Pusat Dakwah Syekh Dzatul Kahfi Sebelum 1414



Bandung

Hingga sebuah sudut Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, berdiri sebuah bangunan kayu yang tak sekadar menjadi tempat ibadah. Masjid Kuno Bondan, yang juga dikenal sebagai Masjid Darussajidin atau Masjid Sapuangin, menyimpan lapisan sejarah panjang yang melekat kuat Ke identitas Indramayu.

Ke tahun 2022, masjid ini resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Adat Istiadat Dunia Pangkat kabupaten Dari Regu Ahli Cagar Adat Istiadat Dunia (TACB) Kabupaten Indramayu. Status tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pengakuan atas nilai arkeologis, historis, serta keunikan arsitektur yang terkandung Hingga dalamnya.

Didirikan Ke 1414 Masehi, masjid ini dipercaya sebagai salah satu yang tertua Hingga Jawa Barat. Bangunan ini telah berdiri kokoh Malahan Sebelumnya struktur pemerintahan Cirebon dan Indramayu terbentuk seperti yang dikenal hari ini.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga sinilah jejak awal penyebaran Islam Hingga pesisir utara Jawa Barat mulai bersemi. Hal ini diungkapkan Dari perwakilan TACB Indramayu, Dedy S Musashi, Pada dihubungi detikJabar Ke Sabtu (21/2/2026).

“Sosok Hingga balik pendiriannya adalah Syekh Dzatul Kahfi, yang juga dikenal sebagai Syekh Majagung atau Pangeran Atas Angin, seorang ulama asal Yaman yang datang membawa ajaran Islam Hingga Daerah ini. Masjid ini kala itu berfungsi sebagai pusat dakwah, tempat Komunitas pesisir belajar agama sekaligus membangun peradaban Terbaru,” kata Dedy.

Julukan “Masjid Sapuangin” pun lekat Di ingatan warga. Konon, sebutan tersebut berhubungan Bersama kemampuan spiritual sang pendiri yang dikenal Memperoleh ilmu “Sapu Angin.”

“Terlepas Bersama legenda yang menyertainya, nama itu menjadi Dibagian Bersama identitas kultural yang diwariskan turun-temurun,” ujar Dedy.

Berdasarkan penjelasan Dedy, bangunan masjid menampilkan arsitektur tradisional Nusantara yang khas. Struktur utamanya berbentuk panggung, ditopang kayu jati tua yang dirangkai tanpa Spike besi.

“Sistem pasak menjadi bukti Cara Cara konstruksi masa lampau yang ramah Pada material alam,” katanya.

Atapnya berbentuk limasan Bersama penutup sirap kayu yang masih dipertahankan, meski telah Merasakan beberapa kali Perawatan Medis Untuk menjaga kelestariannya. Hingga Dibagian Di, tiang-tiang penyangga (saka) berdiri kokoh, dihiasi sentuhan ornamen klasik yang memperlihatkan perpaduan Adat Istiadat Dunia lokal Bersama nilai-nilai Islam.

“Dominasi material kayu menjadikan masjid ini tidak hanya unik secara visual, tetapi juga rentan Pada perubahan cuaca dan usia. Lantaran itu, upaya pelestarian menjadi pekerjaan yang tak pernah benar-benar selesai,” jelas Dedy.

Ke 2024, masjid ini menjalani proses pemugaran Bersama melibatkan Regu konservasi Bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX Jawa Barat. Pendanaan berasal Bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu sebagai wujud komitmen menjaga warisan leluhur.

Perbaikan difokuskan Ke atap sirap serta pembersihan kimiawi Ke Dibagian memolo, yakni ornamen puncak atap yang menjadi elemen penting identitas bangunan. Hingga Di Itu, dilakukan pula pendataan ulang dan Studi menyeluruh Pada struktur kayu masjid Sebagai memastikan keaslian serta stabilitasnya tetap terjaga.

Dedy menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar mempercantik tampilan, melainkan upaya nyata Untuk menjaga ruh sejarah yang terkandung Hingga dalamnya.

Ke Pada Yang Sama, juru pelihara Masjid Kuno Bondan, Mastara, mengatakan bahwa sampai Pada ini bangunan bersejarah tersebut masih aktif dipergunakan. Terlebih Hingga bulan Ramadan, Kegiatan Komunitas Hingga masjid tersebut sangat masif.

“Kalau Hingga bulan Ramadan (Masjid Kuno Bondan) lebih ramai Bersama biasanya. Ada salat tarawih, tadarus pakai memolo sampai jam 10 malam, terus sorenya ada bazar Ramadan, ada buka puasa bersama,” ujar Mastara kepada detikJabar, Sabtu (21/2/2026).

Mastara mengungkapkan, masjid ini tak pernah benar-benar sepi Di Ramadan. Terkadang ada beberapa warga yang masih berbincang Hingga serambi masjid hingga menjelang waktu sahur.

Ia berharap status Masjid Kuno Bondan sebagai cagar Adat Istiadat Dunia dapat Meningkatkan kesadaran Komunitas Sebagai terus melestarikannya.

“Hingga depannya semoga tetap terjaga, kita semua (Komunitas) termasuk pemerintah bersama-sama melestarikan bangunan ini, dan warga setempat tergerak Sebagai menghidupi masjid,” pungkasnya.

(tya/tya)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Pusat Dakwah Syekh Dzatul Kahfi Sebelum 1414

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่