Keunikan Arsitektur dan ‘Tempattinggal’ Mualaf



Bandung

Hingga sebuah sudut Kota Bandung, berdiri bangunan yang kental Bersama nuansa khas Tionghoa ketimbang masjid. Dominasi warna merah, kuning, dan hijau Memikat perhatian.

Ornamen dan nuansa arsitekturnya membawa ingatan Di kelenteng, bukan kubah besar atau menara menjulang. Hingga balik pintunya, Masjid Lautze 2 Bandung justru menjadi salah satu ruang paling hangat Untuk mereka yang Di mencari jalan pulang Ke Islam.

Pemilihan warna merah, kuning, dan hijau Hingga Masjid Lautze 2 bukan keputusan estetika semata. Hingga dalamnya tersimpan filosofi yang dirancang secara khusus Sebagai membangun rasa kedekatan, khususnya Untuk etnis Tionghoa yang datang Sebagai belajar atau memeluk Islam.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua DKM Masjid Lautze 2 Bandung, Rahmat Nugrata atau akrab disapa Koko Rahmat, menjelaskan masjid ini Memiliki ikatan kuat Bersama etnis Tionghoa. Supaya arsitektur masjid mengikuti Kearifan Lokal Global kaum Tionghoa.

“Kenapa ada warna merah, kuning, hijau, Sebab ada unsur filosofis,” tutur Koko Rahmat.

Warna-warna tersebut dihadirkan agar tamu Tionghoa yang datang merasa berada Hingga ruang yang sefrekuensi secara Kearifan Lokal Global. “Karena Itu mereka pindah agama Hingga tempat yang adat dan budayanya tidak jauh berbeda,” jelasnya.

Masjid Lautze 2 Bandung telah berdiri Sebelum 1997. Akan Tetapi, pengelolaan yang benar-benar aktif Mutakhir berjalan Di 2017. Sebelum Pada itu, denyut kehidupan masjid terasa Lebihterus kuat, terutama Di pendampingan mualaf.

Di perjalanannya, Masjid Lautze 2 Bandung merupakan Pembuatan Bersama Masjid Lautze Jakarta yang lebih dulu berdiri Di 1991. Perbedaannya, jika Masjid Lautze Jakarta tumbuh Hingga kawasan pecinan Bersama mayoritas mualaf Bersama etnis Tionghoa, Lautze 2 Bandung justru mencerminkan wajah yang lebih beragam.

“Kalau Hingga sana kan beda Sebab pecinan. Kalau Hingga sini yang mualaf beragam,” ujar Koko Rahmat.

Masjid ini tak hanya menjadi Tempattinggal Untuk mualaf Tionghoa, tetapi juga mereka yang datang Bersama latar Dibelakang Kearifan Lokal Global dan Bangsa yang berbeda. Keberagaman itu bukan sekadar jargon. Masjid Lautze 2 Bandung kerap menjadi saksi ikrar syahadat Bersama berbagai penjuru dunia.

“Yang datang adalah orang Korea, dan belum lama ini juga ada orang Australia yang syahadat,” ungkap Koko Rahmat.

Catatan masjid Menunjukkan bahwa jumlah mualaf Di periode terkini menjadi yang terbanyak Sebelum 2017. Angka ini menggarisbawahi peran penting Masjid Lautze 2 sebagai pusat pembelajaran Islam dan pendampingan spiritual.

Masjid Lautze 2 Bandung aktif membimbing para mualaf Hingga Kota Bandung. Nuansa Tionghoa Di arsitekturnya Menyediakan daya tarik tersendiri.

(orb/orb)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Keunikan Arsitektur dan ‘Tempattinggal’ Mualaf