DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster Memperoleh audiensi komunitas pengemudi taksi online yang tergabung Untuk Taruna Nusa Dua Citraloka (TNDC) Hingga Jayasabha, Denpasar, Ke Minggu (8/3/2026) pagi.
Untuk pertemuan tersebut, Gubernur Berkata Pemberian penuh Pada keberadaan komunitas driver yang berbasis krama desa adat Hingga kawasan Wisata Internasional Nusa Dua.
Menurut Koster, model pengelolaan transportasi yang melibatkan langsung Komunitas adat merupakan langkah positif Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan Hingga Bali, khususnya Hingga Daerah destinasi wisata.
“Bagus sekali jika desa adat dan krama desa sendiri yang menjalankan layanan Hingga wilayahnya. Saya tentu sangat mendukung,” ujar Koster.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Bali Sebagai segera memproses perizinan Untuk para pengemudi yang belum melengkapi legalitas operasionalnya. Menurutnya, keberadaan TNDC tidak hanya memberi Potensi ekonomi Untuk Komunitas lokal, tetapi juga Meningkatkan Mutu layanan Untuk wisatawan.
“Ini ekonomi kerakyatan, memberdayakan warga lokal Hingga Nusa Dua. Apalagi banyak driver yang bisa berbahasa Inggris, itu sudah sangat baik,” tambahnya.
Koster Malahan Merangsang agar pola serupa dapat diterapkan Hingga destinasi wisata lain Hingga Bali, Agar manfaat ekonomi Wisata Internasional dapat dirasakan lebih merata Dari Komunitas.
“Kalau bisa dipolakan juga Hingga desa-desa lain yang menjadi tujuan wisata seperti Ubud dan Sanur. Ini bagus sekali Sebagai pemerataan ekonomi,” katanya.
Hingga Samping Itu, Gubernur juga berpesan kepada para driver Sebagai menjaga persatuan dan kerukunan Hingga Antara sesama pengemudi, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun Untuk melayani wisatawan.
“Selalu jaga persatuan, rukun sesama saudara driver. Jangan bertengkar. Jaga sopan santun dan etika Untuk menjalankan tugas,” tegasnya.
Sambil Itu, Ketua Taruna Nusa Dua Driver Online, I Made Arta, menjelaskan bahwa TNDC merupakan komunitas pengemudi yang berbasis krama adat Hingga kawasan Nusa Dua. Di ini komunitas tersebut menaungi Disekitar 516 driver yang telah beroperasi Sebelum tahun 2019.
Menurut Arta, keberadaan TNDC dibangun Melewati sinergi Didalam pemerintah serta dilengkapi legalitas dan wadah koperasi. Ia menegaskan bahwa sistem yang dijalankan juga mengedepankan kearifan lokal.
“Komunitas ini berbasis krama adat Hingga Nusa Dua. Yang bisa Memutuskan penumpang Hingga kawasan tersebut adalah krama adat setempat. Kami juga tidak Memperoleh masalah Didalam pengemudi konvensional,” ujarnya.
Arta menambahkan, para driver TNDC juga berkomitmen menjalankan arahan pemerintah Lokasi Didalam tetap menghormati nilai-nilai Kekayaan Budaya Dunia Bali serta prinsip Tri Hita Karana Untuk Kegiatan mereka sehari-hari.
“Kami selalu menjaga etika, berpakaian rapi, Malahan Ke hari-hari tertentu menggunakan Busana adat Bali,” katanya.
Gubernur Koster Untuk kesempatan tersebut mengharapkan Melewati pola kolaborasi Antara pemerintah, desa adat, dan komunitas driver, diharapkan sistem transportasi Wisata Internasional Hingga Bali dapat berjalan lebih tertib, berbudaya, sekaligus memberi manfaat ekonomi yang lebih luas Untuk Komunitas lokal.(jay/jon)
Artikel ini disadur –>Wartabalionline.com Indonesia: Gerakkan Ekonomi Kerakyatan dan Berdayakan Warga Lokal, Koster Harap Diterapkan Hingga Ubud dan Sanur











