Fraksi Golkar Desak Moratorium Pembangunan Akomodasi Di Bali Selatan

DENPASAR — Fakta Kesenjangan ekonomi dan ketimpangan pembangunan yang makin melebar Di Bali memicu perhatian serius Bersama kalangan legislatif. Temuan Pansus TRAP DPRD Bali bisa dijadikan Dasar pertimbangan Untuk menerbitkan moratorium.

Kemakmuran ini disoroti Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), Berkata Pemberian penuhnya Pada usulan moratorium pembangunan Di kawasan Bali Selatan Untuk Merangsang pemerataan Perkembangan ekonomi Di Daerah lain, seperti Buleleng dan Karangasem.

Langkah ini dinilai mendesak Untuk mengatasi dampak buruk ketimpangan pembangunan yang memicu Mobilitas Penduduk penduduk secara masif Di Bali Selatan, khususnya Di Kota Denpasar dan sekitarnya.

“Kesejajaran pembangunan ini kan enggak jelas. Terjadinya apa? Contoh, terjadinya perpindahan penduduk Bersama Karangasem Di Denpasar, Bersama Buleleng Di Denpasar. Itu berarti pemerataan Perkembangan ekonomi Di Bali ini sangat tidak merata. Untuk itu, moratorium itu sangat diperlukan, saya mendukung itu,” tegas Gung Cok Di, Kamis (23/7/2026).

Gung Cok meminta pemerintah Daerah baik Bupati maupun Walikota Untuk Membahas langkah tegas dan gentle bersama para pemangku Daerah Di tingkat bawah seperti Camat, Lurah, hingga Jro Bendesa Untuk menyetop alih fungsi lahan sawah yang makin marak.

“Kalau memang berani gentle menjaga Bali, sekarang panggil Camat, Jero Bendesa, Lurah setempat kumpulin. Tidak ada penambahan bangun-bangunan lagi,” ujarnya.

Ia menyoroti kekhawatirannya jika ruang hijau dan karakter khas lanskap Bali terus digerus Dari pembangunan vila yang tidak terkontrol hingga tampak sepadat perumahan umum.

Gung Cok menawarkan Konsep kolaborasi serta proteksi lahan Agrikultur Bersama melibatkan sektor swasta. Ia mengusulkan agar pemilik bangunan atau vila Di Di kawasan Agrikultur ikut bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dan menyejahterakan para petani lokal setempat.

Menyambut Baik skema dan regulasi moratorium yang Akansegera digulirkan Di ranah eksekutif, Fraksi Golkar Di DPRD Bali Berkata siap mengawal dan menggodok temuan-temuan Di lapangan, termasuk aspirasi Bersama kelompok Kelompok serta Pansus TRAP. Tujuan utamanya adalah mengarahkan iklim Penanaman Modal Asing Mutakhir Di kawasan Bali Utara dan Bali Timur agar beban Bali Selatan dapat berkurang secara signifikan.

“Ya, kita Akansegera godok semua hasil Bersama temuan ya teman-teman TRAP ini dan sebagian besar. Adanya Perkembangan perekonomian yang tidak stabil, Nah, itu semua moratorium itu yang Akansegera berbicara nanti. Itu yang perlu digodok Dari dewan, melihat keadaan lapangan Pada ini,” pungkasnya. (*)

Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Fraksi Golkar Desak Moratorium Pembangunan Akomodasi Di Bali Selatan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่