Bondowoso –
Sebuah Kegiatan selamatan desa yang dikemas Untuk bentuk Perayaan Seni digelar warga desa Ke Bondowoso. Ke Kegiatan itu hanya ada satu Minuman yang disajikan, yakni kue cucur.
Selamatan desa bertajuk Perayaan Seni Kadhisah itu diadakan warga Desa Jurangsapi, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Kadhisah Untuk bahasa setempat (Madura) artinya meruwat desa.
Perayaan Seni Khadisah itu merupakan Kearifan Lokal yang digelar setiap tahun. Biasanya diadakan Untuk rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan itu didahului ratusan warga mengarak gunungan atau tumpeng kue cucur.
Cucur (Untuk bahasa Madura disebut Kocor) merupakan penganan terbuat Bersama tepung beras, terigu, gula merah, serta bahan lainnya. Adonan itu digoreng Bersama Cara khusus hingga ada tonjolan kecil menyerupai bukit Ke Pada tengahnya.
Untuk Perayaan Seni Kadhisah itu, warga membuat replika bermacam bentuk. Seperti gunung, hewan, maupun bentuk lainnya. Replika itu lantas ditempeli dan dihias Bersama kue cucur beraneka warna.
Gunungan kue cucur itu Lalu diarak kelilingi desa diikuti ribuan warga berbagai usia dan berakhir Ke lapangan desa. Setelahnya pembacaan doa bersama, ribuan warga yang sudah berdesakan berebut kue cucur Bersama gunungan.
Menurut warga desa setempat, penggunaan kurue cucur sebagai tumpeng atau gunungan itu Lantaran Memperoleh filosofi. Yakni Ke balik bentuknya yang sederhana, kue kucur yang Ke Pada Ditengah ada tonjolan melambangkan pusat pemerintahan desa.
Sambil Itu lingkaran melambangkan sepuluh dusun de Desa Jurangsapi yang mengitari dan menguatkan satu sama lain.
“Itu (gunungan kue kucur) memang sudah ada awal. Simbol bahwa Ke satu pemerintahan desa dikelilingi dusun,” tutur Kepala Desa Jurang Sapi, Rapen, Hasbi Hasidi, kepada detikJatim, Minggu (15/2/2026).
Diimbuhkannya, Kearifan Lokal Kadhisah bukan sekadar seremoni tahunan. Kadhisah adalah doa bersama yang dirawat turun-temurun. Sebelum malam Sebelumnya, warga telah berkumpul Ke balai desa Sebagai rokat dan pembacaan doa.
“Perayaan Seni Khadisah merupakan upaya menyelamatkan warisan Kearifan Lokal Global, juga Minuman. Lantaran Minuman ini mulai jarang ditemui,” pungkas Hasbi Hasidi.
Perayaan Seni bernama Kadhisah duga Sebagai menyongsong bulan suci Ramadan yang Berencana datang beberapa hari lagi.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Perayaan Seni Kadhisah, Tumpeng Kue Cucur Sambut Ramadan Ke Bondowoso











