Nganjuk –
Tumpukan batu yang Pada ini diyakini warga sebagai punden keramat Ke Dusun Bandaralim, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, diduga kuat merupakan sisa bangunan candi.
Punden tersebut berada Disekitar 50 meter Di permukiman. Kendati Disekitar Di Rumah warga, keberadaannya cukup tersembunyi Lantaran dikelilingi pepohonan besar nan rimbun. Ke Disekitar kawasan itu juga Datang sungai besar yang terhubung Di Sungai Brantas.
Anggota Skuat Ahli Cagar Kearifan Lokal Dunia (TACB) Nganjuk Sukadi mengatakan, ada beberapa temuan arkeologis Ke lokasi, yang menguatkan dugaan bahwa tumpukan batu itu bukan sekadar makam kuno atau punden.
“Salah satunya adalah ditemukannya kemuncak atau pucuk candi berbentuk kerucut. Lalu, juga ditemukan makara, yaitu ornamen khas candi yang umumnya berada Ke sisi tangga bangunan suci, bentuknya bulat,” ujar Sukadi, Minggu (21/6/2026).
Menurut Sukadi, kemuncak dan makara lazim dijumpai Ke bangunan keagamaan masa Hindu-Buddha.
“Temuan kemuncak dan makara menjadi petunjuk penting bahwa Ke lokasi ini kemungkinan pernah berdiri sebuah bangunan candi,” imbuhnya.
Di Detail Sukadi mengatakan, lokasi punden tersebut juga menjadi tempat ditemukannya Prasasti Wwhan. Yakni prasasti batu penetapan sima atau tanah perdikan Ke masa pemerintahan Raja Dharmawangsa Teguh, Disekitar Tahun 975 Masehi.
Dharmawangsa Teguh sendiri merupakan raja terakhir Kerajaan Medang. Ia dikenal sebagai paman sekaligus mertua Raja Airlangga yang Lalu mendirikan Kerajaan Kahuripan.
Prasasti Wwhan yang ditemukan Ke kawasan Bandaralim kini disimpan Ke Museum Trowulan, Mojokerto. Menurut Sukadi, Ke masa itu prasasti umumnya dibangun Sebagai menyokong keberadaan bangunan suci, tempat peribadatan, maupun kompleks candi.
“Prasasti sering dibangun Ke lokasi yang sama Di dibangunnya candi,” ungkapnya.
Adapun Yang Berhubungan Di pandangan Kelompok setempat yang meyakini kawasan tersebut sebagai punden keramat, Sukadi menilai hal itu justru membantu pelestarian situs.
“Di dunia arkeologi, situs ini dipermakamkan Di Kelompok. Ada sisi baiknya Lantaran Disorot sakral dan wingit, Agar warga ikut menjaga keberadaannya agar tidak dijarah maupun dirusak,” pungkas Sukadi.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Punden Keramat Ke Nganjuk Diduga Sisa Candi Era Dharmawangsa Teguh









