Solo –
Untuk keyakinan Jawa, ada hari baik dan buruk Sebagai melakukan segala sesuatu, termasuk memulai usaha. Penjelasan mengenai hari beruntung maupun nahas ini tersimpan Untuk Primbon Jawa.
Dilansir laman resmi PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), primbon adalah sistem ramalan Jawa yang didasarkan Di perhitungan weton. Ramalan Untuk primbon dibuat Sebagai Meramalkan dan Menantikan berbagai macam persoalan hidup manusia.
Di Di Yang Sama, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring mengartikan primbon sebagai kitab berisikan ramalan. Dimaknai juga sebagai Literatur yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu ghaib dan sistem bilangan Sebagai menghitung hari mujur.
Ilmu-ilmu Untuk Primbon Jawa terus diaplikasikan Didalam sebagian Kelompok sampai sekarang. Salah satu sebabnya adalah mengikuti ajaran leluhur, Di Di meyakini bahwa hitungan-hitungan primbon memang tepat.
Didalam Sebab Itu, hari baik memulai usaha menurut Primbon Jawa itu apa saja? Di bawah ini penjelasannya!
Skor Utamanya:
- Berdasarkan watak dasarnya, hari baik Sebagai memulai usaha Untuk Primbon Jawa adalah Senin.
- Hari baik bisa dihitung Didalam membagi jumlah neptu hari dimulainya usaha Didalam neptu tahunnya. Cara kedua adalah menjumlahkan neptu weton lahir dan weton hari dimulainya usaha. Lalu, membaginya Didalam 5.
- Sisa hitungan pembagian menentukan baik-buruknya suatu hari.
Watak Dasar Hari Untuk Primbon Jawa
Mengetahui hari baik Sebagai membuka usaha bisa dilakukan Didalam dua metode hitung. Akan Tetapi, Sebelumnya melangkah lebih jauh menelaah cara menghitungnya, detikers perlu memahami watak dasar hari dahulu.
M Nurkholillulloh al-Adam Didalam UIN Maulana Malik Ibrahim Untuk skripsinya, Kajian Maslahah Pada Kearifan Lokal Penentuan Hari Sebagai Memulai Usaha Untuk Primbon Jawa (Studi Perkara Hukum Hukum Di Desa Temayang Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban), merinci watak 7 hari saptawara sebagai berikut:
- Senin: Waktu yang tepat Sebagai membuka usaha.
- Selasa: Hari yang bagus Sebagai memulai usaha. Akan Tetapi, Kemakmuran seterusnya tidak begitu baik. Jika terpaksa memulai Usaha Di hari ini, maka detikers harus siap Didalam segala kemungkinannya.
- Rabu: Mirip Senin, tetapi tidak sebagus Senin. Mengawali usaha Di hari Rabu berarti siap Berjuang Didalam tantangan yang muncul. Kendati begitu, masalah yang menghambat diyakini bisa diatasi.
- Kamis: Hari sulit Sebagai memulai usaha Didalam berbagai jenisnya. Berdasar Primbon Jawa, usaha yang dibuka Di hari Kamis Berencana mendapati kesusahan.
- Jumat: Merupakan hari yang lebih kompleks ketimbang Kamis. Hari ini diyakini penuh kesusahan dan sakit hati Agar tidak cocok dipakai berdagang.
- Sabtu: Hari yang paling sulit Sebagai membuka usaha. Hari ini Disorot paling berat dan diyakini menyimpan banyak musibah.
- Minggu: Hari ketujuh Untuk siklus saptawara ini wataknya netral. Artinya, tidak Berencana ada efek buruk maupun baik bila mengawali usaha Di hari Minggu.
Nilai Neptu Primbon Jawa
Di Di watak dasar hari, nilai neptu Jawa juga sebaiknya dimengerti dahulu. Pasalnya, neptu Berencana dipakai Di melakukan hitungan menentukan hari baik memulai usaha.
Secara etimologis, neptu berarti nilai. Di Di Yang Sama, ditinjau Didalam Kacamata terminologi, neptu adalah angka perhitungan Di hari, pasaran, bulan, dan tahun Jawa. Sederhananya, setiap hari Untuk kalender Jawa, baik itu hari yang 7 maupun hari pasaran, semua punya neptu.
Daftar neptunya, sebagaimana dijelaskan Sagita Putri Murtanti Didalam UIN Walisongo Semarang Di tesisnya, Astrologi Jawa (Weton) Di Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo Toroh Grobogan (Telaah Sufistik), adalah:
- Senin: 4
- Selasa: 3
- Rabu: 7
- Kamis: 8
- Jumat: 6
- Sabtu: 9
- Minggu: 5
- Legi: 5
- Pahing: 9
- Pon: 7
- Wage: 4
- Kliwon: 8
Contoh, detikers punya weton lahir Jumat Legi, maka jumlah neptunya adalah 6 (Jumat) + 5 (Legi) = 11. Beberapa contoh jumlah neptu lainnya adalah Minggu Wage (9), Rabu Legi (12), dan Senin Kliwon (12).
