Solo –
Bagi orang Jawa, menikah tidak boleh dilangsungkan Ke waktu yang secara acak dipilih. Salah-salah menentukan tanggal atau bulan, kesialan maupun hambatan Untuk membina bidak Tempattinggal tangga diyakini bakal menimpa.
Bulan kedelapan Untuk sistem penanggalan Jawa bernama Ruwah, atau Syaban Untuk kalender Hijriah. Bila mengikuti aturan jumlah hari kalender Jawa, bulan ini bakal berlangsung Di 29 hari.
Ruwah yang tiba tepat Sebelumnya bulan Poso/Ramadhan ini biasa dimanfaatkan Bagi bersih-bersih makam leluhur sekaligus ziarah. Ada juga Kearifan Lokal Sedekah Bumi sebagai wujud syukur atas pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa Di sejumlah Area.
Bagaimana Bersama menikah? Apakah boleh melangsungkan pernikahan Ke bulan Ruwah? Berikut penjelasannya menurut Primbon Jawa.
Nilai Utamanya:
- Ruwah adalah bulan kedelapan kalender Jawa. Bulan ini tersusun atas 29 hari.
- Secara Keseluruhan, Ruwah adalah bulan yang baik dipakai menikah. Tetapi, ada beberapa Syarat yang mesti diperhatikan.
- Selain Ruwah, bulan Jawa lain yang baik dipakai menikah menurut Primbon Jawa adalah Besar, Rejeb, dan Jumadilakir.
Bayu Aji Yusuf Bersama UIN Syarif Hidayatullah Untuk skripsinya, Prototipe Ruang dan Waktu Untuk Primbon serta Aplikasinya Ke Komunitas Jawa, mendefinisikan primbon sebagai Literatur berisi perhitungan, Prediksi, ramalan, dan sejenisnya.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikannya ‘Literatur yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan’. Di Antara topik bahasan Primbon Jawa adalah bulan baik Bagi menikah, penghitungan weton pasangan, dan karakter tiap weton lahir.
Bersama Sebab Itu, apakah Ruwah boleh dipakai menikah Untuk Primbon Jawa?
Mama Flo Untuk Literatur Primbon Praktis menjelaskan bahwa ‘baik-tidaknya’ suatu bulan ditentukan berdasar tahunnya. Sebagaimana diketahui, terdapat 8 nama tahun Jawa, yakni Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir.
Bulan Ruwah Ke tahun Ehe, Jimawal, Je, dan Jimakir bagus dipergunakan Bagi melangsungkan pernikahan. Ke Di Yang Sama, Ruwah yang hadir Ke tahun Dal diyakini tidak baik Bagi menikah. Pasalnya, Berencana ada serangan sakit demam atau panas.
Di Di tahun yang tepat, ada Syarat lain agar Ruwah ‘boleh’ dipakai menikah Untuk Primbon Jawa, yakni Memiliki hari Anggarakasih (Selasa Kliwon). Bila suatu bulan tidak mempunyai Selasa Kliwon, sebaiknya jangan dipergunakan Bagi menikah. Sebagai informasi, bulan Ruwah yang tidak Memiliki hari Anggarakasih terdapat Ke tahun Jimawal dan Je.
Keterangan yang lebih sederhana dituliskan Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat dan R Nugroho Untuk Literatur Kitab Primbon Lengkap. Dijelaskan bahwa Ruwah adalah bulan yang boleh dipakai menikah, Justru dianjurkan.
“Di Untuk primbon Jawa, ada anjuran Bagi menikah Ke bulan Ruwah. Setiap orang yang menikah Ke bulan ini dipercaya Berencana selamat dan selalu merasakan kedamaian Di Untuk pernikahannya,” bunyi penjelasan Di Literatur itu, dikutip Ke Senin (26/1/2026).
Singkatnya, Ruwah boleh dipakai Bagi menikah menurut aturan Primbon Jawa. Hanya saja, ada beberapa Syarat yang mesti diperhatikan agar benar-benar ‘aman’.
Bulan Baik dan Tidak Primbon Jawa Bagi Menikah
Dikutip Bersama skripsi berjudul Kearifan Lokal Penentuan Hari Nikah Untuk Primbon Jawa Perspektif ‘Urf (Studi Tindak Kejahatan Di Desa Blembem Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo) Bersama Nur Laila Fitriana Bersama IAIN Ponorogo, Di bawah ini daftar bulan baik dan tidak baik Bagi menikah menurut Primbon Jawa:
- Suro: Tidak baik Bagi melangsungkan pernikahan. Bila dilanggar, maka banyak pertengkaran dan kerusakan terjadi.
- Sapar: Bulan yang membawa Kemiskinan Global dan banyak utang Agar tidak tepat Bagi menikah.
- Mulud: Bulan yang mesti dihindari Bagi pernikahan Sebab dikhawatirkan salah satu pihak meninggal dunia.
- Bakda Mulud: Bulan yang boleh Bagi menikah. Tetapi, mesti siap dicerca orang dan celaka.
- Jumadilawal: Bulan yang diyakini membuat seseorang kehilangan sesuatu atau tertipu. Bisa juga Merasakan rezeki lebih, tetapi menemui masalah Bersama orang lain.
- Jumadilakir: Bulan baik Bagi menikah Sebab dipercaya membuat kaya.
- Rejeb: Bagus Bagi menikah Sebab banyak anak dan banyak rezeki. Melangsungkan perkawinan Ke bulan ini diyakini memberi keselamatan.
- Ruwah: Baik Bagi segala hal, termasuk menikah. Selamat juga.
- Poso: Diartikan banyak celaka Agar tidak baik Bagi menikah.
- Syawal: Bulan yang diyakini menyebabkan kehidupan pernikahan Merasakan banyak kekurangan dan utang. Alhasil, tidak direkomendasikan Bagi menikah.
- Selo: Bulan yang kering, berkaitan Bersama peristiwa Nabi Yunus alaihissalam yang ditelan ikan.
- Besar: Bulan kaya dan penuh kenikmatan. Untuk Primbon Jawa, bulan Besar termasuk bulan baik Bagi menikah.
Demikian pembahasan ringkas mengenai boleh tidaknya menikah Ke bulan Ruwah menurut Primbon Jawa. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!
FAQ tentang Bulan Ruwah Bagi Menikah
Ada banyak Syarat yang perlu diperhatikan. Tetapi, Secara Keseluruhan, bulan Ruwah, Rejeb, Besar, dan Jumadilakir yang direkomendasikan.
2. Tanggal bulan Ruwah yang tidak disarankan Bagi menikah?
Tanggal 26 Sebab termasuk tanggal sangar. Juga ‘diharamkan’ Bagi menikah Ke tanggal 4 dan 28 Ruwah Sebab termasuk bangsa padewa. Hari taliwangke (nahas) Ruwah adalah Kamis Pon.
3. Adakah anjuran Islam Bagi menikah bulan Ruwah?
Untuk Islam, semua tanggal, hari, maupun bulan sama baiknya. Untuk sejarahnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui menikahi Hafshah binti Umar bin Khattab Ke bulan Syaban/Ruwah.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Menikah Di Bulan Ruwah Menurut Primbon Jawa, Boleh atau Tidak?











