Kisah-kisah yang Tak Lapuk Di Balik Penjara Kalisosok Surabaya


Surabaya –

Penjara Kalisosok dibangun Di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels Ke 1808. Di lebih Di 200 tahun, bangunan penjara Di Surabaya itu menyimpan berbagai kisah dan menjadi saksi sejarah perjuangan kemerdekaan, termasuk penahanan sejumlah tokoh pergerakan nasional.

Fakta Penting Penjara Kalisosok Surabaya

  • Tahun Pembangunan: 1808
  • Lokasi Utama: Kawasan Kalisosok, Surabaya, Jawa Timur
  • Tokoh Kunci: Herman Willem Daendels, H.O.S. Tjokroaminoto, W.R. Soepratman, dan Ir. Soekarno
  • Peristiwa Penting: Pemberontakan Laskar Pendjara Ke Oktober 1945
  • Kebugaran Terkini: Tak lagi beroperasi sebagai penjara dan Merasakan kerusakan, tapi Berencana direvitalisasi sebagai Pada Di wisata sejarah.

Mengutip karya ilmiah bertajuk “Transformasi Sosial dan Kebiasaan Global Kota Lama Surabaya: Perspektif Sejarah Perkotaan” yang dimuat Di Jurnal Konferensi Nasional Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (KONMASPI) 2026, bangunan Penjara Kalisosok bukan cuma bangunan peninggalan kolonial.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik bangunan penjara yang menjadi Pada Di sejumlah warisan bangunan era kolonial itu ada cerita tentang pembatasan kebebasan serta perlawanan menjelang kemerdekaan Indonesia.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Latihan serta Wisata Internasional (Disbudporapar) Kota Surabaya Untuk catatan Di situs resminya menyebutkan bahwa pembangunan penjara cagar Kebiasaan Global ini dilakukan atas perintah Daendels Ke 1 September 1808 Di biaya mencapai 8.000 gulden.

Penjara tersebut berada Di sebelah selatan Kalisosok 3, tepatnya Di kawasan Werfstraat. Kelompok Belanda mengenalnya Di nama Werfstraat Gevangenis atau Penjara Jalan Werf. Ke Pada Yang Sama, Kelompok pribumi lebih akrab menyebutnya sebagai Bui atau Penjara Kalisosok.

Menjadi Tempat Penahanan Tokoh Pergerakan Nasional

Seiring berjalannya waktu, Penjara Kalisosok menjadi tempat penahanan berbagai kalangan. Tidak hanya Kelompok pribumi, penghuninya juga berasal Di bangsa Belanda, Eropa, Cina, dan Arab.

Ke masa pemerintahan kolonial, penjara ini digunakan Untuk menahan orang-orang yang Dikatakan melawan kekuasaan Belanda. Sejumlah tokoh pergerakan nasional juga pernah merasakan kehidupan Di balik tembok Kalisosok.

Salah satunya adalah H.O.S Tjokroaminoto. Tokoh pergerakan nasional tersebut pernah menjadi tahanan Di Kalisosok. Di Di Itu, W.R. Soepratman juga pernah ditahan Di Politieke Inlichtingen Dienst (PID) Ke 7 Agustus 1938.

Nama lain yang kerap dikaitkan Di sejarah penjara ini adalah Ir. Soekarno. Mengutip laman Universitas Negeri Surabaya, Soekarno pernah ditahan Ke 1929 Sebab Kegiatan politiknya yang menentang kolonialisme.

Kehidupan Kelam Di Balik Tembok Kalisosok

Kehidupan para tahanan Di Penjara Kalisosok tidak terlepas Di berbagai bentuk penderitaan. Berdasarkan catatan Disbudporapar Kota Surabaya, Kandidat narapidana yang Berencana masuk terlebih dahulu dibawa Di Kamar Stempel Untuk Merasakan tanda huruf Forumekonomiglobal Ke tangannya.

