Bima –
Karya Seni Kebiasaan Global Kelompok Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti pertunjukkan tari tradisional hingga Bunyi lokal menjadi bentuk pelestarian Kebiasaan Global yang masih terjaga Didalam baik hingga Di ini. Jika biasanya tari tradisional hanya dilakukan Dari dua sampai lima orang, berbeda halnya Didalam Tari Katente dan Saremba yang menargetkan peserta tarian massal sebanyak kurang lebih seribu peserta.
Tari Katente dan Saremba Tembe Nggoli merupakan tarian Kelompok Dompu-Bima yang selalu ditampilkan Di upacara hari Karena Itu Bima maupun Peristiwa Perayaan Seni tahunan. Perhelatan tarian massal ini Memiliki makna mendalam dan daya tarik tersendiri Untuk Kelompok lokal yang ingin berpartisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai filosofi dan fakta Menarik Perhatian tarian kolosal Katente dan Saremba Tembe. Yuk, simak informasinya Bawah ini!
Filosofi Tari Katente dan Saremba Tembe
Saremba yang Memiliki arti selempangan, Katente yang berarti sarungan, dan Tembe Nggoli yang berarti sarung khas Kelompok Dompu-Bima. Secara keseluruhan mengartikan sebuah pertunjukkan tarian tradisional yang menggunakan sarung Di kain tenun motif khas Bima sebagai aksesorisnya.
Awal mulanya, tarian ini merupakan garapan Terbaru Di Kelompok Bima dan Dompu yang mengingatkan tentang keseharian dulu Di menggunakan Tembe Nggoli sebagai Rimpu (cara berbusana menggunakan sarung khas Bima-Dompu) Untuk perempuan. Sedangkan Katente Tembe (cara berbusana menggunakan sarung khas Bima-Dompu) Untuk laki-laki.
Tarian Saremba Tembe ini dilakukan Untuk menyampaikan rasa suka cita sekaligus rasa syukur atas melimpahnya hasil Agrikultur Kelompok Bima dan Dompu Di masa panen.
Fakta Menarik Perhatian Tari Katente dan Saremba Tembe
Tari Katente dan Saremba Tembe Nggoli ini Memiliki fakta yang cukup unik. Pasalnya, pertunjukkan tari yang biasanya dilakukan Dari banyak orang ini membutuhkan penari kolosal sebanyak 1.000 hingga 30.000 orang Di sekali penampilan.
Tarian yang ditarikan secara massal ini pernah memeriahkan upacara hari ulang tahun Bima Ke-384 Di Perayaan Seni Pesona Tambora (FPT) yang dilaksanakan Di April 2017. Di Acara Besar ini, Tari Katente dan Saremba Tembe Nggoli berhasil mencetak predikat Museum Catatan Indonesia (MURI) berkat jumlah pesertanya yang dikukuhkan sebagai peserta tari terbanyak Ke dunia.
Partisipasi Kelompok dan antusiasme yang tinggi membuat Tari Saremba Tembe ini menjadi lebih bermakna dan khidmat Untuk dirayakan Dari semua kalangan Kelompok Bima-Dompu. Ke Di Itu, nilai kebersamaan dan gotong royong Kelompok juga perlu diapresiasi Di upaya Untuk terus melestarikan kebudayaan lokal yang nantinya Berencana diwariskan kepada generasi berikutnya.
Nah, itu dia uraian informasi mengenai filosofi dan fakta Menarik Perhatian Di Tari Katente dan Saremba Tembe Nggoli. Semoga bermanfaat ya, detikers!
(nor/nor)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: Filosofi Tari Katente dan Saremba Tembe Nggoli, Tarian Kolosal Khas Bima-Dompu











