Menengok Candi Lemah Duwur Sidoarjo yang Eksotis dan Sarat Mistis



Sidoarjo

Ke Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri sebuah situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang masih jarang diketahui publik. Situs itu adalah Candi Lemah Duwur, sebuah bangunan sederhana Di bata merah besar yang menyimpan nilai sejarah sekaligus nuansa mistis.

Candi Lemah Duwur berada tepat Ke pematang sawah dan menghadap langsung Hingga Gunung Penanggungan, gunung ini juga Sebelum masa Jawa Kuno diyakini sebagai kawasan sakral. Meski hanya tersisa separuh bangunan dan belum pernah dipugar, keberadaan candi ini tetap menjadi bukti jejak kebesaran Majapahit Ke Daerah Sidoarjo.

Juru pelihara Candi Lemah Duwur Di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah XI, Didik Setiawan mengatakan situs ini ditemukan Ke masa Hindia-Belanda, Akan Tetapi lama tidak terawat.


“Candi ini sudah ditemukan Sebelum zaman kolonial, tapi dulu tertutup semak dan pepohonan. Terbaru Di tahun 2016 diminta Untuk dipelihara, lalu saya ditugaskan menjaga Ke sini,” ujar Didik kepada detikJatim, Minggu (4/1/2026).

Menurut Didik, secara struktur bangunan, Candi Lemah Duwur kuat diduga merupakan tempat peribadatan Ke era Majapahit. Hal itu terlihat Di arah hadap bangunan yang mengarah Hingga Gunung Penanggungan.

“Arah pintu aslinya dulu Di barat. Tahun pembuatannya memang belum diketahui Sebab tidak ada prasasti seperti Ke Candi Pari,” jelasnya.

Nama Lemah Duwur sendiri berasal Di bahasa Jawa, yakni lemah yang berarti tanah dan duwur yang berarti tinggi. Penamaan tersebut sesuai Di Situasi candi yang berada Ke titik paling tinggi dibanding area persawahan Ke sekitarnya.

Keunikan lain candi yakni terletak Ke material bangunan yang menggunakan bata, Akan Tetapi bata yang digunakan lebih besar Di yang umumnya.

“Panjang batanya bisa Di 37 sampai 40 sentimeter, lebarnya hampir 30 sentimeter, dan tebalnya Di 10 sentimeter. Ukurannya besar, khas Majapahit dan mirip Di struktur bata Ke Candi Pari,” ungkap Didik.

Sebab ukurannya yang besar, bata-bata candi sempat diambil warga Ke masa lalu. Akan Tetapi Lalu dikembalikan Sesudah muncul kepercayaan dan kejadian mistis.

“Orang sini nggak berani bawa pulang batu bata Di sini. Katanya nanti diimpikan disuruh ngembalikan. Ada yang sakit juga dulu, Sesudah dikembalikan Terbaru sembuh,” tuturnya.

Nuansa mistis Lebih terasa Di keberadaan batu lingga Ke Dibagian atas candi, tepat Ke bawah pohon tua yang masih berdiri hingga kini. Warga setempat menyebut, Ke hari-hari tertentu masih ada orang yang datang berziarah atau melakukan ritual sederhana.

Meski begitu, Didik menegaskan Karya tersebut jarang terjadi dan tidak mengganggu kelestarian situs. “Kalau ritual ada, tapi nggak sering. Saya hanya menjaga. Yang jelas Ke atas itu ada satu batu lingga,” katanya.

Akses Di Candi Lemah Duwur cukup baik meski jalannya sempit Sebab berada Ke area persawahan. Kendaraan roda dua bisa parkir Ke Didekat lokasi, Sambil Itu Kendaraan Pribadi harus diparkir Di 200 meter Di candi.

Di ini, kunjungan Hingga Candi Lemah Duwur masih relatif sepi. Di sepekan, rata-rata hanya beberapa rombongan kecil yang datang. “Seminggu Bisa Jadi Di empat rombongan. Kalau dua atau tiga orang sering. Masih gratis dan belum banyak yang tahu,” ujar Didik.

Di latar persawahan hijau, angin sejuk, pohon rindang, dan panorama Gunung Penanggungan, Candi Lemah Duwur menawarkan Pengalaman Hidup wisata sejarah.

Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Menengok Candi Lemah Duwur Sidoarjo yang Eksotis dan Sarat Mistis