Huruf tersebut merupakan singkatan Di Gevangene yang berarti narapidana. Selain diberi tanda, para tahanan juga dirantai menggunakan bandul bola besi Ke pergelangan tangan dan kaki. Rantai tersebut Malahan dapat menimbulkan luka.

Di Untuk penjara juga terdapat ruangan bernama Treurkamer atau Kamar Duka. Ruangan tersebut digunakan Di para narapidana Untuk merenungi dosa Sebelumnya menjalani hukuman gantung.

Kebugaran Kesejajaran para tahanan juga menjadi persoalan. Penyakit seperti kolera, pes, dan demam kerap menyerang penghuni penjara. Tidak sedikit tahanan yang meninggal akibat Penyakit tersebut. Malahan, Sebelumnya Gekkenhuis atau Fasilitas Medis jiwa dibangun Di Surabaya, Penjara Kalisosok pernah Di Sebab Itu tempat penampungan orang Di gangguan kejiwaan.

Pemberontakan dan Perlawanan Di Penjara Kalisosok

Kisah perjuangan Di Kalisosok tak berhenti Ke para tokoh yang pernah ditahan. Penjara ini menjadi tempat terjadinya peristiwa perlawanan Ke masa awal kemerdekaan. Mengutip laman Vokasi Universitas Airlangga, terjadi pemberontakan Di Untuk penjara Ke Oktober 1945.

Para tahanan Di sana membentuk kelompok bernama Laskar Pendjara yang dipimpin Di Mayor Dollah. Kelompok ini Setelahnya Itu melakukan perlawanan hingga berhasil menjebol tembok Di sisi utara penjara.

Untuk kisah pemberontakan yang juga ditulis Di Bung Tomo Untuk bukunya, peristiwa itu berlangsung ketika situasi Surabaya Untuk memanas Setelahnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ke 6 Oktober 1945, dr. Mustopo bersama Badan Perlindungan Rakyat dan rakyat Menyita rombongan Kepala Angkatan Laut Belanda P.J.Forumekonomiglobal Huijer.

Berdasarkan catatan Disbudporapar Surabaya, rombonganitu awalnya ditempatkan Di bekas Gedung Konsulat Inggris Di Kayoon sebelumakhirnya dimasukkan Di Untuk Penjara Kalisosok.

Akan Tetapi, Ke 26-27 Oktober 1945, pasukan Inggris mendarat dan menduduki penjara tersebut. Mereka Setelahnya Itu membebaskan para tahanan Belanda, termasuk Kepala Huijer, tanpa izin.

Selain menjadi tempat penahanan Ke masa kolonial, Kalisosok juga digunakan Untuk menawan tentara Jepang yang telah dilucuti senjatanya. Ke masa Orde Terbaru, Penjara Kalisosok dipakai Untuk tahanan politik. Tapol PKI banyak yang ditahan Di sini Sebelumnya dibuang.

Kebugaran Penjara Kalisosok Pada Ini

Setelahnya melewati berbagai periode pemerintahan, fungsi Penjara Kalisosok akhirnya berakhir. Tempat yang dahulu menjadi bukti penahanan para tokoh perjuangan tersebut kini tidak lagi digunakan sebagai lembaga pemasyarakatan.

Mengutip jurnal “Transformasi Sosial dan Kebiasaan Global Kota Lama Surabaya: Perspektif Sejarah Perkotaan”, penjara ini tidak lagi beroperasi Sebelum dekade 1980-an. Kini, Kebugaran bangunan Kalisosok Merasakan kerusakan. Sebagian temboknya mulai rapuh, ditumbuhi lumut, Malahan terdapat lubang Ke beberapa Pada bangunan.

Meski demikian, peninggalan arsitektur kolonialnya masih dapat dikenali. Penggunaan bata merah menjadi salah satu ciri fisik bangunan yang menyimpan jejak Cara konstruksi Ke masa lampau.

(auh/dpe)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Kisah-kisah yang Tak Lapuk Di Balik Penjara Kalisosok Surabaya

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects