Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Jaga Kebiasaan Makan Gratis Sebelum 206 Tahun Silam



Surabaya

Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (Hakka) Surabaya terus menjalankan misi mulia yang digagas Sebelum 1820. Yakni menjalin persaudaraan, membangun kerja sama, Merangsang Keadaan sosial, hingga Membuat industri setempat. Salah satu Kebiasaan yang Menarik Perhatian adalah makan gratis.

Komunitas yang menghimpun perantau Di Guangzhou dan Zhaoqing ini sekarang dikelola secara fokus Dari pengurus dan anggota asal provinsi Guangdong Timur, yakni Huizhou, Chaozhou, dan Jiayingzhou.

Di bawah koordinasi 30 pengurus aktif dan lebih Di 600-700 anggota perkumpulan ini menerapkan sistem Dukungan Pemerintah silang yang unik. Anggota membayar iuran bulanan Di Rp 25.000, Rp 50.000, Rp 100.000, maupun Rp 250.000.


Dana itu digunakan kembali Untuk komunitas, termasuk penyediaan makan siang gratis setiap hari Rabu dan Sabtu yang didukung para donatur yang namanya terpampang jelas Di dinding aula. Secara internal, Hwie Tiauw Ka sangat inklusif.

“Makan siang gratis itu setiap hari Rabu dan Sabtu. Dan Di sini tidak ada pembahasan agama, politik, atau komersial. Kami tidak berdagang Barang Dagangan,” kata Herman Purnomo, General Affair perkumpulan tersebut ketika ditemui detikJatim.

Walaupun terdapat ruang penghormatan leluhur Didalam altar Guangdong Timur dan penanda dupa setiap tanggal 1 serta 15 penanggalan China, gedung ini bukanlah tempat ibadah. Anggotanya heterogen, Justru warga Muslim pun terlibat aktif Di dalamnya.

Eksistensi sosial mereka juga menjangkau publik Lewat MOU Didalam PMI Surabaya. Agenda terdekat adalah Unjuk Rasa donor darah Di 24 Januari 2026 Di Pasar Atom Lantai 2 Didalam kuota 100-120 orang.

Kebiasaan tahunan tetap dijaga, seperti sembahyang arwah Di April dan selamatan musim dingin Di Desember yang identik hidangan kambing campur arak kuning.

Menjelang Imlek Di 17 Februari mendatang, agenda Berencana difokuskan Di kumpul keluarga Untuk menghormati leluhur tanpa persiapan khusus yang berlebihan.

Meski Memperoleh struktur yang kuat Didalam Kebiasaan kepemimpinan maksimal dua periode Didalam per periodenya berlangsung Di 3 tahun, tantangan regenerasi membayangi.

Gap usia terasa Lantaran divisi muda-mudi kurang tertarik bergabung lantaran kesibukan kerja atau menganggap Kebiasaan ini kuno. Padahal, secara Internasional, Suku Hakka Memperoleh jaringan luar biasa Lewat World Conference setiap 2 tahun sekali Di berbagai belahan dunia (Di Thailand, Cina, Amerika, Kanada, hingga Indonesia) dan Rakernas Tahunan.

Hal ini sejalan Didalam filosofi mereka yang sangat peduli Di Belajar, sebagaimana pepatah mengatakan Di mana ada kampus, Di sana pasti ada dosen orang Hakka.

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Jaga Kebiasaan Makan Gratis Sebelum 206 Tahun Silam

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่