Selain hari, bulan dan tahun juga Memiliki neptunya sendiri, yakni:
- Sura: 7
- Sapar: 2
- Rabiul Awal: 3
- Rabiul Akhir: 5
- Jumadil Awal: 6
- Jumadil Akhir: 1
- Rajab: 2
- Ruwah: 4
- Poso: 5
- Syawal: 7
- Dzulkaidah: 1
- Besar: 3
- Alip: 1
- Ehe: 5
- Jimawal: 3
- Je: 7
- Dal: 4
- Be: 2
- Wawu: 6
- Jimakir: 3
Cara Menghitung Hari Baik Memulai Usaha
Menurut penjelasan Mega Anjarwati Didalam IAIN Metro Di skripsinya, Implementasi Weton Jawa Sebagai Membangun Usaha Untuk Perspektif Sad al-Dzari’ah (Studi Perkara Hukum Hukum Kelompok Desa Tanjung Qencono), ini 2 metode menghitung hari baik memulai usaha:
Cara Hitung Menggunakan Tahun dan Hari Dibukanya Usaha
Caranya, jumlahkan neptu weton hari dimulainya usaha. Setelahnya itu, Bagi hasilnya Didalam neptu tahun pembukaan usaha. Sisa hasil akhir pembagian menentukan baik-buruknya suatu hari.
Contoh, detikers ingin membuka usaha Di hari Senin Kliwon. Maka neptunya adalah Senin (4) + Kliwon (8), hasilnya 12. Berikutnya, Bagi 12 Didalam neptu tahun pembukaan usaha. Semisal tahunnya adalah Je, maka Bagi 12 Didalam 7.
Diperoleh sisa 5 Didalam pembagian itu. Untuk Konsep pancasuda, sisa 5 berarti pati (mati). Didalam Sebab Itu, detikers disarankan mengganti hari membuka usaha. Sebab, pati atau mati itu bisa dimaknai sebagai kebangkrutan usaha dan kemalangan yang semisal.
Cara Hitung Menggunakan Weton Lahir dan Hari Dimulainya Usaha
Caranya, jumlahkan dahulu weton lahir dan weton hari dimulainya usaha. Setelahnya itu, Bagi hasilnya Didalam 5, sesuai jumlah hari pasaran. Sisa pembagiannya adalah acuan baik-tidaknya hari itu.
Umpamanya, detikers lahir Di hari Jumat Kliwon, maka neptunya adalah 14. Hari permulaan usahanya adalah Sabtu Wage Agar neptunya 13. Maka, 14 + 13 = 27. Berikutnya, Bagi 27 Didalam 5, diperoleh sisa 2.
Untuk sistem pancasuda, sisa 2 berarti lungguh. Lungguh bermakna Merasakan derajat. Berarti, usaha milikmu boleh dimulai Di Sabtu Wage Lantaran hari itu baik.
Sebagai informasi, ini daftar pancasuda:
- Sisa 1: Sri (rejeki melimpah)
- Sisa 2: Lungguh (Merasakan derajat)
- Sisa 3: Gedhong (kaya harta benda)
- Sisa 4: Lara (sakit-sakitan)
- Sisa 5: Pati (mati Untuk arti luas)
Demikian pembahasan ringkas mengenai hari baik memulai usaha Untuk primbon Jawa dan cara menghitungnya. Perlu diingat, mau percaya atau tidak, semua dikembalikan Di keyakinan masing-masing.
FAQ tentang Hari Baik Memulai Usaha
1. Apa itu hari baik?
Hari baik adalah waktu yang dipercaya membawa keberuntungan, kelancaran rezeki, dan meminimalkan hambatan usaha berdasarkan perhitungan Primbon Jawa.
2. Apakah memulai usaha Di hari baik menjamin kesuksesan?
Semua dikembalikan Di keyakinan masing-masing. Yang pasti, agar usaha sukses, diperlukan etos kerja maksimal.
Jika mengacu Di watak dasar, maka yang terbaik adalah Senin. Akan Tetapi, bila memakai hitungan Primbon Jawa, hari baik memulai usaha bisa bermacam-macam, tergantung weton lahir dan tahun dimulainya usaha.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Hari Baik Memulai Usaha Menurut Primbon Jawa agar Lancar dan Sukses











