PHDI Bali Pastikan Waktu Perayaan Nyepi Tak Berubah


Denpasar

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali memastikan waktu perayaan Nyepi tidak berubah. Nyepi tetap dilaksanakan Ke Tahun Terbaru Saka, yakni sehari Sesudah Tilem Kasanga.

“Sebagai tahun-tahun Ke Didepan, tidak ada perubahan. Tawur Kesanga tetap dilaksanakan Di Tilem Kesanga dan Nyepi dilaksanakan keesokan harinya,” ujar Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, Di Seminar Agama-Pramāṅāni Eva Paddatih Ritual Perlandasan Ajaran Pustaka Suci Ke Sekretariat PHDI Bali, Jumat (9/1/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umat Hindu Sebelumnya digemparkan Didalam wacana pengubahan waktu perayaan Nyepi Di Tahun Terbaru Saka Ke Tilem Kasanga. PHDI Bali Sesudah Itu Melakukan seminar Sebagai menyelesaikan kebingungan umat soal wacana tersebut.

Kenak mengungkapkan wacana pengubahan waktu perayaan Nyepi bermula ketika beredarnya teks rujukan yang sumbernya tidak valid Lantaran menimbulkan Kegagalan tafsir. Topik itu Sesudah Itu dikaji beberapa pihak, mulai Di tokoh Komunitas, pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat), Dewan Perwakilan Lokasi (Dewan Perwakilan Daerah), Kementerian Agama (Kemenag), Kantor Daerah (Kanwil) Kemenag hingga PHDI tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.

Diskusi PHDI Bali, tutur Kenak, mengacu Ke lima belas naskah yang terjamin keasliannya. Seluruh naskah yang menjadi acuan juga dilengkapi stempel sebagai tanda keasliannya. Naskah yang tidak asli, jelas Kenak, Akansegera menimbulkan Kegagalan tafsir Untuk Komunitas. Jika sumber bacaanya salah, maka penafsirannya Akansegera salah.

Hasil diskusi mengenai perayaan Nyepi Akansegera diumumkan segera Sesudah dokumen notula seminar selesai disusun. Informasi ini Ke depannya Akansegera menjadi acuan Untuk umat Hindu seluruh Indonesia.

“Keputusan ini sudah disepakati Dari berbagai pihak, tinggal nunggu hasil dokumen notula Diskusi selesai dibuat,” imbuh Kenak.

Pakar sastra lontar, Sugi Lanus, menilai Topik pemindahan waktu perayaan Nyepi muncul akibat perbedaan diskusi teks dan tafsiran. Menurutnya, yang diperdebatkan bukanlah perubahan hari raya, melainkan ketidakakuratan sumber tafsir yang beredar Ke Komunitas.

Sugi Lanus juga menegaskan para ahli dan tokoh utama berperan sebagai pihak yang menafsirkan sumber-sumber asli agar tidak ada kesalahpahaman Ke Komunitas.

“Kearifan Lokal dan pelaksanaan Nyepi tetap berjalan seperti Pada ini dilaksanakan,” jelas Sugi Lanus.

(iws/iws)



Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: PHDI Bali Pastikan Waktu Perayaan Nyepi Tak Berubah