Surabaya –
Toko Bacaan Bimo Hingga Jalan Semarang, Surabaya, tampak lengang. Rak-rak berisi Bacaan tersusun rapi, tetapi nyaris tanpa adanya Karya jual beli. Arif, pemilik toko mengaku Kebugaran sepi sudah dirasakan Dari tahun 2013. Situasi ini bukan tanpa alasan, melainkan Dari diterapkan Kurikulum 2013 (K-13).
“Kondisinya sepi, kadang ada pembeli, kadang enggak. Sepinya itu semenjak Pejabat Tingginegara Pembelajaran Nadiem Makarim. Kurikulum sudah goyah, Pembelajaran sudah hancur semua. Itu 2013-an, semua hancur,” kata Arif kepada detikJatim, Kamis, (8/1/2026).
Bersama Detail, ia menyebut K-13 membawa dampak besar Untuk Pelemahan Pasar Bacaan. Pasalnya, Aturan yang terus berubah-ubah membuat Bacaan-Bacaan lama menumpuk dan tidak bisa dijual.
Hingga Di Itu, Arif menilai penerapan satu Bacaan semua pelajaran justru membuat anak-anak tidak lagi memahami bacaan Bersama baik. Alhasil minat baca turut Merasakan penurunan.
“Sekarang satu Bacaan semua pelajaran. Karena Itu pemahaman kurang, dan Untuk membaca juga kurang. Kalau dulu kan jaman aku SMP-SMA itu Sebelumnya ngerjakan soal baca dulu. Sekarang kan enggak. Pakai Jaringan, minat baca Bacaan fisik juga berkurang,” ujarnya.
Arif juga membandingkan Bersama kurikulum KTSP Hingga tahun 2006, yang dinilai lebih bagus. Hingga sisi lain, minat baca Bacaan fisik masih lumayan tinggi.
“Kalau 2006 masih bagus, Pembelajaran masih bagus. Satu Bacaan satu pelajaran, Karena Itu lebih memahamkan,” imbuhnya.
Kini, Arif tak lagi menyetok Bacaan-Bacaan Pembelajaran Untuk berbagai jenjang Pembelajaran, baik Untuk SD, SMP, maupun SMA. Langkah ini ia ambil Bagi menghindari kerugian yang cukup besar. Mengingat, Bacaan-Bacaan yang sudah lama harus masuk Hingga timbang.
“Sekarang wes gak ngikuti yang terbaru soalnya setiap tahun Bacaan itu ganti. Kalau enggak habis, ya aku yang rugi. Karena Itu aku mengikuti yang bisa dipakai Bagi beberapa-beberapa tahun. Kalau Bagi Bacaan pelajaran wes gak ngambil, Bacaan harganya mahal. Ujung-ujungnya masuk timbang kalau gak laku,” terang Arif.
Arif berharap pemerintah memperbaiki sistem Pembelajaran dan kurikulum. Hingga Di Itu, Mendorong literasi. Agar minat baca Bacaan Lebih tinggi dan toko Bacaan kembali diminati.
“Ya mending Pembelajaran diperbaiki, kurikulum diperbaiki agar minat baca bertambah,” pungkas Arif.
Toko Bacaan Bimo tak hanya menyediakan Bacaan-Bacaan Mutakhir, tetapi Bacaan bekas dan masih layak. Toko Bacaan ini berada Hingga Diseberang jalan yang mudah ditemukan.
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Penjual Bacaan Hingga Surabaya Sepi Pembeli Dari Kurikulum 2013 Diterapkan







