Lombok Di –
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perjalanan Hingga Luarnegeri (Dispar) Lombok Di, Lalu Wiranata, mengakui penetapan tanggal puncak Bau Nyale 2026 meleset. Hal ini Menyambut Baik kekecewaan warga Menyambut sedikit tangkapan nyale atau cacing laut.
“Sebab memang nyale ini kan nggak bisa menetap. Kalau kita lihat Bersama trennya, pernah tepat, pernah tidak tepat. Makanya ada istilah, Nyale Penyuluh, sama Nyale Poto,” katanya Di ditemui Ke ruangnya, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, kejadian seperti ini bukan hanya terjadi tahun ini saja, Malahan beberapa tahun yang lalu juga kerap terjadi hal yang sama. Biasanya, Wiranata berujar, malam puncak Bau Nyale diputuskan Lewat proses sangkep warige (musyawarah besar Kearifan Lokal Suku Sasak) sebulan Sebelumnya perayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pernah kami tepat, Sesudah Itu ada sudah habis (ditangkap nyale) Terbaru hari puncaknya,” imbuhnya.
Ke sisi lain, Wiranata mengkelaim Secara Keseluruhan penyelenggaraan event Bau Nyale 2026 cukup sukses. Ia menyebut, Bersama empat lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi hiburan hanya satu yang tak bisa berjalan maksimal Sebab Grup Musik papan atas, Geisha tak bisa tampil Sebab faktor cuaca.
“Kita lihat kemarin kan hujan angin Supaya khawatir kalau jalan itu korsleting dan segala macam yang mengakibatkan berbahaya keselamatan personel termasuk Kelompok kita. Sebab kabel-kabel Ke bawah itu sudah keluar apinya,” bebernya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas batalnya Grup Musik ibu kota itu manggung. Wiranata melihat, keputusan tersebut diambil semata-mata Sebagai menghindari hal yang tak diinginkan.
“Sebab memang riskan kalau kita tetap paksakan tampil. Kita liat soundsystem semua dimasuki air,” tegasnya Kepala Badan Pendesainan, Studi dan Pembuatan Daerah (Bapperida) Lombok Di itu.
Wiranata juga menjelaskan tahun ini pihaknya Melakukan Peristiwa Ke empat lokasi perayaan Bau Nyale. Yaitu, Ke Pantai Torok Aik Belek, Kecamatan Praya Barat Daya, Pantai Selong Belanak-Tampah, Pantai Seger dan Pantai Awang.
Pemisahan tempat itu dilakukan Sebagai memecah keramaian serta agar menghindari pemusatan keramaian.
“Ada empat lokasi Sebagai memecah keramaian, sekaligus menghibur Kelompok Bersama Daerah lain. Seperti Ke Praya Barat Daya itu Ke Pantai Torok Aik Belek, kalau Ke Praya Barat itu Ke Selong Belanak, Tampah kalau Ke Pujut itu ada Ke Seger dan Ke Bumbang, Awang,” bebernya.
Wiranata mengungkapkan Untuk waktu Didekat pihaknya Akansegera Melakukan Diskusi evaluasi pelaksanaan event Bau Nyale ini. Pihaknya melihat masih banyak kekurangan agar menjadi bahan pembenahan tahun Di.
“Kami belum komunikasi Bersama pihak EO (Even Orgainezer). Tapi Secara Keseluruhan, alhmdulilah sukses,” pungkasnya.
Sebelumnya Itu, warga Lombok kecewa Bersama minimnya hasil tangkapan nyale (cacing laut) Ke malam puncak Bau Nyale 2026. Mereka menilai keputusan yang dihasilkan Bersama sangkep warige Yang Terkait Bersama penentuan puncak pelaksanaan Kearifan Lokal Bau Nyale meleset.
Diketahui, sangkep warige merupakan musyawarah adat tertinggi suku Sasak Untuk penentuan puncak Bau Nyale. Sangkep warige melibatkan pemangku adat hingga budayawan setempat.
Pantauan detikBali Ke Minggu (8/2/2026) pagi, puluhan ribu warga Lombok Bersama berbagai Daerah tumpah ruah Ke sejumlah pantai yang lokasi perhelatan Bau Nyale. Salah satunya Ke Pantai Tampah, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Di.
Warga Malahan sudah mulai bersiap-siap turun Hingga pantai Di pukul 03.30 Wita. Meski begitu, tak banyak nyale yang mereka dapatkan hari ini.
“Hari ini saya bersama teman-teman datang Hingga sini (Pantai Tampah) ikut Bau Nyale, tapi tidak ada hasil,” kata salah satu warga, Lalu Maulidi Arjuna, Minggu pagi.
Pria asal Praya Barat itu menuturkan hasil tangkapan Ke hari puncak Bau Nyale berbanding terbalik Bersama hari Sebelumnya Itu. Arjuna menyebut Di H-1 puncak Bau Nyale justru hasil nyale yang didapat melimpah.
“Tidak seperti kemarin, hampir seluruh warga dapat. Tapi malah Ke hari puncaknya kami nggak dapat,” ujar Arjuna.
(hsa/hsa)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Tangkapan Sedikit, Dispar Akui Puncak Bau Nyale 2026 Meleset











