Solo –
Weton tulang wangi Di Kebiasaan Jawa bukan hanya menandai hari lahir, tetapi juga mencerminkan karakter seseorang. Pemilik weton ini diyakini Memperoleh aura istimewa, daya tarik kuat, serta kepekaan spiritual tinggi Di makhluk gaib.
Selain karakter, weton ini digunakan Sebagai melihat kecocokan jodoh. Orang Didalam weton tulang wangi sering Disorot Memperoleh energi “wangi” secara supranatural, intuisi tajam, dan jiwa pemimpin, meski rentan Ke malam-malam sakral tertentu.
Weton tulang wangi juga dipercaya memengaruhi perjalanan hidup, termasuk rejeki, Kesejaganan, dan Prestasi. Dari Sebab Itu apa saja weton yang termasuk kategori “tulang wangi”?
Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang sifat, jodoh, dan perjalanan hidup orang Didalam weton ini, yang membantu mereka Berjuang Didalam rintangan, memanfaatkan Kemungkinan Didalam bijak, dan menjalani hidup sesuai kodratnya.
Apa itu Weton Tulang Wangi?
Di Kebiasaan dan kitab primbon Jawa, istilah weton balung kuning atau yang sering dikenal sebagai weton tulang wangi adalah kategori weton tertentu yang Disorot istimewa Sebelum lahir dan membawa kekuatan batin atau spiritual yang lebih kuat dibanding weton lain.
Di Literatur Kitab Primbon Jangka Ronggowarsito karya Raden Ngabehi Ronggowarsito dan Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R Gunasasmita, disebutkan orang yang termasuk kategori ini diyakini Memperoleh aura batin yang kuat, daya tarik personal, dan sensitivitas tinggi Di dimensi spiritual. Konsep balung kuning atau tulang wangi sendiri secara metaforis menggambarkan “keharuman jiwa atau energi positif yang memancar”, bukan bau fisik, yang dipercaya menjadi warisan leluhur atau garis keturunan istimewa Di Kebiasaan Jawa.
Terdapat 11 kombinasi weton yang termasuk Di kategori tulang wangi/balung kuning dan masing‑masingnya dipercaya Memperoleh kepekaan batin, intuisi kuat, potensi rejeki yang baik, serta daya tarik Di lingkungan sosial dan spiritual. Konsep ini dipakai secara turun‑temurun Di Kebiasaan Dunia Jawa Sebagai memahami karakter, perjalanan hidup, dan potensi hidup seseorang berdasarkan hari kelahirannya, kendati tidak Memperoleh dasar ilmiah modern dan tetap merupakan Pada Didalam kearifan lokal dan Kebiasaan Kebiasaan Dunia Jawa.
Weton Tulang Wangi Apa Saja?
detikers, berikut adalah daftar weton tulang wangi beserta penjelasan mulai Didalam karakter, jodoh, hingga perjalanan hidup pemilik weton. Penjelasan mengenai weton tulang wangi berikut ini dirangkum Didalam Literatur Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R Gunasasmita, Kitab Primbon Jangka Ronggowarsito karya Raden Ngabehi Ronggowarsito, Primbon Betaljemur Adammakna karya KPH Cakraningrat, dan Primbon Pakuwon Bayi Lahir karya Sutikno dkk.
1. Senin Kliwon
Weton Senin Kliwon berada Di Wuku Sungsang Didalam pengaruh Batara Gana. Karakternya dikenal keras kehendak, cepat panas hati, dan tidak suka diremehkan, tetapi juga cekatan, terampil, ikhlas Di bekerja, serta suka berbuat kebajikan.
Wataknya Memperoleh dua sisi kuat baik maupun buruk yang dilambangkan Dari anjing dan kera yaitu bisa setia dan melindungi, Tetapi juga sulit dijinakkan dan kerap berbuat Ke luar dugaan. Seiring bertambahnya usia, sifatnya cenderung lebih Tenteram, halus, dan matang Di berpikir.
Di urusan jodoh, Senin Kliwon membutuhkan pasangan yang sabar, tidak dominan, dan mampu memahami wataknya yang keras serta mudah tersinggung. Hubungan Berencana berjalan baik bila pasangannya mampu memberi ruang, tidak memancing emosi, dan konsisten Di kebaikan. Jika tidak, maka konflik mudah muncul Sebab sifatnya yang sulit didekati secara batin meski telah diperlakukan Didalam baik.
Perjalanan hidup Senin Kliwon ditandai suka dan duka silih berganti. Masa hidupnya terbagi jelas; usia 0-13 tahun untung, 14-21 tahun jaya, 22-30 tahun rawan bencana, 31-40 tahun Sri atau kemakmuran, dan 41-50 tahun rezeki. Ke usia dewasa dan matang, kehidupan cenderung lebih stabil, Didalam Kemungkinan Prestasi yang datang Sesudah melewati fase berat Ke masa muda.
2. Senin Wage
Senin Wage berada Di Wuku Kuruwelut Didalam pengaruh Batara Wisnu. Karakternya dikenal berbudi halus, berpikir tajam, pendiam, dan selalu menjaga kesopanan Di berbicara, Supaya kerap dihormati orang lain.
Ia cenderung selalu tampak gembira, tidak suka konflik, dan cocok menjadi penengah Di perselisihan. Di hal harta, ia hemat tetapi tidak pelit, rela Menerbitkan miliknya Sebagai kepentingan bersama.
Tetapi, ia tidak suka karyanya dicela dan kurang senang terlalu ditumpangi Dari keluarga besar. Pengaruh pasaran Wage melambangkan watak seperti kerbau atau sapi yaitu jinak, penurut, suka menyepi, dan tidak rakus Di kekayaan. Meski demikian, ia bisa pemarah dan mengamuk bila tertekan, mudah tersinggung, serta terkadang lupa Ke sanak keluarga ketika Lagi menikmati Kesenangan hidup.
Di urusan jodoh, Senin Wage paling cocok Didalam pasangan yang lembut, pengertian, dan tidak menekan secara emosional. Ia membutuhkan hubungan yang Tenteram dan stabil. Bila disakiti hatinya, ia bisa bersikap keras dan sulit memaafkan. Sebagai perempuan Senin Wage, primbon menyebutkan wataknya baik dan membawa ketenteraman Di Rumah tangga.
Perjalanan hidup Senin Wage Menunjukkan pola yang terus membaik seiring usia. Sebelum lahir hingga usia 13 tahun cenderung Merasakan bencana atau kesulitan. Usia 14-21 tahun memasuki fase Sri (ketenteraman), 22-30 tahun rezeki, 31-40 tahun untung, dan 41-50 tahun jaya. Rezekinya disebut selalu Datang, dan kehidupannya Berpeluang sejahtera bila mampu mengendalikan emosi serta menjaga hubungan Didalam keluarga.
3. Senin Pahing
Senin Pahing berada Di Wuku Sinta Didalam pengaruh Dewa Hyang Sikara. Karakternya dikenal halus, pandai berbicara, teliti, dan kuat pendirian. Ia Memperoleh kemampuan mengatasi kesulitan dan cenderung selalu Berhasil Pada Berjuang Didalam masalah besar.
Wataknya sering menyerupai pendita, tidak mementingkan kepentingan pribadi, ingat kepada Tuhan, serta gemar memberi nasihat yang bermanfaat Bagi orang lain. Tetapi, Ke sisi lain ia menyimpan sifat tamak dan keinginan besar, serta rawan menderita sakit hati yang mendalam.
Pengaruh pasaran Pahing diibaratkan seperti harimau yaitu suka menyendiri, bergerak jauh, sulit ditebak, dan Memperoleh wibawa yang kuat. Ia tertib Di tugas, tetapi sering Merasakan kehilangan harta yang sulit kembali. Meski tampak Tenteram, ia Memperoleh banyak musuh dan bisa berbahaya bila diserang lebih dulu.
Di urusan jodoh, Senin Pahing membutuhkan pasangan yang setia, memahami sifat menyendiri, dan tidak posesif. Hubungan asmara dapat menjadi sumber Kesenangan sekaligus pemicu emosi, Sebab kemarahannya sering muncul akibat urusan perasaan. Bagi perempuan Senin Pahing, primbon menyebutkan pemikirannya lebih baik dan lebih bijaksana Di membina Rumah tangga.
Perjalanan hidup Senin Pahing cenderung dinamis dan bertahap. Sebelum lahir hingga usia 13 tahun jaya, usia 14-21 tahun sengkala, 22-30 tahun Sri, 31-40 tahun rezeki, dan 41-50 tahun untung. Nasib baiknya disebut selalu ada, Didalam kehidupan yang relatif Tenteram bila mampu mengendalikan keinginan dan emosi batin.
