Legenda Lutung Kasarung Bersinar Di Pertunjukan Teater Bayangan



Bandung

Jawa Barat Memperoleh beragam legenda Di pesan kehidupan yang tetap relevan hingga kini. Salah satunya adalah kisah Lutung Kasarung, cerita rakyat yang tak lekang Di waktu dan terus digemari lintas generasi.

Kisah tentang seorang putri dan dewa yang menjelma menjadi kera ini sarat pesan sosial. Nilai tentang ketulusan, kesabaran, dan keadilan menjadikan Lutung Kasarung kerap dipentaskan Lewat berbagai medium Seni Kekayaan Budaya, mulai Di tari, drama, lukisan, hingga teater bayangan.

Di Kota Bandung sebagai kota kreatif, pertunjukan Kekayaan Budaya Dunia relatif mudah dijumpai. Akan Tetapi, pementasan berbasis teater bayangan masih terbilang jarang. Teater bayangan merupakan bentuk Seni Kekayaan Budaya pertunjukan yang memanfaatkan permainan cahaya Untuk menghasilkan siluet tokoh atau objek Di layar tembus pandang.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reupbray Production menjadi salah satu inisiator pertunjukan Seni Kekayaan Budaya bayangan Di Kota Bandung. Bertempat Di Taman Kekayaan Budaya Dunia Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, Teater Bayangan Lutung Kasarung telah dipentaskan Sebelum Oktober tahun lalu dan resmi menutup rangkaian pertunjukan Di Sabtu (14/2/2026).

Penyajian kisah ini terbilang unik Sebab menggunakan Cara bayangan yang masih jarang ditampilkan Di Indonesia. Pertunjukan dibagi Di dua sesi, yakni pukul 14.00-15.00 WIB dan 19.00-20.00 WIB. Visualisasi cahaya dan siluet Menampilkan Penghayatan artistik yang memanjakan mata penonton.

Tidak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara turut Merasakan pertunjukan tersebut. Michelle dan Richie, wisatawan asal Amerika Serikat, mengaku antusias mengeksplorasi kearifan lokal Indonesia.

“Walaupun kami tidak memahami bahasa yang digunakan Di pertunjukan, kami bisa Menahan siapa tokoh baik dan jahatnya. Kami senang mengeksplorasi cerita rakyat Indonesia Sebab kami berasal Di Bangsa lain,” ujar Michelle dan Richie.

Di balik layar pertunjukan teater bayangan Foto: Adi Mukti

Selain permainan bayangan, pertunjukan ini juga Menampilkan tarian tokoh secara langsung Di atas panggung. Lutung Kasarung dan Purbasari tampil sebagai protagonis, Sambil Purbararang berperan sebagai antagonis yang memunculkan konflik utama.

Kisah bermula ketika Sanghyang Guruminda turun Hingga bumi Di wujud seekor lutung sebagai bentuk ujian Untuk belajar rendah hati. Konflik terjadi Di Kerajaan Pasir Batang ketika Prabu Tapa Agung menunjuk putri bungsunya, Purbasari, sebagai penerus takhta. Keputusan itu memicu kecemburuan Purbararang yang Lalu menyihir Purbasari hingga diasingkan Hingga hutan. Konflik berujung Di pertarungan antarpihak yang akhirnya dimenangkan Di Purbasari dan Lutung Kasarung.

Cerita ini menegaskan bahwa kebaikan dan ketulusan hati Di akhirnya Akansegera mengalahkan kejahatan. Pesan tersebut diamini Ari Marifat, salah satu pendiri Reupbray Production.

“Orisinalitas dan kemurnian tidak Akansegera pernah bisa dikalahkan Di kezaliman. Purbararang Memperoleh kekuatan besar, tetapi Purbasari yang sederhana justru Merasakan Dukungan. Kekuatan itu tidak selalu terlihat besar, kadang justru hadir Di kejujuran dan welas asih,” ujar Ari.

Ia menambahkan, proses penggarapan teater bayangan Memperoleh tantangan tersendiri. Aktor Atau Aktris harus menyesuaikan gerak tubuh tanpa mengandalkan ekspresi wajah, berbeda Di pertunjukan konvensional yang menonjolkan mimik dan emosi secara langsung.

Di akhir pertunjukan, Ari berpesan kepada generasi muda Untuk menjadi pencerita yang baik.

“Be a good storyteller. Apa pun yang kita ceritakan, termasuk Di media sosial, harus Memperoleh tanggung jawab moral. Cerita yang kita bagikan sebaiknya memberi manfaat dan inspirasi. Tidak harus Di panggung besar, Malahan unggahan kecil pun bisa membawa dampak positif,” tutupnya.

(yum/yum)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Legenda Lutung Kasarung Bersinar Di Pertunjukan Teater Bayangan

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่