Gunakan Mesin Hidrolik, Ogoh-Ogoh Di Tabanan Ini Telan Biaya Rp 80 Juta



Tabanan -

Sekaa teruna Di seluruh Bali Lagi berjibaku menyiapkan ogoh-ogoh terbaik mereka Untuk menyambut malam pengerupukan atau sehari Sebelumnya Hari Raya Nyepi 2026. Tak terkecuali Sekaa Teruna Teruni (STT) Giri Merta Bersama Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Anak-anak muda Bersama pelosok Tabanan ini tak mau kalah Bersama ogoh-ogoh karya seniman macam Komang Gede Sentana Putra alias Kedux Bersama Banjar Tainsiat, Denpasar. Mereka mengaku terinspirasi Bersama karya ogoh-ogoh Kedux.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya terinspirasi Bersama Pak Nyoman Kedux Sebab beliau pioner ogoh-ogoh hidrolik Di Bali. Saya belajar autodidak, Sebab sering melihat Di YouTube,” ujar I Kadek Adi Sucipta yang didaulat menjadi arsitek ogoh-ogoh Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Tabanan, Minggu (8/2/2026).

Adi Sucipta mengakui biaya yang diperlukan Untuk membeli mesin hidrolik tak murah. Malahan, biaya yang dibutuhkan Di penggarapan ogoh-ogoh tahun ini diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

Menurut dia, ogoh-ogoh tahun ini Berencana menggunakan 13 mesin hidrolik. Ogoh-ogoh semi robotik tersebut dirancang agar bisa melakukan gerakan Di Dibagian kaki, pinggang, tangan, hingga kepala.

Untuk Adi dan kawan-kawan, perkawinan Di Kebiasaan dan Ilmu Pengetahuan ini bukan sekadar Untuk gaya-gayaan maupun mencari validasi. Mereka menilai langkah ini merupakan upaya melestarikan sekaligus Membuat kebudayaan.

“Pelestarian Kebiasaan Global seperti ini mampu Memperbaiki Inovasi anak-anak muda Untuk lebih berkembang,” ujarnya.

Sekretaris STT Giri Merta, I Kadek Gde Pande Gunarsa, menerangkan ogoh-ogoh bermesin ini lahir Sebab Kebugaran geografis desa mereka. Pande menuturkan ogoh-ogoh menjulang tinggi yang mereka buat kerap kesulitan melintas Ke titik kumpul parade Sebab banyaknya kabel melintang.

Banjar Kembang Merta sendiri merupakan satu Bersama lima banjar adat Di Desa Candikuning yang rutin mengikuti parade ogoh-ogoh setiap malam Pengerupukan. Atas dasar itulah, sekaa teruna ini berinisiatif membuat ogoh-ogoh menggunakan mesin hidrolik.

Penampakan rangka ogoh-ogoh Bersama mesin hidrolik Bersama STT Giri Merta Bersama Banjar Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)

“Bersama penambahan mesin tersebut, tubuh ogoh-ogoh bisa diatur. Bisa naik atau turun agar mudah melewati kabel,” ujar Pande.

Pantauan detikBali, ogoh-ogoh Banjar Kembang Merta Pada ini masih Di tahap penyelesaian rangka. Adapun, ogoh-ogoh mereka tahun ini mengangkat tema ‘Toyaning Leteh’. Tema tersebut menyoroti Permasalahan lingkungan Di, yakni Danau Beratan yang kini tercemar.

“Kami menambahkan 13 mesin hidrolik berupa hidrolik elektrik dan hidrolik oli. Pada ini Lagi proses penyelesaian rangka. Total biaya seluruhnya mencapai kurang lebih Rp 80 juta,” ujar Pande.

Pande menuturkan sumber dana pembuatan ogoh-ogoh tersebut berasal Bersama sumbangan Bersama banjar adat, anggota sekaa teruna, hingga donatur. Termasuk Bersama pengusaha Di Di Desa Candikuning hingga Dukungan Bersama DTW Ulun Danu Beratan.


(iws/iws)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Gunakan Mesin Hidrolik, Ogoh-Ogoh Di Tabanan Ini Telan Biaya Rp 80 Juta

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่