4. Selasa Legi
Selasa Legi berada Di Wuku Marakeh Didalam pengaruh Betara Guru (Siwa). Wataknya dikenal penurut, sabar, teguh pendirian, dan gemar musyawarah. Ia pandai mengelola harta, mampu menyimpan rezeki, dan suka membanggakan kebajikan diri. Tetapi, sifatnya juga pendiam, jahil, kadang berbohong, dan kerap dibenci orang Sebab akalnya menonjol dan perilakunya tidak mudah diterima semua pihak.
Di pergaulan, ia bisa Menyesuaikan Didalam orang kaya maupun miskin, tetapi cepat bosan dan mudah meninggalkan hal-hal yang Lagi dikerjakan. Simbol binatangnya yaitu kucing (jinak, periang, waspada) dan tikus (hati-hati, cepat bingung, kadang berbuat buruk), mencerminkan dualitas Antara kepintaran dan kecenderungan licik atau waspada berlebihan.
Di hubungan asmara, Selasa Legi cocok Didalam pasangan yang pengertian, sabar, dan dapat memberi ruang Sebagai berpikir sendiri. Ia membutuhkan pasangan yang mampu memahami sifatnya yang pendiam dan cepat bosan, Supaya hubungan bisa harmonis tanpa memicu konflik atau rasa tidak dihargai.
Perjalanan hidup Selasa Legi cenderung dinamis dan berlapis:
- 0-13 tahun: Sri (ketenteraman)
- 14-18 tahun: Rezeki
- 19-27 tahun: Untung
- 28-36 tahun: Jaya
- 37-46 tahun: Bencana
Ia Merasakan suka dan duka Di hidup, Didalam Kemungkinan rezeki yang datang beruntun bila mampu mengendalikan sifat jahil dan menjaga kewaspadaan. Perjalanan hidupnya ibarat Raja atau Bupati, berkuasa Tetapi juga Berjuang Didalam banyak tantangan.
5. Rabu Pahing
Rabu Pahing berada Di Wuku Wugu Didalam pengaruh Dewa Betara Sujalma. Wataknya dikenal sedikit angkuh, keras pendapat, tegas, dan senang dipuji, tetapi Ke dasarnya mudah menyesuaikan diri dan bertanggung jawab.
Ia cenderung menyendiri seperti harimau, pandai menjaga harta, hemat, dan bangga Ke kebajikan sendiri. Meski pemberani, ia mudah tersinggung jika dihina dan kadang terlalu baik Supaya menjadi sembrana Di berbicara atau bertindak. Binatang peliharaannya harimau melambangkan sifatnya yang mandiri, waspada, dan berani, tetapi juga bisa berbahaya bila diprovokasi.
Di hubungan asmara, Rabu Pahing cocok Didalam pasangan yang pengertian, sabar, dan mampu menghargai pendirian kuatnya. Ia mudah menemukan kecocokan jika pasangannya bisa menyeimbangkan sisi keras dan angkuh Didalam karakternya, serta menghormati ruang pribadinya.
Perjalanan hidup Rabu Pahing dibagi fase:
- 0-16 tahun: Jaya
- 17-26 tahun: Bencana
- 27-39 tahun: Sri (ketenteraman)
- 40-52 tahun: Rezeki
- 53-63 tahun: Untung
Ia Merasakan suka dan duka, tetapi hidupnya relatif stabil dan berkecukupan bila mampu mengendalikan emosi, menjaga kebajikan, dan mengatur keinginan besar Di harta serta kesenangan.
6. Rabu Kliwon
Rabu Kliwon berada Di Wuku Maktal Didalam pengaruh Betara Bayu. Wataknya dikenal teguh pendirian, tekun bekerja, pandai bicara, dan cerdas, tetapi kadang kurang teliti dan tergesa-gesa.
Perilakunya campuran baik dan buruk, ibarat anjing dan kera yaitu bisa setia dan penuh akal, tetapi kadang sulit dijinakkan atau berbuat jahat meski diperlakukan baik. Ia cepat berpikir, pandai memaafkan, tetapi hatinya sulit didekati. Sifatnya yang kompleks membuatnya suka bergurau, bertanggung jawab, dan serba pantas, Tetapi tetap rawan terkena akibat Didalam tutur kata atau emosi.
Di hubungan asmara, Rabu Kliwon cocok Didalam pasangan yang sabar, cerdas, dan mampu Memperoleh dualitas sifatnya. Pasangan yang bisa memahami sisi baik dan buruknya Berencana membuat hubungan harmonis. Ia cenderung tertarik Ke wanita dan berpikir matang soal hubungan, meski sulit bersikap seperti pendeta atau sepenuhnya Tenteram.
Perjalanan hidup Rabu Kliwon penuh suka dan duka silih berganti:
- 0-16 tahun: Sri (ketenteraman)
- 17-26 tahun: Jaya
- 27-39 tahun: Bencana
- 40-60 tahun: Untung
- 61-65 tahun: Rezeki
Kesuksesan dan rezekinya datang Ke akhir jangka hajat hidupnya, terutama bila mampu menahan sifat keras, menjaga tutur kata, dan mengatur emosi batin.
7. Kamis Wage
Kamis Wage dikenal berada Di peredaran Angin dan Petir, berwatak bertanggung jawab, Bertahan menderita, keras budi, dan cepat panas hati. Ia Memperoleh sifat penurut seperti kerbau/lembu, menyukai kesendirian, tetapi juga mudah marah, ceroboh, dan pemarah jika diprovokasi.
Di hal harta, ia tidak rakus, Tetapi cenderung jorok dan kadang lupa Ke sanak keluarga ketika Lagi menikmati kesenangan. Binatang peliharaannya sapi melambangkan sifatnya yang jinak, setia, dan patuh, tetapi bisa menjadi pemarah atau sulit didekati jika diperlakukan tidak sesuai kehendaknya.
Di urusan jodoh, Kamis Wage Berjuang Didalam tantangan yaitu pasangan atau jodohnya sering mendahului meninggal, Supaya hubungan asmara bisa penuh kesedihan. Ia cocok Didalam pasangan yang sabar, tulus, dan mampu memahami sifat keras hatinya. Ia menyukai pujian, mudah percaya kata manis, tetapi mudah kecewa jika dibohongi atau dicurangi.
Perjalanan hidup Kamis Wage dibagi fase:
- 0-17 tahun: Bencana
- 18-28 tahun: Sri (ketenteraman)
- 29-42 tahun: Rezeki
- 43-56 tahun: Untung
- 57-70 tahun: Jaya
Meski awal hidupnya penuh cobaan, rezeki dan keberuntungan Berencana datang Ke usia dewasa dan matang, terutama bila mampu mengendalikan emosi, menjaga ketenangan batin, dan berpikir bijak Di Berjuang Didalam konflik.
8. Sabtu Wage
Sabtu Wage berada Di Wuku Wuye Didalam pengaruh Betara Ekawarna. Wataknya dikenal cekatan, keras kepala, pandai bicara, dan tamak, tetapi sekaligus tekun Di bekerja dan cerdas Di Membahas keputusan.
Perilakunya ibarat angin topan yaitu acap kali dibenci Tetapi juga disegani. Ia cepat bertindak, pandai mencari penghidupan, tetapi kadang pelupa, keras watak, dan mudah marah sesaat.
Binatang peliharaannya sapi melambangkan sifat jinak, penurut, Tetapi bisa pemarah atau ceroboh jika diperlakukan tidak sesuai kehendaknya. Ia suka menyepi, menjaga diri, dan tidak rakus Di hal harta, meski tampak keras dan sombong Ke orang lain.
Di urusan jodoh, Sabtu Wage cocok Didalam pasangan yang sabar, tulus, dan mampu Memperoleh sifat keras serta mandirinya. Ia sering menjadi orang yang disegani, tetapi Di hubungan bisa mudah sakit hati jika pasangan tidak menghormati sifat mandirinya.
Perjalanan hidup Sabtu Wage dibagi fase:
- 0-18 tahun: Bencana
- 19-30 tahun: Sri (ketenteraman)
- 31-45 tahun: Rezeki
- 46-60 tahun: Untung
- 61-75 tahun: Jaya
Rezeki dan keberuntungan datang Melewati kerja keras dan kepintaran Di berdagang atau mengelola usaha, meski ia tetap Berjuang Didalam tantangan sosial dan emosi.
9. Sabtu Legi
Sabtu Legi berada Di Wuku Wuye Didalam pengaruh Betara Ekawarna. Wataknya cekatan, cerdas, dan banyak akal, senang bekerja sama tetapi kadang curiga dan keras kepala. Ia gemar menonjolkan kebajikan diri, Tetapi mudah menderita susah hati. Binatang peliharaannya sapi melambangkan kesetiaan, penurut, dan tanggung jawab.
