TABANAN – Pemasangan seng dan pagar plastik Hingga sawah jalur track timur DTW Jatiluwih yang dipasang petani sebagai bentuk Keluhan Masyarakat atas penyegelan Dari Pansus TRAP DPRD Bali memberi dampak signifikan Untuk penurunan kunjungan yang mencapai 80 persen.
Ini menjadi perhatian serius Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang langsung turun Hingga lokasi, Senin (5/1/2025). Petani akhirnya menurunkan pagar seng dan plastik yang sudah dipasang Sebelum 5 Desember 2025 lalu.
Bupati Sanjaya didampingi Wabup I Made Dirga serta Komisi I DPRD Tabanan bertemu Di Komunitas Hingga Kantor Desa Jatiluwih dan sempat berdialog. Lanjutnya bupati dan rombongan bersama Komunitas langsung Hingga sawah menurunkan barrier seng dan pagar plastik yang dipasang Hingga sawah milik sejumlah petani yang Keluhan Masyarakat atas penyegelan Dari Pansus Trap DPRD Bali dan Satpol PP Bali 2 Desember 2025 lalu.
Ke kesempatan tersebut Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa sehari Setelahnya penyegelan Dari Pansus TRAP DPRD Bali, warga pemilik restoran dan usaha lainnya yang dinilai melanggar tata ruang mendatanginya Hingga Kantor Bupati.
“Kami terima permohonan dan aspirasi yang disampaikan Komunitas dan langsung saya rapatkan Di Forkopimda,” kata Bupati Sanjaya.
Pertemuan tersebut ditindaklanjuti Di mengajukan permohonan kepada Pansus TRAP ditembuskan kepada Gubernur Bali Sebagai memohon Keputusan Untuk Komunitas yang Memiliki usaha kecil Hingga kawasan DTW Jatiluwih. Lantaran Di Unjuk Rasa pemasangan seng dan pagar plastik hitam memberi dampak luar biasa Untuk kunjungan wisatawan yang turun sampai 80 persen.
“Pemerintah rugi, Komunitas apalagi juga rugi. Semua terdampak baik lapangan pekerjaan maupun pendapatan juga terpengaruh,” tandas Bupati.
Sehubungan Di permohonan yang telah diajukan, ada lampu hijau Keputusan pemerintah provinsi bali Berencana Menerbitkan moratorium pembangunan. Keputusan moratorium tersebut memperhatikan Komunitas lokal.
“Ada lampu hijau Keputusan moratorium pembangunan menjawab keinginan Komunitas Desa Jatiluwih minggu ini. Ada sawah yang indah kenapa membangun Hingga sawah, ada solusi. Kalau semua orang membangun Hingga sawah bagaimana. Wisatawan yang datang khan mau lihat sawah!” bebernya.
Kalau mau membangun kata bupati jangan Ditengah sawah, ada norma atau aturan yang harus diikuti jangan sampai ekstrem. Di adanya seng dan pagar plastik, wisatawan komplain. Supaya pihaknya berharap agar dibuka Lantaran mengganggu keindahan.
Apalagi Sebelumnya Itu juga disampaikan bahwa Komunitas bisa membuat usaha Hingga sawahnya Di ukuran 3X6 meter Di non permanen beratap alang-alang, bukan permanen Di beton dan besi.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyambut positif pencabutan seng tersebut. Ia memastikan manajemen Berencana segera menyampaikan informasi ini kepada para pemangku kepentingan Wisata Internasional, termasuk ASITA Bali dan paguyuban Wisata Internasional.
“Kami Berencana sampaikan bahwa seng sudah dibuka atas inisiatif Bapak Bupati dan jajarannya. Harapan kami, tidak ada lagi keributan Hingga Jatiluwih Lantaran dampaknya sangat besar Di kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Purna menambahkan, pihak manajemen Berencana terus Berusaha menjembatani komunikasi Ditengah petani, badan pengelola, dan pelaku Wisata Internasional agar operasional DTW kembali berjalan normal. Diakui, butuh waktu Sebagai Terapi citra Wisata Internasional Jatiluwih. Termasuk penyusunan ulang paket wisata yang diperkirakan memerlukan waktu hingga enam bulan.
“Pengembalian image tidak bisa instan. Paket wisata kami rancang mulai 1 April Hingga Didepan. Yang penting sekarang kondusifitas terjaga dan kepercayaan wisatawan bisa kembali,” ucapnya.
Ke Pada Yang Sama salah satu petani I Nengah Darmika Yasa alias Pak Yogi pemilik Kafe Sunari mengatakan seng sepakat diturunkan Lantaran adanya wacana pemerintah Sebagai melakukan moratorium Hingga Jatiluwih.
“Saya juga Mengharapkan seluruh harapan petani bisa diakomodir pemerintah. Karena Itu petani berapa sih hasilnya,” pungkasnya. (jon)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Bupati Sanjaya Datang Hingga Jatiluwih, Seng dan Pagar Plastik Langsung Dibuka











