Mengenal Mejaran-jaranan, Permainan Tradisional Di Buleleng

Daftar Isi



  • Asal-usul Mejaran-jaranan
  • Cara Bermain Mejaran-jaranan

Denpasar

Jauh Sebelumnya Ilmu Pengetahuan dan gawai menjadi Pada Di Life Style, Kelompok Di berbagai Area menggandrungi permainan tradisional. Salah satunya adalah mejaran-jaranan, permainan rakyat asal Kabupaten Buleleng, Bali.

Sekilas, nama permainan tradisional ini mirip Di Seni Kebiasaan jaranan Di Jawa Timur. Akan Tetapi, jaran-jaranan Di Bali Memiliki filosofi serta Metode bermain yang berbeda.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak asal-usul hingga cara memainkan permainan rakyat mejaran-jaranan Di Buleleng, Bali, seperti dirangkum detikBali Di berbagai sumber berikut ini.

Asal-usul Mejaran-jaranan

Mejaran-jaranan merupakan salah satu permainan tradisional yang berkembang Di Desa Banyuning, Buleleng. Jaran atau kuda dimaknai sebagai simbol indera Di diri manusia. Lewat permainan ini, anak-anak diajarkan Untuk melatih pengendalian diri Sebelum dini.

Permainan rakyat ini Memiliki sejarah panjang yang berakar Di Kearifan Lokal serta kepercayaan Kelompok setempat. Konon, permainan ini muncul Di masa Kerajaan Bedahulu, ketika seekor kuda kesayangan raja dilaporkan hilang.

Mendengar hal tersebut, sang raja segera memerintahkan rakyatnya Untuk mencari kuda itu, entah Di keadaan hidup maupun mati. Ia juga menjanjikan hadiah istimewa Untuk orang yang berhasil menemukannya.

Kelompok pun mulai menyisir Hingga berbagai Area, Di timur hingga barat. Singkat cerita, salah satu kelompok berhasil menemukan kuda kesayangan raja tersebut.

Kabar penemuan kuda itu disambut sorak-sorai penuh kegembiraan. Sebelum itulah, permainan mejaran-jaranan diciptakan dan diwariskan secara turun temurun Untuk mengenang peristiwa tersebut.

Cara Bermain Mejaran-jaranan

Permainan mejaran-jaranan kerap ditampilkan Di berbagai Peristiwa besar, seperti Pesta Seni Kebiasaan Bali (PKB) hingga Buleleng Perayaan Seni yang digelar bertepatan Di akhir piodalan Di Pura Gede Pemayun. Kegiatan ini bertujuan Untuk Memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda sekaligus melestarikan permainan tradisional Di Di perkembangan zaman.

Sebelumnya permainan dimulai, para Olahragawan terlebih dulu mengelilingi pura sambil menyanyikan lagu tradisional berbahasa Bali. Kedua Regu biasanya juga telah menyepakati hukuman yang harus dijalani Di kelompok yang kalah.

Mejaran-jaranan dimainkan Di dua kelompok yang masing-masingnya terdiri Di 5 hingga 10 orang. Kedua kelompok Setelahnya Itu membentuk formasi saling berhadapan. Salah satu Olahragawan Setelahnya Itu diangkat Di timnya Untuk saling Merangsang Di mengandalkan ketangkasan serta Kesejajaran.

Mendominasi Berencana ditentukan berdasarkan kelompok yang mampu bertahan tanpa terjatuh. Sebagai Alternatif, kelompok yang paling sering kehilangan Kesejajaran dan terjatuh dinyatakan kalah.

Mejaran-jaranan tidak hanya dimaknai sebagai permainan atau ajang bersenang-senang Untuk anak-anak. Permainan ini juga mengajarkan pentingnya gotong royong dan kebersamaan Di mencapai sebuah tujuan.

Nah, itulah ulasan mengenai permainan rakyat mejaran-jaranan. Semoga bermanfaat ya, detikers!

(iws/iws)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Mengenal Mejaran-jaranan, Permainan Tradisional Di Buleleng

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่