Meriahnya Kirab Dugderan, Kearifan Lokal Sambut Ramadan Ke Semarang



Semarang

Kearifan Lokal Dugderan kembali digelar Ke Kota Semarang. Kearifan Lokal yang sudah ada Dari 1881 ini digelar tiap tahunnya Sebagai menyambut bulan suci Ramadan.

Pantauan detikJateng, Dugderan dimulai Bersama kirab Kearifan Lokal Dunia Untuk Balai Kota Semarang. Sebelumnya berangkat, dilaksanakan upacara menggunakan bahasa Jawa terlebih dahulu. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng pun membacakan amanatnya Bersama bahasa Jawa.

“Kearifan Lokal Dugderan mengandung keteladanan dan nilai-nilai luhur serta menyampaikan ajaran suci Untuk kehidupan Ke dunia. Pertama, mengandung nilai toleransi, hidup rukun, serta persatuan yang harus kita jaga dan kita kembangkan bersama” kata Agustina Untuk amanatnya Ke Balai Kota Semarang, Senin (16/2/2026).


Ia menyebut, Dugderan juga menyimpan semangat toleransi antarumat beragama dan menjadi simbol daya cipta, rasa, dan karsa Komunitas Kota Semarang.

“Walaupun terdiri Untuk berbagai etnis, Bersama hati yang tulus senantiasa diupayakan Sebagai menumbuhkan kerukunan Untuk kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Rombongan Terbaru mulai berangkat Untuk Balai Kota Semarang Di pukul 14.30 WIB. Agustina yang tampil mengenakan kebaya merah itu tampak menunggangi kereta kuda dan berperan sebagai Kanjeng Nimas Ayu Tumenggung Purbodiningrum.

Ke depannya tampak ada rombongan kirab yang diawali drumband Untuk PIP, prajurit Patang Puluhan yang membawa Warak Ngendog, dan prajurit berkuda. Mereka kompak berjalan Untuk Balai Kota Semarang Ke Masjid Agung Semarang, Kelurahan Kauman.

Rombongan kirab Terbaru tiba Ke Masjid Agung Kauman Di pukul 16.00 WIB. Setibanya Ke masjid, rombongan salat terlebih dahulu, Terbaru dilanjutkan prosesi pembacaan suhuf halaqah dilakukan Ke Aloon-aloon Semarang. Agustina membacakan lembaran suhuf halaqah dan membunyikan bedug.

“Dugderan ini diawali tahun 1881. Waktu itu pemerintahan Kabupaten Semarang dipimpin Bersama Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat,” kata Sekretaris Ketakmiran Masjid Agung Semarang, Muhaimin.

Ia menyebut, Dugderan terjadi Pada Bupati Semarang kala itu, Tumenggung Aryo Purboningrat menginsiasi metode rukyat yang lebih terkoordinasi, Lantaran Sebelumnya Itu sering ada perbedaan waktu awal Ramadan.

“Terjadi perbedaan Lantaran tadi itu keyakinan yang satu sudah melihat, yang satu belum melihat. Makanya Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat mengutus utusan khusus Sebagai merukyat,” jelasnya.

Rukyatulhilal atau melihat bulan itu dilaksanakan tanggal 29 Syaban. Jika rukyat sore itu hilal sudah terlihat, maka ditetapkan sudah masuk bulan Ramadan. Jika belum, maka istikmal dijadikan 30 hari, Agar ada tanggal 30 Syaban.

“Setelahnya melihat bulan, utusan khusus lalu melaporkan hasilnya kepada kiai yang sudah berkumpul Ke Masjid Agung Semarang. Lalu utusan menerangkan Ke mana letaknya dilihat bulan, dan disumpah,” jelasnya.

Jika hilal terlihat, maka awal Ramadan Berencana diumumkan Bersama bunyi beduk Ke Masjid Agung, Agar muncul bunyi ‘dug’ dan tembakan meriam yang berbunyi ‘der’, Ke Kanjengan atau kantor Bupati kala itu.

“Setelahnya kelihatan, Bupati datang menyampaikan hasil suhuf halaqah, suhuf itu lembaran, halaqah itu kegiatan kumpul-kumpul sama kiai. Kalau zaman dulu dibunyikan bunyi beduk dan bunyi meriam, supaya orang kumpul,” kata Muhaimin.

“Bunyi beduk Ke masjid ‘dug, dug, dug’. Lalu Ke Kanjengan dibunyikan bunyi meriam ‘der, der’. ‘Dug, der, dug, der’ menjadi Dugeran. Lantaran ada suara itu, Komunitas kumpul, dibacakanlah suhuf halaqah,” sambungnya.

Di pukul 17.10 WIB, beduk Ke Aloon-aloon Semarang

Usai beduk dibunyikan, gunungan yang berisi 8 ribu kue ganjel rel langsung Bersama Sebab Itu rebutan para warga yang hadir. Ganjel rel itu pun menyimpan filosofi tersendiri.

“Ganjel rel filosofinya, kalau kita masuk bulan puasa, hati jangan ganjel, tapi rela, Merasakan Bersama baik,” ucapnya.

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Meriahnya Kirab Dugderan, Kearifan Lokal Sambut Ramadan Ke Semarang

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่