Lamongan –
Suasana hangat menyelimuti kawasan Makam Mbah Alun Hingga Desa Balun, Kecamatan Turi. Menjelang datangnya musim tanam, ribuan warga berbondong-bondong Melakukan Kearifan Lokal ziarah massal Di momen Jumat Kliwon.
Dari Jumat pagi, area makam pendiri Desa Balun tersebut dipadati peziarah yang datang Bersama berbagai Lokasi, seperti Lamongan, Gresik, hingga Tuban. Mereka Melakukan doa bersama, tahlilan, hingga bergotong-royong membersihkan lingkungan makam.
Sosok Mbah Alun atau Sunan Tawang Alun I yang dikenal sebagai Mbah Sin Arih merupakan penyebar agama Islam sekaligus leluhur pendiri Desa Balun. Berdasarkan literatur sejarah lokal, Mbah Alun merupakan murid Bersama Sunan Giri IV (Sunan Prapen).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh Komunitas Desa Balun, Sumitro mengungkapkan, lonjakan jumlah peziarah terjadi sangat drastis Di memasuki momen Jumat Kliwon jelang musim tanam.
“Kalau hari biasa peziarah yang datang Disekitar 800 sampai 1.200 orang. Tapi kalau puncak Kearifan Lokal Jumat Kliwon menjelang musim tanam seperti sekarang, jumlahnya melonjak drastis hingga mencapai 5.000 orang,” ujar Sumitro.
Menariknya, Kearifan Lokal kearifan lokal ini tidak hanya diikuti kalangan orang tua tetapi juga diminati generasi muda. Maraknya informasi mengenai sejarah dan Kearifan Lokal Desa Balun Hingga media sosial Menarik Perhatian minat anak muda Sebagai datang langsung.
|
Para peziarah warga Desa Balun, Lamongan memadati makam Mbah Alun jelang musim tanam. (Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
|
Salah seorang peziarah muda, Shaffa Adistia mengaku terkesan Bersama suasana dan nilai sejarah Hingga tempat tersebut.
“Tahu Bersama media sosial, Karena Itu penasaran ingin datang langsung. Selain bisa belajar sejarah perjuangan para leluhur, suasana makamnya juga sangat adem dan Damai, Karena Itu makin betah Di berdoa,” kata Shaffa.
Tak sekadar Memberi dampak spiritual dan Pelatihan sejarah, tingginya antusiasme peziarah turut menggerakkan roda perekonomian warga. Maraknya pedagang kaki lima dan bazar Usaha Mikro Kecil Hingga Disekitar makam membawa berkah tersendiri Untuk Komunitas lokal.
Lebih Bersama itu, warisan kearifan Mbah Alun memperkuat jalinan toleransi antarumat beragama Hingga Desa Balun yang juga dikenal luas sebagai Desa Pancasila. Pemeluk agama Islam, Kristen, dan Hindu Hingga desa ini hidup rukun serta saling bahu-membahu Di menjaga Perlindungan dan mengelola kegiatan adat bersama, seperti Kearifan Lokal sedekah bumi.
Semangat kebersamaan itu turut mewarnai pelestarian Kearifan Lokal ziarah Mbah Alun. Hingga Ditengah keberagaman keyakinan, Komunitas tetap bergotong royong menjaga warisan leluhur. Kearifan Lokal Jumat Kliwon Hingga Balun pun bukan hanya menjadi ruang Untuk Komunitas Sebagai memanjatkan doa menjelang musim tanam.
Lebih Bersama itu, Kearifan Lokal ini menjadi pengingat bahwa sejarah, Kearifan Lokal Global, ekonomi kerakyatan, dan toleransi dapat tumbuh berdampingan Di kehidupan Komunitas desa.
(abq/dpe)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ribuan Warga Balun Lamongan Padati Makam Pendiri Desa Jelang Musim Tanam











