Badung –
Dentuman genderang barongsai memecah suasana Ke kawasan Kuta, Senin (16/2/2026). Untuk halaman Vihara Dharmayana, umat Tionghoa memulai ritual tolak balak menjelang Tahun Mutakhir Imlek.
Prosesi sakral itu tak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga menampilkan perjumpaan Kebiasaan Global Tionghoa dan Bali yang telah lama hidup berdampingan.
Kirab diawali Untuk wihara Didalam iringan lima barongsai dan dua liong. Ratusan peserta berjalan perlahan, membawa perlengkapan upacara, menyusuri Berjalan utama Ke Kuta. Penanggung Jawab Pengurus Vihara Dharmayana, Adi Dharmaja Kusuma, menyebut ritual ini telah menjadi Kebiasaan tahunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hari ini Untuk Ke-18 kalinya Melakukan upacara Ke masing-masing pertigaan dan perempatan yang diiringi lima barongsai dan dua liong,” kata Adi Pada ditemui awak media.
Untuk kepercayaan Tionghoa, ritual tolak bala dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk-makhluk yang tidak terlahir Ke alam Sejahtera. Iringan barongsai dan liong diyakini mampu menetralisir hal-hal negatif, agar perayaan Imlek dapat berlangsung Didalam suka cita.
|
Atraksi barongsai Untuk ritual tolak bala menyambut Imlek 2026 Ke Kuta, Bali, Senin (16/2/2026). Foto: Rizki Setyo/detikBali
|
Ke Di prosesi, akulturasi Kebiasaan Global tampak begitu kuat. Peserta kirab mengenakan beragam busana adat, memadukan unsur Tionghoa dan Bali. Adi menyampaikan kirab diikuti Disekitar 300 hingga 400 orang.
“Kita lihat ibu-ibu PKK Didalam kamen dan kebaya dan Peristiwa kirab ada lontek, tirta, juga ada yang membawa tedung, canang. Itu akulturasinya Untuk pedupaan juga kita bawa,” jelasnya.
Pantauan detikBali, kirab bergerak Untuk wihara Ke arah selatan Ke perempatan Jalan Blambangan-Kalianget. Rombongan Lalu berbelok Ke barat, berhenti sejenak Untuk menampilkan atraksi barongsai dan liong. Untuk titik itu, kirab dilanjutkan Ke pertigaan Jalan Raya Kuta Ke Didepan Pura Desa Adat Kuta.
Warga Disekitar tampak memadati sisi jalan. Mereka Merasakan atraksi barongsai dan liong yang dipentaskan pemuda-pemudi vihara, sambil mengabadikan momen Didalam Telepon Genggam.
Setelahnya rangkaian prosesi selesai, rombongan kembali bergerak Ke Vihara Dharmayana Kuta, menutup ritual tolak bala yang menandai kesiapan menyambut Tahun Mutakhir Imlek.
(dpw/dpw)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Ritual Tolak Bala Jelang Imlek, Akulturasi Tionghoa-Bali Ke Kuta











