Yeh Nyom’an, Perwujudan Air Ketuban yang Lahir Untuk Kisah Nyata


Denpasar

Di Di riuh Inovasi menjelang pengarakan ogoh-ogoh, STT Dwi Putra Banjar Tegal Agung Menampilkan sosok yang tak biasa. Namanya ‘Yeh Nyom’an’, makhluk perwujudan air ketuban yang divisualisasikan Bersama detail kuat dan nuansa horor yang mencekam.

Di balik wujudnya, tersimpan gagasan yang tak sederhana. Arsitek sekaligus konseptor ogoh-ogoh tersebut, Gusadi Tegal, sengaja memilih sudut pandang yang jarang terpikirkan Pada mengusung tema ‘Memuliakan Air’.

“Perhitungannya memang menyesuaikan tema, ‘Memuliakan Air’. Bersama Sebab Itu memang air kebanyakan orang mikir ya tentang alam, air laut maupun sungai. Tapi Di sini saya memilih air yang lebih mulia lagi, yaitu air ketuban,” terang Gusadi Tegal Pada diwawancarai Skuat detikBali, Sabtu (28/2/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk sanalah lahir Yeh Nyom’an. Sosok ini mengisahkan seorang anak perempuan yang tumbuh Untuk kekurangan kasih sayang orang tua. Untuk kesunyian itu, ia justru Menyambut bentuk kasih sayang lain Untuk saudara dunia lain, perwujudan Untuk air ketuban atau ‘Yeh Nyom’.

Prototipe tersebut berkaitan Bersama kepercayaan Bali tentang Kanda Pat Butha.

“Air ketuban sendiri berkenaan Bersama Prototipe Kanda Pat Butha, itu adalah empat saudara gaib yang lahir bersamaan Bersama bayi sesuai kepercayaan Bali,” kata Tegal.

Empat saudara itu diwujudkan Untuk darah, tali pusar, ari-ari, dan air ketuban. Tetapi, Tegal hanya mengangkat air ketuban Lantaran dinilai paling Didekat Bersama bayi, memberi kehidupan sekaligus kehangatan Sebelum Untuk kandungan.

“Manifestasi Untuk air ketubannya yang dipegang anak perempuan, sedangkan laki-laki dan perempuan itu adalah Purusa-Pradana, simbol laki-laki dan perempuan atau simbol Untuk penciptaan adanya seorang anak,” jelas Tegal.

Gagasan itu tidak muncul begitu saja. Tegal mengaku pernah menemukan kisah serupa Pada mengajar Di salah satu sekolah swasta Di Denpasar.

“Kebetulan ini saya mengajar Di salah satu sekolah swasta Di Denpasar dan menemukan kejadian yang sama, kebetulan ada anak yang Merasakan hal tersebut,” jelas Tegal.

Ogoh-ogoh Yeh Nyom’an karya STT. Dwi Putra Banjar Tegal Agung, Pemecutan Kelod. Foto: Maria Christabel DK/detikBali

Meski terinspirasi Penghayatan pribadi, proses kreatifnya tetap Lewat Studi literatur dan diskusi Bersama budayawan. Konsepnya disepakati bersama anggota STT Dwi Putra Sebelumnya masuk tahap produksi.

Pengerjaan ogoh-ogoh memakan waktu Disekitar 2,5 bulan. Tantangan terberat justru ada Di detail bentuk dan ekspresi.

“Kesulitannya sebenarnya Di proses pembuatan bentuk-bentuk agar bisa real dan mengikuti pose ogoh-ogoh, juga ekspresi wajah agar selaras Bersama badan ogoh-ogoh yang kita buat,” tutur Tegal.

Strukturnya dibangun Untuk bambu dan rotan. Para pemuda STT Dwi Putra terlibat langsung Untuk setiap tahap. Mereka juga memilih tidak menggunakan mesin penggerak.

“Kami gunakan sistem gerak manual, Bersama Sebab Itu mereka bisa bergerak ketika diangkat, sewaktu diarak, atau digoyangkan,” ucap Tegal.

Lewat Yeh Nyom’an, Tegal ingin Menampilkan lebih Untuk sekadar simbol ‘penyomian buta kala’ atau proses penyucian energi desdruktif Untuk kepercayaan Bali. Ia berharap ogoh-ogoh ini menjadi pengingat tentang makna kasih sayang dan tanggung jawab orang tua, yang kadang luput Untuk kehidupan sehari-hari.

(dpw/dpw)


Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Yeh Nyom’an, Perwujudan Air Ketuban yang Lahir Untuk Kisah Nyata

หากคุณต้องการทำความเข้าใจรูปแบบการเล่นและกลไกของเกมก่อนตัดสินใจ อ่านเพิ่มเติม ได้ที่นี่