Gianyar –
Gaung Nusantara International Folklore Perayaan Seni (NIFF) 2026 Lebihterus besar. Memasuki penyelenggaraan kedua Ke Bali, Perayaan Seni Kekayaan Budaya Dunia ini diikuti lebih Untuk 250 peserta Untuk berbagai komunitas Karyaseni Indonesia dan mancanegara.
Perayaan Seni Director sekaligus Co-Founder NIFF, Sita Tyasutami, mengatakan antusiasme Pada NIFF 2026 sudah terasa Disekitar sebulan Sebelumnya Perayaan Seni berlangsung. Panitia Merasakan banyak permintaan Lewat media sosial, mulai Untuk Kelompok yang ingin menjadi Sukarelawan, peserta, hingga mengikuti workshop.
“Tahun ini yang DM Ke Instagram saja Untuk Karena Itu volunteer, Untuk Karena Itu peserta, Untuk minta rundown, ikut workshop itu banyak banget sudah Untuk sebulan lalu,” katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sita, peningkatan jumlah peserta dan gaung Perayaan Seni menjadi perkembangan yang paling terasa Ke penyelenggaraan kedua NIFF. Perayaan Seni tahun ini juga Menampilkan kelompok internasional Untuk sejumlah Negeri.
“Peserta kami lebih banyak daripada tahun lalu dan Untuk berbagai Negeri yang berbeda juga. Ada yang sama, tapi ada yang berbeda. Saya Bersama bangga bahwa tahun ini gaungnya jauh lebih besar,” ujarnya.
Pertunjukan NIFF 2026 berlangsung Ke 26-27 September 2026 Ke Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bersama mengusung tema “Internasional Rhythms, Shared Stories”.
Sita mengatakan peningkatan jumlah peserta tetap diikuti proses kurasi. Menurutnya, pendaftaran NIFF memang terbuka Untuk berbagai komunitas, tetapi bukan berarti seluruh pendaftar otomatis diterima.
Panitia meminta Kandidat peserta mengirimkan video, foto, biografi, serta riwayat kelompok atau komunitas Untuk dinilai Regu kuratorial.
“Walaupun kita membuka Untuk siapa saja Untuk daftar, tapi tentunya kami punya standar kuratorial Regu,” jelas Sita.
Seluruh materi peserta Lalu dibahas Untuk Diskusi kuratorial.
“Kami benar-benar minta video, foto, biografi mereka, histori company mereka, komunitas mereka dan semuanya memang benar-benar kami cek satu-satu dan kami bahas Untuk kuratorial meeting,” imbuhnya.
Untuk NIFF 2026, jumlah peserta disebut telah mencapai lebih Untuk 250 orang. Sambil Itu, data pasti jumlah peserta Ke edisi pertama 2025 masih Akansegera diberikan Dari panitia.
Ke tahun ini, kelompok internasional yang tampil berasal Untuk Polandia, Selandia Mutakhir, Jepang, dan Thailand.
Sambil Ke NIFF 2025, Sita mengatakan Perayaan Seni Menampilkan kelompok yang datang langsung Untuk Taiwan dan Selandia Mutakhir. Ke Di Itu, terdapat komunitas Jepang dan India yang berada Ke Bali dan ikut tampil Untuk Perayaan Seni.
NIFF tidak hanya diperuntukkan Untuk kelompok Karyaseni profesional. Perayaan Seni juga Memberi ruang Untuk komunitas dan sanggar yang melibatkan anak-anak.
Menurut Sita, keterlibatan generasi muda penting Untuk upaya menjaga Sustainability Kekayaan Budaya Dunia.
“Kami tidak mementingkan, oh harus profesional, harus sudah sempurna. Tapi justru ada sanggar-sanggar yang melibatkan anak kecil itu kami senang sekali,” katanya.
“Sebab penting sekali Untuk menanamkan Kekayaan Budaya Dunia Dari dini,” imbuh Sita.
Konsep tersebut sejalan Bersama tujuan NIFF yang Dari awal Berorientasi Ke pelestarian Kekayaan Budaya Dunia dan pertukaran Kekayaan Budaya Dunia Ditengah Indonesia Bersama Negeri lain.
“Secara Konsep dan tema, visi misi kami masih tetap sama, yaitu Untuk melestarikan Kekayaan Budaya Dunia Indonesia dan juga adanya pertukaran Kekayaan Budaya Dunia Ditengah Indonesia dan luar negeri. Adanya international communication and interaction antarbudaya,” kata Sita.
NIFF merupakan Pembuatan Untuk Jakarta International Folklore Perayaan Seni (JIFF) yang digelar Ke Lapangan Banteng, Jakarta, Ke 2019. JIFF Di itu menampilkan 28 kelompok Karyaseni Untuk delapan Negeri.
Sesudah terhenti, Perayaan Seni Lalu dihidupkan kembali Bersama nama NIFF dan dipindahkan Ke Ubud. NIFF pertama kali digelar Ke Ubud Ke 2025.
Ke penyelenggaraan keduanya tahun ini, panitia berharap Perayaan Seni Lebihterus dikenal dan mampu mempertemukan lebih banyak komunitas Karyaseni Untuk berbagai Lokasi dan Negeri.
Sita mengatakan tujuan tersebut tidak hanya berkaitan Bersama jumlah peserta, tetapi juga Sustainability komunitas yang menjaga Kekayaan Budaya Dunia Ke Lokasi masing-masing.
“Harapannya tentunya kami ingin Lebihterus banyak komunitas yang terus melestarikan Kekayaan Budaya Dunia Untuk masing-masing tempat lokalnya. Tentunya kami ingin Kekayaan Budaya Dunia Indonesia terus maju, makin banyak yang terus menari dan bermusik,” pungkasnya
(dpw/dpw)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Gaung NIFF 2026 Makin Besar, 250 Lebih Peserta Ramaikan Perayaan Seni Folklore Ke Bali











