Surabaya –
Suasana intim dan hangat menyelimuti Xperia Collaborative Space Di Selasa (13/1/2026), ketika Pencipta Lagu sekaligus penulis lagu berbakat, Raissa Anggiani menyapa para pendengarnya Hingga Surabaya. Kota ini menjadi titik keempat promosi album bertajuk “Kepada, Yang Terhormat”.
Panggung dibuka Bersama lagu Menari Aku Menari yang langsung menghidupkan suasana. Pertunjukan dibagi menjadi dua Putaran, Putaran pertama difokuskan Di lagu-lagu Hingga album lama, Sambil Putaran kedua didedikasikan sepenuhnya Sebagai album teranyar.
Daftar lagu seperti Losing Us dan Lagi-Lagi mengalun merdu, diselingi Bersama pembacaan puisi dan pembacaan surat bercerita.
Salah satu momen paling dinantikan adalah kehadiran Arash Buana. Bersama iringan gitar, keduanya membawakan lagu hit If U Could See Me Crying in My Room. Chemistry mereka yang kuat, ditambah busana bernuansa putih yang serasi, sukses memukau penonton yang memadati area tersebut.
Sebelumnya masuk Hingga area bernyanyi, detikJatim diajak ibunda Raissa merasakan Pengalaman Hidup imersif Melewati instalasi Karya Seni. Ruangan tersebut dihiasi lembaran kain yang menampilkan foto-foto estetik, termasuk kenangan bersama sang Eyang yang menjadi salah satu inspirasi besar Di karya-karyanya.
Menariknya, properti yang dipajang, mulai Di Bacaan, lilin, vas, hingga gantungan foto, diambil langsung Di kamar pribadi Raissa. Pengunjung seolah diajak masuk Hingga Di ruang paling personal sang Seniman, ruang patah hati, luka, kecemasan, hingga sudut penerimaan.
Hingga sana, terpampang tulisan tangan asli berisi puisi-puisi dan kutipan reflektif seperti, “Apa kamu sudah benar-benar siap Sebagai melupa?”.
Raissa dikisahkan sang ibu bahwa suka berkhayal, seperti membayangkan suasana Jakarta tahun 1925, lalu dituangkan Hingga Di jurnal. Meski ia Memperoleh banyak jurnal pribadi, hanya beberapa Dibagian terpilih yang sah dibaca banyak mata.
Di sesi wawancara, Raissa menjelaskan bahwa album yang berisi 11 track (9 lagu dan 2 narasi puisi) ini diibaratkan sebagai kumpulan surat.
“Judulnya Kepada, Yang Terhormat. Karena Itu isinya seperti surat-surat yang ditujukan kepada seseorang agar terasa personal, meski Di akhirnya album ini adalah cara Sebagai aku lebih memahami diri sendiri,” jelasnya.
Lagu Baik, Aku Mundur Pelan-Pelan menjadi sorotan utama. Untuk Raissa, lagu ini adalah jembatan emosional yang menggambarkan fase penyangkalan Pada patah hati mencoba tegar meski batin penuh gejolak.
Perjalanan pembuatan album ini sendiri tidaklah mulus. Raissa mengaku menggarapnya sembari menyelesaikan skripsi. “Tantangannya ada Hingga Kendali Waktu dan menyatukan banyak idealisme Di produksi. Tapi Lantaran Alunan adalah hal yang aku cinta, ternyata tidak seseram itu,” tuturnya.
Ia juga banyak bereksplorasi Bersama aransemen Terbaru, termasuk sentuhan bossa nova. Selain Alunan, Raissa menyimpan ambisi besar Sebagai menerbitkan Bacaan. “Pada ini belum bisa dikatakan masuk proses produksi, tapi sudah masuk Di doa. Itu cita-cita banget, mengumpulkan tulisan-tulisan aku. Doakan ya, agar kita bisa bertemu lagi Pada bukunya Karena Itu nanti,” ungkapnya.
Pasca sukses menggandeng Aruma Hingga Bandung, Rafi Sudirman Hingga Yogyakarta, dan Bernadya Hingga Malang Di 11 Januari, Raissa Anggiani Akansegera melanjutkan perjalanan turnya Di Bali dan Jakarta.
“Aku super excited. Ini hal yang Di dulu ingin aku lakukan. Semoga Melewati album ini, banyak orang merasa terwakili perasaannya dan menemukan kedamaian Di akhirnya,” pungkas Raissa penuh harap.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Hangat dan Intim, Raissa Anggiani Bawakan Album Terbaru Hingga Surabaya