Orang Sabtu Legi cocok Didalam pasangan yang sabar, bijaksana, dan dapat menyeimbangkan emosinya, Sebab mereka cenderung keras hati dan sedikit tamak.
Sebelum lahir hingga usia 18 tahun Berjuang Didalam bencana, Sesudah Itu Sri (19-30 tahun), rezeki (31-45 tahun), untung (46-60 tahun), dan jaya (61-75 tahun). Kehidupannya seperti tabiat angin topan: kadang disegani, kadang dicemburui, tapi pandai mencari rezeki, terutama Melewati perdagangan dan kerja keras. Gangguan umum terjadi Ke lutut dan lambung, Didalam Terapi-obatan tradisional berbahan daun dan rempah.
10. Minggu Pon
Minggu Pon berada Di Wuku Julungwangi Didalam pengaruh Betara Sraba. Wataknya dikenal ikhlas, keras kemauan, cinta kasih, dan pandai berbicara, tetapi juga kaku Di beberapa hal dan mudah percaya orang lain. Ia gemar menonjolkan harta tapi tidak menimbun kekayaan secara berlebihan, selalu tertib berpakaian, dan peduli Ke binatang peliharaan.
Binatang peliharaannya kambing melambangkan sifat penasehat, bijaksana, tetapi kadang berani menentang orang yang lebih tinggi posisinya. Kehidupannya ibarat perjalanan matahari: terang, penuh kasih, tetapi perlu kehati-hatian Di menilai orang lain.
Di hubungan asmara, Minggu Pon cocok Didalam pasangan yang setia, pengertian, dan mampu Memperoleh keras kemauannya. Wanita kelahiran Minggu Pon cenderung lebih bijak, mampu mengatur Rumah tangga, dan menyimpan harta Didalam baik. Pasangan yang menghargai sifat ikhlas dan kasih sayangnya Berencana membuat hubungan harmonis.
Perjalanan hidup Minggu Pon dibagi fase:
- 0-14 tahun: Rezeki
- 15-22 tahun: Untung
- 23-34 tahun: Bencana
- 35-55 tahun: Sri (ketenteraman)
Kesuksesan dan ketenteraman datang terutama Ke usia dewasa bila mampu mengatur emosi, menyalurkan kasih sayang, dan berhati-hati Di mempercayai orang lain.
11. Minggu Kliwon
Minggu Kliwon berada Di Wuku Watugunung Didalam pengaruh Betara Anantaboga. Wataknya pandai berbicara, bijaksana, tanggap, dan luhur budi, Tetapi kadang suka memamerkan kemampuan dan tidak mudah didekati hatinya.
Ia Memperoleh sifat campuran baik dan buruk, cerdas, penuh akal, tetapi juga keras hati dan tamak. Binatang peliharaannya anjing dan kera melambangkan kesetiaan, kecerdikan, serta keberanian, tetapi kadang berbalik menjadi sulit ditebak.
Orang Minggu Kliwon cocok Didalam pasangan yang tangguh, sabar, dan memahami sifat keras hatinya. Wanita kelahiran Minggu Kliwon cenderung pemboros tetapi baik hati, Supaya pasangan yang bijaksana dan dapat menyeimbangkan kepribadiannya Berencana menciptakan hubungan harmonis.
Fase hidup Minggu Kliwon:
- 0-14 tahun: Sri (ketenteraman)
- 15-22 tahun: Jaya (Prestasi)
- 23-31 tahun: Bencana
- 34-44 tahun: Untung
- 45-53 tahun: Rejeki
Kesenangan dan kesuksesan biasanya datang Ke pertengahan hingga akhir hidup, Didalam kehidupan yang gemar menonjolkan budi pekerti, bijaksana, dan ihlas Di orang lain.
Didalam memahami karakter, jodoh, dan perjalanan hidup Didalam weton Tulang Wangi, setiap orang dapat lebih bijak menjalani hidup, menjaga energi spiritualnya, serta memaksimalkan potensi dan keberuntungan yang dimiliki.
Artikel ini ditulis Dari Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Langkah MagangHub Bersertifikat Didalam Kemnaker Ke detikcom
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Weton Tulang Wangi Apa Saja? Ini Karakter, Jodoh, dan Perjalanan Hidupnya











