Ciamis –
Kabupaten Ciamis kembali menegaskan identitasnya sebagai Lokasi yang kaya Kebiasaan Kearifan Lokal Dunia. Ke 2026, empat kekayaan Kearifan Lokal Dunia asli Ciamis resmi ditetapkan sebagai Warisan Kearifan Lokal Dunia Tak Benda (WBTB) Jawa Barat. Penetapan ini menjadi langkah penting Untuk menjaga Sustainability Kebiasaan leluhur Hingga Di arus modernisasi.
Empat Kebiasaan yang kini menyandang status WBTB Jawa Barat 2026 tersebut adalah Ngangkring Sukadana dan Wayang Ruwat Tambaksari, yang masuk Untuk kategori Kebiasaan dan ekspresi lisan. Sambil dua lainnya, Upacara Ritual Mupunjung Surandil Rancah serta Kebiasaan Nyepuh Ciomas Panjalu, masuk Untuk kategori adat istiadat, ritus, dan perayaan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Aktivitasfisik (Disbudpora) Kabupaten Ciamis Dian Budiyana mengatakan, penetapan Hingga tingkat provinsi merupakan tahapan awal Sebelumnya diajukan Hingga tingkat nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Prosesnya memang berjenjang. Di kabupaten, Lalu ditetapkan Hingga provinsi, Mutakhir bisa diusulkan Hingga tingkat nasional. Tahun 2026 ini kami siapkan berkasnya Untuk diajukan Hingga pusat,” kata Dian, Kamis (5/2/2026).
Ia berharap, keempat Kebiasaan tersebut dapat lolos sebagai WBTB tingkat nasional. Jika berhasil, hal itu Berencana menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menambah daftar warisan Kearifan Lokal Dunia Ciamis yang telah diakui secara nasional.
Menurut Dian, upaya ini sejalan Di amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang juga telah ditindaklanjuti Pemkab Ciamis Melewati Perda Nomor 9 Tahun 2025.
“Perda itu menjadi bukti komitmen pemerintah Lokasi Untuk memajukan kebudayaan. Ada empat pilar utama yang dijalankan, yakni perlindungan, Pembuatan, pemanfaatan, dan pembinaan,” jelasnya.
Untuk aspek perlindungan, pemerintah Lokasi Berusaha memastikan Kebiasaan dan situs Kearifan Lokal Dunia tetap terjaga. Sambil Pembuatan dilakukan Di pendekatan inovatif, termasuk pemanfaatan Ilmu Pengetahuan digital.
“Kami mulai mendesain sejumlah situs Kearifan Lokal Dunia Di titik koordinat digital agar lebih mudah dikenali dan dipromosikan, tidak hanya Hingga Ciamis, tapi juga secara nasional Malahan internasional,” ujarnya.
Pemajuan Kearifan Lokal Dunia juga diarahkan Untuk memberi dampak ekonomi. Kebiasaan dan upacara adat diharapkan dapat Mendorong Karya Usaha Kecil Menengah lokal serta terintegrasi Di sektor Wisata Internasional.
“Ketika ada upacara adat, Usaha Kecil Menengah setempat bisa terlibat. Ini bisa menggerakkan ekonomi Komunitas. Begitu juga Wisata Internasional, Kebiasaan bisa menjadi daya tarik Untuk wisatawan,” katanya.
Menurut Dian, tak kalah penting adalah pembinaan. Pelatihan Kearifan Lokal Dunia terus dilakukan agar generasi muda mengenal dan memahami warisan leluhur Sebelum dini.
“Anak-anak sekolah, Di SD sampai SMA, kita libatkan agar mereka bisa melihat langsung Kebiasaan adat. Di Cara Itu, nilai-nilai Kearifan Lokal Dunia ini bisa diwariskan secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Ia menambahkan, keberadaan situs Kearifan Lokal Dunia juga memberi manfaat ekologis, mulai Di pelestarian tanaman langka hingga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
“Selain menjaga sejarah, Komunitas juga belajar menjaga lingkungan dan konservasi. Manfaatnya bukan hanya Kearifan Lokal Dunia, tapi juga sosial dan ekologis,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sebelumnya Itu telah ada 11 warisan Kearifan Lokal Dunia Ciamis lainnya yang ditetapkan sebagai WBTB. Yakni, Kebiasaan Nyangku Panjalu, Merlawu Kertabumi, Ngikis Karangkamulyan, Nyuguh Tambaksari, Karya Seni Helaran Bebegig Sukamantri, Gondang Buhun Tambaksari, Galendo, Hajat Bumi Cariu dan Misalin Salawe Cimaragas, Peuyeum Koroto dan Minuman Kafein Godog. Ada pun Karya Seni Karya Seni Ronggeng Gunung yang Sebelumnya Itu Di Ciamis kini masuk dua Area yakni Ciamis dan Pangandaran.
(yum/yum)
Artikel ini disadur –> detik.com Indonesia News: 4 Kearifan Lokal Dunia Ciamis Dari Sebab Itu Warisan Kearifan Lokal Dunia Tak Benda Jawa Barat











