Masa nifas menjadi salah satu fase penting Bagi seorang ibu Setelahnya melahirkan. Kelompok Di Indonesia Memiliki berbagai Kebiasaan Sebagai merawat ibu melahirkan, tidak terkecuali Di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelompok Di Pulau Timor, NTT, Memiliki Kebiasaan yang tidak biasa. Seorang ibu dan bayinya Berencana menjalani fase nifas Didalam cara sei atau dipanggang Di atas bara api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada ini, sei lebih populer dikenal sebagai salah satu proses memasak daging Didalam cara diasapkan Pada berjam-jam. Begitu pula Didalam Kebiasaan sei Bagi ibu dan bayinya Di Pulau Timor.
Pada menjalankan Kebiasaan ini, seorang ibu dan bayinya tidur Di atas dipan bambu Di Untuk Rumah adat bernama Ume Kbubu. Di bawah dipan, terdapat bara api Untuk kayu yang terus Mengintroduksi asap. Kebiasaan ini sudah lama dilakukan Didalam Kelompok Di Pulau Timor secara turun temurun.
Kebiasaan Sei Bagi Ibu Pascamelahirkan
Hampir seluruh Kelompok Timor melaksanakan Kebiasaan sei yang diwariskan Didalam nenek moyang mereka. Mereka yang tidak melakukan Kebiasaan ini cenderung merasa takut Didalam hukuman gaib yang Mungkin Saja diterima.
Kebiasaan ini dilakukan Didalam ibu melahirkan Untuk jenjang Pembelajaran dasar hingga menengah. Prosesi sei umumnya dilaksanakan Pada 8 hingga 40 hari.
Suami mereka juga ikut Mendorong Kebiasaan ini. Ketika mengetahui istrinya hamil, maka seorang suami Di Timor mulai mengumpulkan persediaan kayu bakar agar bara apinya bisa tetap menyala Pada prosesi sei.
Kebiasaan ini Memiliki makna yang kuat Bagi Kelompok Timor. Pengasapan kepada ibu melahirkan diyakini dapat menjauhkan diri Untuk roh jahat dan energi negatif. Aspek Keadaan juga menjadi alasan Kebiasaan tetap terjaga.
Bagi Kelompok Timor, panas Untuk bara dipercaya mempercepat proses Penyembuhan Bagi ibu melahirkan. Di Di Itu, sei dipercaya dapat menjaga jarak kehamilan.
Sambil Itu Bagi bayi, Kebiasaan ini dimaknai sebagai perlindungan Di cuaca dingin yang dapat menyebabkan masuk angin dan gangguan makhluk halus. Kelompok beranggapan bahwa Didalam tidak melaksanakan Kebiasaan justru Berencana mengancam keselamatan ibu dan bayi.
Dampak Keadaan
Terlepas Untuk itu, pandangan Kelompok tentang Kebiasaan sei yang membantu Penyembuhan Keadaan Bagi ibu dan bayi; justru tidak didukung Didalam pandangan medis modern. Asap yang berasal Untuk pembakaran kayu dan dihirup Pada berhari-hari menimbulkan beberapa Tanda-Tanda Keadaan.
Gangguan saluran pernapasan disebut menjadi Tanda-Tanda Keadaan yang paling terlihat. Ibu dan bayi yang Merasakan gangguan pernapasan biasanya terlihat Untuk Tanda-Tanda batuk dan pilek, terkadang juga disertai Didalam pusing kepala dan mata memerah.
Potensi stunting juga dimungkinkan Didalam adanya Tanda-Tanda Ispa yang diidap bayi tersebut. Di sisi lain, tenaga Keadaan maupun medis Di Timor terkendala Pada melakukan sosialisasi Keadaan kepada Kelompok.
Di Di Itu, Rumah tinggal mereka cenderung jauh Untuk fasilitas Keadaan seperti puskesmas atau puskesmas pembantu (pustu). Otoritas Yang Terkait Didalam perlu menjalin komunikasi Didalam pendekatan lebih menyentuh Bagi warga yang memegang erat adat dan Kebiasaan agar tidak terjadi ketersinggungan.
Halaman 2 Untuk 3
Simak Video “(VERTIKLA) Video Update Genangan Air NTB: 2 Kabupaten Terdampak, 314 Rumah Terendam“
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mengenal Kebiasaan Panggang Api ‘Sei’ Bagi Ibu dan Bayi Di Timor NTT











