai Tanak Beak Memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi kawasan yang maju Ke masanya.
“Kalau kita lihat Sambil ini, Untuk artefak-artefak peninggalan, benda-benda yang ditinggalkan itu, sebenarnya kita lihat bahwa dulu Tanah Beak ini Lokasi yang sangat maju,” pungkasnya.
(hsa/hsa)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Perayaan Seni Mobok Balang Ke Lombok Ditengah, Ratusan Warga Berburu Belalang











