Pangandaran –
Bagi merawat warisan Kearifan Lokal Global leluhur sekaligus kecintaannya Di Karyaseni rupa, seorang pemuda Hingga Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, berinisiatif mendirikan galeri khusus koleksi benda-benda antik tempo dulu (buhun).
Pemuda itu bernama Dede Riki Saepudin (30), ia rela merogoh kocek cukup Di serta Membagikan banyak waktu Bagi mewujudkan galeri impiannya tersebut.
Berdiri Hingga atas lahan yang terbilang luas, galeri Dede menampilkan sebuah Tempattinggal sederhana berarsitektur khas tempo dulu Hingga Dibagian tengahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di area pekarangan, berdiri sebuah lumbung padi tradisional Sunda atau yang dikenal Bersama sebutan leuit. Bangunan leuit ini dimanfaatkan secara unik sebagai ruang pamer Sebagai berbagai alat Pertanian antik.
“Tempattinggal ini bukan sekadar Tempattinggal tradisional. Hingga dalamnya tersimpan cerita tentang kehidupan, tentang kerja keras, tentang kecerdikan, dan tentang sebuah peradaban yang pernah tumbuh dan berkembang Hingga tanah Sunda,” kata Dede, Sabtu (12/9/2026).
Galeri tersebut mengoleksi berbagai perabot dapur, alat Pertanian, peralatan Tempattinggal tangga, dan benda-benda tradisional yang dahulu lekat Bersama kehidupan Komunitas Sunda, termasuk perkakas tani yang kini kian langka.
“Sebagian besar benda tersebut kini sudah tidak lagi digunakan, Justru Bisa Jadi sudah tidak dikenal Bersama generasi sekarang,” ucapnya.
Ia mencontohkan benda-benda yang sudah jarang terlihat, seperti lisung, halu, dulang, tampian, dan lain-lain.
“Bagi sebagian orang, benda-benda ini Bisa Jadi hanya terlihat sebagai Produk lama, Bagi kami, setiap benda Memperoleh cerita,” katanya.
Ia bertekad kuat Sebagai mengenalkan alat-alat tradisional yang kini menjadi koleksi Hingga galerinya tersebut.
“Lebih ingin mengenalkan kepada anak-anak zaman sekarang. Lantaran dulang juga kan ada beberapa jenis. Ada dulang yang cuma buat ngakeul, ada yang buat numbuk. Lantaran beda jenis,” katanya.
Dede melanjutkan, lisung pun Memperoleh sejumlah perbedaan dan ciri khas, terutama Di bentuk lubangnya yang tirus, datar (flat), maupun bentuk lainnya.
Pada ini, galeri tersebut masih Di proses pembangunan. Nantinya, setiap perabot dan perkakas Akansegera dilengkapi deskripsi penjelas. “Nanti dijelaskan, Ini lisung Di mana, khas Lokasi mana, gitu,” ucapnya.
Seluruh benda dan perkakas yang terpajang Hingga galeri tersebut dibeli Dede Di warga Disekitar.
“Kalau leuit sendiri memang aslinya ini leuit asli. Cuma sekarang dimodifikasi, Karena Itu fungsinya buat gazebo,” tuturnya.
Ia berharap galeri tersebut lekas rampung serta dapat Menyediakan manfaat dan wawasan Bagi Komunitas.
“Termasuk pengetahuan gimana caranya memproses beras sampai Karena Itu apa, padi sampai Karena Itu beras, sampai dimasak, gitu,” terangnya.
Galeri tersebut memang belum Memperoleh nama resmi. Ia pun menargetkan pembangunannya selesai Di November 2026 nanti.
(yum/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Rawat Kearifan Lokal Global Sunda, Pemuda Pangandaran Bikin Galeri Benda Buhun











