Seribu Anak SD Di Kota Pasuruan Antusias Lomba Gobak Sodor hingga Egrang



Kota Pasuruan –

Tidak kurang Bersama seribu anak memeriahkan Perayaan Seni Dolanan Yok! Di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan. Peserta berasal Bersama sekolah-sekolah dasar sangat antusias mengikuti sejumlah Laga permainan tradisional Di lapangan pesantren.

Untuk Perayaan Seni ini digelar perlombaan berbagai jenis permainan tradisional. Ada tujuh cabang permainan yang dilombakan mulai Bersama gobak sodor, patil lele, balap karung, balap bakiak, bentengan, bola tembak, dan egrang. Setiap cabang permainan terdiri Bersama kategori putra dan putri.

Para peserta Bersama berbagai cabang perlombaan tampak sangat antusias meski Di bawah terik yang menyengat. Mereka terlihat sangat Sejahtera melakoni permainan yang sudah jarang ditemui Di kehidupan sehari-hari. Tawa riang dan canda tawa mewarnai setiap Laga yang dilombakan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

M Nabil Arrizky (12), siswa kelas 6 SD SDS Roudlotul Ulum, mengatakan ia mengikuti tiga cabang permainan Untuk Perayaan Seni ini. Sebelumnya terjun, ia mengaku berlatih Pada beberapa pekan.

“Senang sekali ikut lomba. Bisa nambah banyak teman. Saya ikut tiga permainan,” kata Nabil, Di sela-sela menunggu giliran lomba, Sabtu (10/10/2026).

Siswa SD Anak Bangsa Cerdas (SD ABC), Abi Satya Sakib Abasy (11), mengatakan ia sudah dua tahun mengikuti Perayaan Seni. Ia mengaku ketagihan Bersama permainan tradisional yang dilombakan.

“Saya dua tahun ikut. Semoga tahun ini Berhasil,” ungkapnya.

Direktur Pembelajaran Ponpes Bayt Al Hikmah, M Nailur Rohman, mengatakan Perayaan Seni Dolanan Yok! tahun ini merupakan yang Ke-11. Setiap tahun Perayaan Seni ini mengusung tema berbeda dan jenis permainan tradisional yang dilombakan dan ditambah sesuai tema.

“Tahun ini Memutuskan tema “Batavia”. Tahun ini jumlah peserta Disekitar seribu, lebih sedikit Bersama tahun-tahun Sebelumnya Itu Lantaran pesertanya merupakan lembaga-lembaga yang pernah Kampiun Bersama Perayaan Seni pertama hingga kesepuluh,” kata pria yang akrab dispaa Gus Amak tersebut.

Perayaan Seni Dolanan Yok! digelar Bersama harapan mengembalikan permainan tradisional yang terlupakan dan terpinggirkan kepada anak-anak. Hal itu Sebagai menegaskan bahwa budata Indonesia sangat kaya dan tidak boleh tergerak Bersama perkembangan zaman.

“Tidak hanya sekadar Perayaan Seni, Peristiwa ini juga menjadi wadah pelestarian Kebiasaan Dunia nusantara. Perayaan Seni digelar dua hari sampai besok,” jelasnya.

Menurut Gus Amak, Dolanan Yok! berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Perayaan Seni Kebiasaan Dunia tahunan yang paling ditunggu-tunggu. Perayaan Seni ini telah menjadi ikon perayaan Kebiasaan Dunia Di Kota Pasuruan.

“Semua yang mengerjakan Peristiwa ini adalah santri, dan Prototipe sepenuhnya dibuat Bersama santri. Terima kasih buat para santri,” pungkasnya.

(ihc/dpe)

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Seribu Anak SD Di Kota Pasuruan Antusias Lomba Gobak Sodor hingga Egrang

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini