Turis Foreign Kagum hingga Wujud Ogoh-ogoh Skor Tertinggi



Denpasar -

Kasanga Perayaan Seni 2026 tidak hanya Memikat perhatian warga lokal, tapi juga turis Foreign. Kepadatan yang memenuhi sepanjang area titik nol kilometer Kota Denpasar membuat sebagian pengunjung kesulitan menikmati pawai secara langsung Sebab terhalang Dari kerumunan.

Meski demikian, Alex, wisatawan asal Prancis, tetap antusias Merasakan jalannya pawai ogoh-ogoh. Ia Malahan merekam momen tersebut Melewati layar videotron yang tersedia Hingga lokasi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Magnifique Di bahasa Prancis, saya orang Prancis. Ini sangat indah, luar biasa, sungguh peradaban dan legenda yang hebat. Bravo,” tutur Alex ditemui detikBali selepas pawai ogoh-ogoh Kasanga Perayaan Seni 2026, Jumat (6/3/2026).

Untuk Alex, Pengalaman Hidup pertama Berpartisipasi Di Kasanga Perayaan Seni Menyediakan kesan yang sangat menyenangkan. Ia mengaku mengetahui Kegiatan tersebut Bersama temannya yang tinggal Hingga Bali.

“Saya punya teman yang juga tinggal Hingga sini. Dan kami bertemu mereka, anak perempuannya sekolah Hingga Bali, mereka bilang ‘ayo Hingga sini’ dan kami sangat menikmatinya,” ungkapnya.

Di Di Yang Sama, pengunjung lokal yang sudah beberapa kali Berpartisipasi Di Kasanga Perayaan Seni menilai perayaan tahun ini tidak semeriah tahun Sebelumnya Itu. Salah satu pengunjung, Ratih, mengatakan ada beberapa atraksi yang tidak terlihat seperti tahun lalu.

“Setahuku dulu ada kesurupan gitu, sekarang nggak ada, Karena Itu agak kurang,” ungkap Ratih.

Ratih sendiri mengaku telat datang dan merasa kurang maksimal Di menikmati pawai ogoh-ogoh Sebab tidak bisa Merasakan sampai titik Di. Ia juga menyebutkan bahwa pengunjung lebih padat tahun Sebelumnya Itu.

“Tahun lalu lebih ramai sih, pembatasnya selalu ada. Cuma Sebab nggak terlalu ramai Karena Itu masih kelihatan pembatasnya. Tahun lalu ramai banget jadinya nggak kelihatan,” jelasnya.

Meski begitu, Ratih tetap Memperoleh kesan positif Bersama penampilan ogoh-ogoh yang Memikat.

Pawai ogoh-ogoh Kesanga Perayaan Seni 2026 merupakan Pada Bersama rangkaian Kasanga Perayaan Seni 2026 yang masih Berencana berlangsung hingga Minggu (8/3/2026). Berencana ada lomba-lomba hingga penampilan Karyaseni tak kalah Memikat lainnya yang Berencana dilaksanakan. Tidak lupa Hingga penghujung Kegiatan, penyerahan hadiah diberikan kepada Mendominasi ragam lomba Bersama total hadiah ratusan juta.

Punya 4 Hari Siapkan Pawai Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh ‘Eling’ Di antrian Ke pawai ogoh-ogoh Kasanga Perayaan Seni 2026 Hingga Jalan Sugianyar, Denpasar, Jumat (6/3/2026). (Maria Christabel DK)

Para pemuda banjar yang tergabung Di Sekaa Teruna Teruni (STT) Dharma Santika Banjar Tembau Kelod, Penatih, mengaku hanya Memperoleh waktu Di empat hari Untuk Menyusun penampilan Di pawai ogoh-ogoh. Hal itu diungkapkan Ketua STT Dharma Santika Banjar Tembau Kelod I Made Wahyu Mahaputra.

“Persiapannya empat hari aja sih, Sebab pengumumannya kan Hingga tanggal 27. Bersama sana Terbaru tahu, kami rembukin lagi, menentukan Konsep Terbaru kita eksekusi lagi,” tutur Mahaputra, Jumat.

Penampilan setiap banjar berupa tarian yang diiringi gamelan, Lalu dilanjutkan Bersama pengarakan ogoh-ogoh. Setiap banjar menampilkan Konsep yang berbeda, menyesuaikan Bersama makna yang ingin disampaikan Melewati ogoh-ogoh yang diusung.

“Kalau ogoh-ogoh kami judulnya ‘Eling’. Satunya karakter air yang lemah lembut Menyediakan Keadaan, satunya lagi karakter air yang menghancurkan.

Tujuannya tidak memusnahkan, tapi sebagai pengingat. Nanti rakyatnya berserah diri kepada Yang Maha Kuasa Sebab sudah terkena bencana,” terang Mahaputra.
STT Dharma Santika juga menampilkan tarian yang menggambarkan alur cerita tersebut. Para penari memperagakan Unjuk Rasa membuang sampah menggunakan kantong hitam yang Lalu diikuti gambaran bencana Melewati bentangan kain cokelat besar.

Pawai ogoh-ogoh Di kegiatan ini Memperoleh tiga titik penampilan. Di setiap titik, para pemuda banjar diberikan kesempatan tampil Di tiga menit yang sekaligus menjadi Pada Bersama penilaian.

“Pertama kali konsepnya, dulu parade saja sekarang pawai. Sekarang, aturannya pun terbilang ketat, kalau ada peserta lain masuk pawai kami, Berencana langsung didiskualifikasi, langsung out,” jelas Mahaputra.

Ogoh-ogoh Nilai Tertinggi Tersendat Macet

Sebanyak 16 ogoh-ogoh yang lolos seleksi Untuk tampil Di Kasanga Perayaan Seni dimobilisasi Sebelum Jumat dini hari Ke Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Belasan ogoh-ogoh tersebut diparkir sesuai nomor urutan penampilan pawai Hingga sepanjang Jalan Udayana hingga Jalan Sugianyar.

Akan Tetapi, proses mobilisasi ogoh-ogoh Ke lokasi pawai tidak sepenuhnya berjalan lancar. Salah satunya dialami Sekaa Teruna (ST) Cantika Banjar Sedana Mertha, Ubung, yang harus Berusaha Mengatasi kemacetan hingga menempuh perjalanan Di tiga jam.

“Kami berangkat Bersama jam 5 pagi, macet, banyak travel-travel dan Mungkin Saja banyak yang berangkat sekolah juga. Sampai sini jam 8 pagi,” tutur Konseptor Ogoh-ogoh ‘Banyu Pinaruh’ Mangde.

Meski Merasakan kendala Di perjalanan, Mangde memastikan ogoh-ogoh yang mereka bawa tetap Di Kebugaran baik. Di penampilannya, ST Cantika tidak hanya melibatkan pemuda banjar, tetapi juga bapak-bapak, ibu-ibu Bersama kelompok Pemberdayaan Keadaan Keluarga (PKK), hingga anak-anak.

Sebagai pemilik skor tertinggi Lomba Ogoh-Ogoh Besar Hingga Kasanga Perayaan Seni 2026, ternyata Banyu Pinaruh punya Nilai plus yang Memikat. “Yang pertama bangga sekali. Terpuaskan. Menurut kami, kami bisa menyajikan apa yang juri inginkan,” jelas Mangde.

Ia menjelaskan bahwa Banyu Pinaruh merupakan Pada Bersama perjalanan Konsep karya yang telah mereka kembangkan Sebelum 2023. Kalau Hingga Hindu kan ada tiga sakti, tiga Dewi, Parvati, Lakshmi, ketiga Saraswati. Sebab temanya memuliakan air, kami cari hubungan Saraswati Bersama tema tersebut,” ucap Mangde.
Samping Itu, Mangde turut memaparkan sisi unik ‘Banyu Pinaruh’ yang Menunjukkan adanya Konsep astronomi Di ogoh-ogoh mereka.

“Saya ambil sedikit, baca Hingga Duniamaya. Ilmu astronomi adalah ilmu pertama yang diketahui manusia. Nah, Saraswati ini kalau Hingga Hindu kan Dewi Ilmu Pengetahuan. Karena Itu hubungannya, alam semesta sebagai simbol pengetahuan yang diturunkan Hingga dunia Untuk mencerahkan manusia,” paparnya.


(nor/nor)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Turis Foreign Kagum hingga Wujud Ogoh-ogoh Skor Tertinggi

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่